Dari Moderator: Larangan Boikot itu adalah larangan membeli atau memberikan uang untuk mendapat produk AS.
Kalau gratis atau sudah beli, ya pakai saja. Jangan klik iklan2 yang muncul di situ. Setiap uang yang kita belikan untuk produk AS, niscaya akan jadi senjata untuk membantai warga di Palestina. Salam Iya, kita boikot saja produk2 Amerika. Kita jangan pakai Milis Yahoo Group. Itu khan juga produk Amerika. Kita jangan ngetik pakai MS-Office. kalau perlu, kita jangan pakai bahasa Inggris...!!! --- On Sat, 1/17/09, Taufik Dwidjowinarto <[email protected]> wrote: From: Taufik Dwidjowinarto <[email protected]> Subject: [ekonomi-nasional] Boikot Israel = Boikot USA . To: "Milis : ekonomi nasional" <[email protected]>, "milis : eramuslim" <[email protected]>, "Milis : Syiar Islam" <[email protected]>, "milis : Tarekat" <[email protected]> Date: Saturday, January 17, 2009, 5:19 PM McDonald's, KFC, A&W, dan produk lainnya masih tenang mengeruk uang rakyat Indonesia. Bagaimana di negara lain ?. Mungkinkah kita Memboikot Produk Mereka ?. Atau jangan-jangan kita Masih Setengah Hati ?. Jangan khianati mereka ya Ikhwan...!!! . Para ulama Hamas, Al Ikhwanul Muslimin dan berbagai organisasi perjuangan Muslimin di Timur Tengah telah menyerukan boikot terhadap produk-produk yang mendukung negara Zionis Israel. Syeikh Yusuf Qardhawi telah mengeluarkan fatwa yang sangat rinci mengenai seruan ini. Qardhawi mengatakan, haram hukumnya ummat Islam membeli produk dan barang dagangan Yahudi dan Amerika, dan menganggapnya itu sebagai salah satu dosa besar. Dia menambahkan, bahwa jihad sekarang ini hukum fardhu `ain (wajib) karena Yahudi menghalalkan segala apa yang diharamkan dan tidak mengindahkan norma-norma moral dan nilai-nilai kemanusiaan serta hukuman internasional. Produk-produk Amerika perlu diboikot, karena negara ini ikut membiayai negara Israel, berupa bantuan keuangan tiap tahun. Bahkan sebagian anggota Kongres Amerika kini sedang berusaha agar Presiden George W Bush menaikkan bantuan kepada Israel. Program bantuan luar negeri tahun 2002 yang telah disetujui Presiden Bush adalah US$ 2,04 miliar untuk bantuan militer dan US$ 730 juta bantuan keuangan, adalah hampir 20% dari total bantuan luar negeri Amerika ke seluruh dunia. Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad menyerukan adanya boikot global atas dolar AS dan produk-produk buatan AS termasuk Coca-Cola. Boikot itu sebagai protes atas dukungan AS pada Israel. Ditegaskan Mahathir, masyarakat harus mengambil tindakan terhadap AS atas dukungannya pada Israel yang tengah melakukan agresi militer di Gaza. " Jika kita berhenti menerima mata uang AS, maka AS tak bisa berdagang dan tak bisa menghasilkan uang. Negara itu akan menjadi sangat miskin dan akan terpaksa menghentikan produksi senjata yang lebih banyak untuk membunuh orang-orang ", cetus Mahathir. " Kita harusnya tidak membeli senjata-senjata dari AS. Kita bisa membeli dari Rusia jika kita harus memiliki pesawat dan lainnya ", imbuh mantan pemimpin negeri jiran itu. " Masyarakat harus bertindak... masyarakat tak akan mati jika mereka tidak minum Coca-Cola ", tutur Mahathir seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (6/1/2009). Mahathir mengkritik pemerintah AS karena menggagalkan resolusi PBB yang menyerukan penghentian aksi militer Israel di Gaza. Setidaknya 510 warga Palestina telah tewas sejak militer Israel melancarkan agresinya pada 27 Desember lalu. Serangan militer itu kebanyakan menewaskan warga sipil Palestina. Pemerintah Israel berdalih bahwa serangan itu dilakukan untuk menghentikan serangan roket yang kerap dilancarkan kelompok Hamas terhadap Israel . Berbuka Puasa dengan Daging Bayi Palestina . Siapa yang tak kenal KFC, Pizza Hut, atau Mc Donalds. Semuanya pasti mengakui pernah berkunjung