Memang harusnya cukup lihat dan cek nama. Ngapain pakai memperbanyak
segala. Kecuali punya kepentingan lain.
Dikawatirkan kalau semua orang boleh menggandakan, bisa saja jumlah pemilih
juga ikut digandakan.
Toch manipulasi kerjaan yang paling gampang.
Nah kalau itu terjadi pasti ujung - ujungnya meributkan keafsahan PILKADA.
Trus yang kalah ribut... trus pendukungnya demo....trus ......macam - macam

Yuk kita belajar mempercayai orang lain, sebaimana orang lain percaya
kepada kita.
Padanglah potret diri sendiri. Nach kalau merasa potret kita cemong apakah
potret orang lain pasti cemong.......belum tentu khan.
Atau sebaliknya...... saat lkita pandang potret orang lain buruk belum
tentu wajah kita ikut buruk.
KECUALI MEMANG SAMA- SAMA BURUK YACH APA BOLEH BUAT.

Djayus Sunarso
Mail to : [EMAIL PROTECTED]
http: //www.schott.com

__________________



Nyook rame-rame kite lihat name kite... udah ada nyangkut di DPT belon???
NYookkk

MUTAQIN
KDI School of Public Policy and Management
207-43, Cheongnyangni2-dong, Dongdaemun-gu
Seoul 130-868, South Korea
Chamber : 82-2-3299-1074
Dormitory : 82-2-3299-1176



----- Forwarded Message ----
From: YL <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, June 28, 2007 10:27:34 AM
Subject: [keadilan4all] DPT Dilihat Boleh, Dipegang Jangan

Berita dari Okezone dibawah ini sangat mengganjal pikiran ana.
Mengapa masyarakat tidak boleh memiliki fotocopy DPT ? Kayaknya
tidak masuk akal bila alasannya takut ada manipulasi DPT yg
dilakukan oleh masyarakat. Mana mungkin masyarakat memanipulasi data
yg dipegangannya ? Kan data valid tetap berada di KPUD. JUSTRU kalo
masyarakat tidak punya salinan DPT maka masyarakat TIDAK akan tau
bila terjadi penambahan data pemilih (pemilih siluman) pd hari
pemilihan.

Hal inilah (menurut ana) yg menjadi sebab utama mengapa KPUD tidak
mengijinkan DPT utk difotocopy, KARENA TAKUT MASYARAKAT PUNYA
PEMBANDING DPT yg LAMA terhadap DPT BARU YG TELAH DIMANIPULASI OLEH
KPUD pd saat hari pemilihan. Dan hal ini bisa menjadi bukti
kecurangan dg adanya pemilih siluman.

Betul gak argumen ana tsb ?

Wassalam,
YL

Gerilya PKS
> DPT Dilihat Boleh, Dipegang Jangan
> Fitra Iskandar - Okezone
>
> JAKARTA - Meski informasi data pemilih tetap (DPT) dapat
diketahui publik. KPU DKI tidak mengijinkan pihak manapun untuk
menggandakannya. Hal tersebut untuk menghindari tindakan manipulasi
data DPT.
>
> "DPT memang boleh diketahui publik, namun KPU DKI tidak
mengizinkan siapapun mengambil salinannya baik berupa hard copy
maupun soft copy. Karena bisa saja data nanti ditambah atau
dikurangi kemudian di salahgunakan, " ujar anggota KPU DKI Jakarta
Timur Chairil Anwar, saat berbincang dengan okezone, Rabu
(27/6/2007).
>
> Namun Chairil menambahkan, jika penyalinan - di luar
kepentingan KPU - dilakukan dengan memotret atau menulis ulang apa
yang tertera di kertas DPT, hal itu tidak menjadi masalah.
>
> 'Tidak masalah Seperti yang dilakukan sekelompok orang di
Kelurahan Kalisari Kecamatan Pasar Rebo, mereka mengambil gambar itu
tidak jadi soal," ujar Chairil.
>
> "DPT memang milik publik, tapi hanya boleh dilihat. Dipegang
(dimiliki) jangan," imbuh Chairil.(fit)
>
>
>
> http://www.okezone. com/index. php?
option=com_content& task=view& id=29455& itemid=2

__________________________________________________________
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of
spyware protection.
http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/norton/index.php

[Non-text portions of this message have been removed]



Kirim email ke