dan menikmati enaknya masakan mereka. Tapi Kenapa kita di tuduh ikut membunuh rakyat palestina ?. Bulan Ramadhan 1428H telah menginjak hari kedua. Di hari pertama kemarin, saya melihat banyak Muslim Indonesia berbuka sambil memakan daging bayi-bayi Palestina. Mereka juga banyak yang berbuka dengan minum darah bayi-bayi dan anak-anak Palestina. Sore kemarin, banyak dari saudara-saudara kita yang berbuka puasa di gerai-gerai restoran makanan cepat saji (junk food) Amerika. Kita tahu sendirilah siapa saja gerai-gerai itu. Begitu adzan Maghrib bergema, dengan khusyuk mereka berdoa dan setelah itu dengan senyum mengembang mereka mulai mengambil hamburger berisi sayatan-sayatan kecil daging-daging bayi Palestina dan memakannya. Di meja mereka juga ada gelas-gelas plastik berisi darah bayi-bayi Palestina, dengan ditambahi batu es berbentuk kotak-kotak kecil. Alangkah nikmatnya mereka menyantap itu semua. Ini kejadian sungguhan !. Tahukah Anda bahwa semua ini adalah fakta sesungguhnya ?. Bukan terjadi di negeri dongeng atau pun di republik mimpi. Tahukah kita jika kita membeli makanan-makanan junk-food terkenal dari Amerika itu, membeli soft-dring terkenal produk Amerika itu, kita sesungguhnya tengah membeli daging dan darah bayi-bayi Palestina untuk kita konsumsi ?. Siapa pun Anda, jika Anda melakukan itu, maka Anda adalah seorang kanibal. Berkahkah berpuasa dengan melakukan itu semua ?. Jawab sendiri. Bulan November 2000 lalu Dr. Yusuf Qaradhawy telah mengeluarkan fatwa boikot pembelian produk-produk yang nyata-nyata telah membantu eksistensi Zionis-Israel. Jika kita membeli produk-produk itu, maka kita sungguh telah ikut membunuh bayi-bayi dan anak-anak Palestina. Lantas, produk-produk apa saja yang seperti itu dan diharamkan bagi umat Islam membelinya ?. Klik saja di www.inminds. co.uk . Di situs itu kita bisa melihat secara lengkap, berikut bukti-bukti tidak terbantahkan, bahwa perusahaan-perusaha an yang mengeluarkan produk-produk tersebut aktif membantu eksistensi Zionis-Israel. Saudaraku, hentikan kebiasaan berbuka puasa dengan meminum darah bayi-bayi Palestina. Hentikan berbuka puasa dengan mengkonsumsi daging bayi-bayi Palestina. Jika Anda, siapa pun juga, masih saja mengabaikan hal ini, maka Anda mengakui atau tidak telah menjadi sahabat bagi Zionis-Israel dan menjadi musuh bagi perjuangan menegakkan Islam. Silakan pilih. Toh, nanti kita akan mempertanggungjawab kannya sendiri-sendiri di yaumil akhir kelak. Kita tak akan mati jika tidak minum Coca-Cola . http://swaramuslim. com/berita/ more.php? id=5715_0_ 12_0_m ***** Organisasi-organisa si Muslim di Malaysia menyerukan boikot terhadap produk-produk AS, termasuk Coca Cola dan franchise kedai kopi Starbucks dalam aksi protes yang mereka gelar hari ini di Masjid Nasional di Kuala Lumpur. Satu kelompok muslim Malaysia mulai memboikot produk-produk utama AS Jumat dan saat bersamaan para demonstran negeri itu menuntut penghentian konflik Gaza menyusul meningkatnya kemarahan dunia Muslim atas ofensif Israel yang sudah memasuki hari keempatbelas. Asosiasi Konsumen Muslim Malaysia mengatakan, kaum muslim di negara Asia Tenggara itu tidak akan membeli produk buatan pabrik pasta gigi AS Colgate-Palmolive Co, minuman ringan Coca-Cola dan dan kedai kopi Starbucks untuk memprotes ketidakmauan AS beraksi menghentikan serangan Israel di Gaza. " Kami mengajak konsumen-konsumen Muslim untuk secara internasional bersatu sehingga kita bisa mengajarkan satu pelajaran pada Israel dan sekutu-sekutunya ", kata Ma'amor Osman, dalam pernyataan resmi asosiasi itu, kepada para wartawan yang berkerumun di masjid agung nasional setelah shalat Jumat. "Upaya ini untuk melawan arogansi dan kekejaman Israel dan sekutu-sekutunya terhadap rakyat Palestina ", katanya seraya mendesak pemerintah Malaysia mengakhiri semua kontrak dagang dengan perusahaan-perusaha an AS. Amerika Serikat adalah salah satu pasar ekspor terbesar Malaysia yang menyerap lebih dari sepersepuluh total ekspor Negara Jiran itu. Lebih dari 750 orang terbunuh dalam Perang Gaza dan Israel meneruskan ofensifnya Jumat ini dengan mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendesak diadakannya gencatan senjata segera dalam konflik itu. Serangan Israel telah membangkitkan rangkaian demonstrasi penuh kemarahan di banyak negara berpenduduk mayoritas muslim seperti Indonesia, Turki, Irak, Yordania dan Mesir. Sekitar 2.000 demonstran muslim berkumpul di luar Kedutaan Besar AS di ibukota Malaysia Jumat sambil meneriakkan slogan-slogan anti Israel dan teriakan Allahu Akbar di hadapan sekitar 100 polisi anti huru hara yang berdiri menyaksikan mereka. Salah seorang demonstran membawa boneka bayi yang ditutup selubung darah, sementara lainnya membakar orang-orangan seperti Presiden George W. Bush dan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert. Masjid-masjid di ibukota Malaysia menyelenggarakan doa khusus untuk warga Palestina. Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi mengumumkan sanksi terhadap Israel, dengan menyebut dunia mempunyai " kewajiban moral " untuk menyelamatkan Palestina, demikian suratkabar New Straits Times, Jumat. Mantan PM Mahathir Mohamad mendesak muslim seluruh dunia untuk menghentikan penggunaan dolar AS. " Jika cukup bagi kita untuk melakukan ini, maka nilai (dolar AS) akan jatuh, seperti mereka lakukan pada 1997 ", kata Mahathir menunjuk krisis ekonomi Asia tahun 1997 yang dia sebut sebagai ulah para spekulan mata uang. Mahathir menuntut PBB membentuk sebuah pengadilan kejahatan perang untuk mengadili para pemimpin Israel atas keterlibatannya dalam serangan ke Palestina. Mulai hari ini, Muslim Malaysia resmi Boikot Produk AS. http://swaramuslim. com/berita/ more.php? id=5720_0_ 12_0_m ***** Kami sedang patroli di Rafah. Tidak ada anjing-anjing di jalanan, yang ada hanya seorang bocah kecil tengah bermain dengan pasir. Dia sedang membuat rumah dari pasir. Teman kami mulai membidikkan senjatanya, tapi komandan kami melarang dan berkata, 'Jangan, dia hanya anak-anak. Tidak perlu ditembak. Patahkan saja leher atau tulang rusuknya . Lalu kami hampiri dia dan mematahkan tulang-tulangnya. Kami pergi meninggalkan anak itu . Disebabkan media-media besar dunia, juga nyaris seluruh kantor berita internasional, dikuasai jaringan Zionis Internasional, maka kekejaman dan kebiadaban tentara Zionis-Israel tidak diketahui banyak orang. Termasuk bagaimana cara dan perasaan para tentara penjajah ini saat menyiksa warga Palestina, baik itu bayi dan anak-anak kecil, para gadis dan para Muslimah, dan sebagainya. Sebuah foto dimuat dalam situs Kavkazcenter. com. Situs perjuangan Mujahidin Checnya misalnya pernah merilis sebuah foto yang sangat menyesakkan dada di mana seorang Muslimah Palestina sedang dikeroyok oleh tak kurang tiga tentara Israel dan tangan si Muslimah tersebut tengah berada dalam gigitan anjing besar yang dibawa tentara Zionis tersebut. Bagaimanakah perasaan kita bila sang Muslimah Palestina tersebut adalah ibu kita ?. Isteri kita ?. Anak kita ?. Atau saudara kita ?. Rakyat Palestina setiap hari senantiasa berada dalam siksaan dan sasaran tembak tentara-tentara Zionis tersebut. Terkait dengan hal itu, Harian Observer memuat kesaksian seorang psikolog Klinik Universitas Hebrew bernama Nufar Yishai-Karin. Psikolog Yahudi ini memeriksa dan mewawancarai delapan belas tentara Zionis-Israel yang banyak bertugas di daerah pendudukan. Ternyata Mereka banyak yang mengaku senang bisa menyiksa orang-orang Arab tersebut, ujarnya. Beberapa jawaban yang disampaikan tentara Zionis kepada Psikolog Yahudi tersebut sungguh-sungguh memperlihatkan bahwa mereka memang bukan manusia, tapi babi dan kera yang berwujud manusia. Inilah sebagian kutipannya : " (Menyiksa mereka) seperti minum anggur yang lezat ". " Jika saya tidak ditugaskan ke Rafah atau daerah di mana banyak orang Palestinanya dan tidak menyiksa mereka, sepekan saja, maka saya merasakan badan ini kurang sehat ". Beberapa tentara Israel bahkan mengakui bahwa menyiksa orang Palestina merupakan bagian dari keimanan mereka. " Kamu akan merasa kamu adalah hukum itu sendiri. Kamu adalah hukum. Kamu bebas untuk berbuat apa saja, bahkan terhadap anak-anak kecil dan tentu saja perempuan muda... " . " Kami adalah Tuhan, yang bisa berbuat apa saja terhadap mereka ! " . " Saya pernah melakukan yang amat saya suka. Seorang pemuda Palestina saya tendang kemaluannya. Saya pecahkan, hingga dia tidak akan pernah punya anak ". Seorang tentara Israel lainnya dengan bangga bercerita bagaimana dia menyiksa seorang Muslimah Palestina, "S aya pukul wajahnya dengan gagang senjata ini hingga hancur dan dia tidak bisa lagi meludahi saya sampai kapan pun ". Yang lain berkata, " Kami sedang patroli di Rafah. Tidak ada anjing-anjing di jalanan, yang ada hanya seorang bocah kecil tengah bermain dengan pasir. Dia sedang membuat rumah dari pasir. Teman kami mulai membidikkan senjatanya, tapi komandan kami melarang dan berkata, 'Jangan, dia hanya anak-anak. Tidak perlu ditembak. Patahkan saja leher atau tulang rusuknya . Lalu kami hampiri dia dan mematahkan tulang-tulangnya. Kami pergi meninggalkan anak itu ". Tak perlu tembak, Patahkan leher Mereka..!!!. http://swaramuslim. com/berita/ more.php? id=5714_0_ 12_0_m ***** Oh, Tuhan !. Saya tidak pernah melihat pemandangan mengerikan seperti ini ,' kata Abu Aukal, sambil menangis tersedu. Abu Aukal adalah seorang dokter. Bertugas di bagian gawat darurat, dia telah terbiasa menangani korban terluka maupun tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza, dalam berbagai kondisi. Tapi, tidak untuk yang satu ini. Dia hampir tak memercayai apa yang dilihatnya. Beberapa hari lalu, di kamp pengungsi Jabaliya, yang terletak di bagian utara Gaza City, tak jauh dari pintu perbatasan Erez, seorang bocah perempuan, Shahd (4 tahun), sedang bermain di halaman belakang rumahnya. Tiba-tiba, tentara Zionis Israel menyerang dan menembak membabi-buta. Bocah gemuk yang lucu itu bersimbah darah. Melihat anaknya tergeletak di lantai dengan kondisi mengenaskan, kedua orang tuanya buru-buru mengulurkan tangan hendak meraihnya. Tapi, serdadu Israel mengusirnya dengan hujan peluru. Kedua orang tua itu pun meninggalkan tempat itu, sementara anaknya masih tertidur di sana: entah sedang sekarat, entah sudah tewas. Rupanya tentara Israel yang selalu membawa anjing pelacak saat melakukan serangan darat ke Jalur Gaza, memang punya maksud tertentu dengan tindakannya itu. Jenazah Shahd sengaja dibiarkan tergeletak di halaman terbuka itu untuk (maaf) dijadikan santapan anjing. '' Anjing-anjing itu meninggalkan satu bagian utuh tubuh bayi malang itu '', kata Abu Aukal, dengan air mata berderai, saat menuturkan cerita tragis itu, seperti dikutip islamonline, kemarin. ''Kami melihat pemandangan memilukan selama 18 hari terakhir (agresi Israel). Kami mengangkat mayat anak-anak yang tercabik atau terbakar. Tapi, tak ada yang seperti ini '', kata Abu Aukal. Berhari-hari saudara Shahd, Matar, dan sepupunya, Muhammad, mencoba meraih tubuh gadis itu, tapi sia-sia. Lagi-lagi, tentara pendudukan Israel menggunakan bahasa tembakan untuk mengusir kedua bocah itu. Tapi, melihat tubuh Shahd yang terus dicabik anjing dari hari ke hari, Matar dan Muhammad tak tahan. Pada hari kelima, keduanya nekat mendekati tubuh Shahd yang masih tersisa untuk membawanya pulang. Belum lagi keduanya meraih tubuh Shahd, tentara Israel menghujani dengan tembakan. Keduanya tewas. Omran Zayda, tetangga Shahd, menilai tentara Israel sangat mengetahui apa yang mereka lakukan. '' Mereka (tentara Israel--Red) menghalau dan mencegah keluarga yang ingin mengambil mayat (Shahd), karena mengetahui anjing-anjing mereka akan memakannya '', katanya. Apa yang terjadi pada Shahd, kata Zayda, tak bisa digambarkan dengan kata-kata, tidak pula rekayasa kamera. '' Anda tidak akan pernah membayangkan apa yang telah dilakukan anjing-anjing itu kepada tubuh anak tak berdosa itu '', kata pria ini sambil menahan air matanya. Zayda menambahkan, ''Mereka bukan hanya membunuh anak-anak kami. Mereka juga melakukan tindakan yang sangat keji dan tak berperikemanusiaan ''. Sejumlah orang Palestina meyakini apa yang terjadi pada Shahd bukanlah satu-satunya kasus mengerikan yang dilakukan tentara Israel kepada warga Palestina di Gaza. Sebelumnya, menimpa keluarga Abu Rabu yang sedang mencoba menguburkan tiga anggota keluarganya yang tewas, ketika tentara Israel secara tiba-tiba mencegah acara penguburan itu dengan berondongan peluru. Saat keluarga yang sedang berduka itu menjauh, tentara Israel melepaskan anjing-anjing pelacaknya ke arah tubuh-tubuh itu. Peristiwa ini juga terjadi di Jabaliya. '' Apa yang terjadi ini sangat mengerikan dan tak terbayangkan '', kata Saad Abu Rabu, salah satu anggota keluarga itu. '' Anak-anak kami tewas di depan mata kami, tapi kami bahkan dicegah untuk menguburkan mereka. Orang-orang Israel melepaskan anjing-anjing ke arah tubuh-tubuh mereka, seakan yang mereka lakukan belum cukup '', katanya sambil menangis. Masih di Jabaliya, harian terkemuka Israel, Haaretz, melaporkan seorang dokter Palestina, dr Issa Salah (28), dibunuh tentara Israel, Senin (12/1), ketika sedang menolong korban serangan Israel. Menurut Mizan -sebuah organisasi kemanusiaan di Gaza- saat itu Issa dan timnya memasuki gedung yang diserang misil Israel. Issa dan timnya masuk ke gedung itu sambil meminta yang selamat untuk meninggalkan gedung, sementara tim medis itu mencari mereka yang menjadi korban. Tapi, beberapa menit kemudian, sebuah helikopter kembali menembakkan misilnya ke gedung itu. Issa pun tewas. Serangan itu juga menewaskan sejumlah wanita dan anak-anak. Tewasnya dr Issa membuat jumlah petugas medis yang dibunuh selama agresi Israel di Jalur Gaza menjadi tujuh orang. Selain itu, tiga rumah sakit dan empat klinik kesehatan juga dihancurkan oleh mesin-mesin perang Zionis. Peristiwa kelam yang terjadi di Gaza memang memilukan. Tak ada lagi sejengkal pun tempat yang aman untuk berlindung dari kebuasan mesin-mesin perang Israel. Bahkan, Israel pun seolah tak lagi mempunyai hati untuk sekadar memberi perlakuan yang baik kepada orang-orang yang telah dibunuhnya. Apa yang terjadi di Gaza, menurut pejabat senior United Nation Relief and Work Agency, John Ging, merupakan '' tes bagi kemanusiaan kita ''. Kisah Sedih dari Jabaliya. http://www.republik a.co.id/koran/ 14/26154. html ***** Peristiwa tersebut terekam salah seorang kamerawan. Sebelum tewas, salah seorang wartawan yang terluka sempat melambaikan tangan kepada pasukan penembak tersebut. Namun, tentara Israel kembali menghujaninya dengan peluru hingga wartawan tersebut tewas. Aksi mengecam serangan Isarel terus bergulir. Kali ini puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Harian Bogor (FWHB) menggelar unjuk rasa di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor. Dalam aksi kali ini bisa dibilang unik. Pasalnya, para jurnalis ini berorasi di depan seekor kuda yang biasa menarik delman. Hal itu sebagai sindiran terhadap lembaga dunia Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang selama ini tidak berdaya menghadapi tindakan Israel. Unjuk rasa para wartawan Bogor tersebut juga merupakan solidaritas atas tertembaknya dua wartawan Reuters yang dilakukan tentara Israel. Mereka mengecam aksi penembakan tersebut karena melanggar Konvensi Jenewa. " Ini adalah aspirasi dari kami yang minta penghentian tindakan brutal Israel di Palestina. Selama ini banyak pihak bersuara dan minta PBB bersikap, tapi tidak ada tindakannya ", teriak orator dalam aksinya. Menurut perwakilan FWHB Yopi, penembakan yang dilakukan tentara Israel telah melanggar Konvensi Jenewa, di mana wartawan harus dilindungi saat berada di peperangan. " Selain itu penembakan tersebut telah melanggar Hak Asasi Manusia ", imbuhnya di sela-sela aksi di Bogor, Senin (12/1/2009). Yopi mengemukakan kondisi Palestina yang tidak menentu mengakibatkan para jurnalis tidak percaya lagi terhadap badan dunia Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). "Sebagai bentuk ketidak percayaan terhadap PBB, maka para wartawan memilih mengadukan tindakan brutal Israel ke seekor kuda ", paparnya. Hal ini, kata Yopi, sebagai bentuk sindiran terhadap PBB yang tetap bungkam dalam menghentikan konflik Israel-Palestina. Selain itu, para pekerja media yang biasa meliput di wilayah Bogor ini juga melepaskan identitasnya sebagai bentuk penolakan tindakan brutal Israel. Aksi ini ditutup dengan doa bersama. Sebelumnya Pasukan Israel, ahad kemarin menembak mati dua wartawan televisi yang sedang meliput di Jalur Gaza, Palestina. Pasukan Israel pun menembaki sejumlah wartawan lainnya secara membabi buta hingga beberapa di antaranya mengalami luka serius. Peristiwa tersebut terekam salah seorang kamerawan. Sebelum tewas, salah seorang wartawan yang terluka sempat melambaikan tangan kepada pasukan penembak tersebut. Namun, tentara Israel kembali menghujaninya dengan peluru hingga wartawan tersebut tewas. Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) mengutuk pembunuhan terhadap Fadal Shana, seorang kamerawan Palestina. Pria berusia 23 tahun yang bekerja untuk kantor berita Reuters itu tewas akibat serangan membabi buta pasukan Israel di Jalur Gaza. Pasukan Israel menargetkan kendaraan-kendaraan dan para wartawan yang beridentitas jelas, seperti dengan tanda pers atau TV. Fadal Shana tewas ketika merekam gambar tank-tank Israel di Gaza Tengah , kata Presiden OANA, Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf, kemarin. Menurut Wakil Kepala Biro Reuters, Julian Rake, Shana telah melaksanakan tugasnya berdasarkan standar prosedur di bidang pers. Ketika dibunuh, ia mengenakan jaket dengan tanda yang jelas, yaitu tanda pers dan mobilnya juga bertandakan stiker pers. OANA juga menyerukan perlunya perlindungan terhadap media dan para wartawan akan dijamin pasukan Israel di Gaza. Ia pun meminta kepada dunia kewartawanan untuk meningkatkan protesnya terhadap desakan pasukan Israel soal media yang berupaya meliput konflik di Gaza. Pasukan Israel memberlakukan blokade terhadap media yang berusaha menulis laporan-laporan mengenai krisis di wilayah Gaza. Kebenaran tidak bisa dituturkan jika para wartawan tidak bisa bebas bergerak, untuk melakukan wawancara dengan siapa pun yang terlibat dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri apa yang sebenarnya terjadi di lapangan , katanya menambahkan. Biadab, Wartawan Menyerah, Masih di Tembak. http://swaramuslim. com/berita/ more.php? id=5721_0_ 12_0_m ***** ------------ --------- --------- --- Tarekat Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah klik http://www.SyaikhAc hmadSyaechudin. org ------------ --------- --------- --- Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger .yahoo.com/ invite/ [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional? Kirim email ke [email protected] http://capresindonesia.wordpress.com http://infoindonesia.wordpress.comYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
