Dari Moderator:
Larangan Boikot itu adalah larangan membeli atau memberikan uang untuk mendapat 
produk AS.

Kalau gratis atau sudah beli, ya pakai saja.
Jangan klik iklan2 yang muncul di situ.

Setiap uang yang kita belikan untuk produk AS, niscaya akan jadi senjata untuk 
membantai warga di Palestina.

Salam

Iya, kita boikot saja produk2 Amerika. Kita jangan pakai Milis Yahoo Group. Itu 
khan juga produk Amerika. Kita jangan ngetik pakai MS-Office. kalau perlu, kita 
jangan pakai bahasa Inggris...!!!

--- On Sat, 1/17/09, Taufik Dwidjowinarto <[email protected]> 
wrote:
From: Taufik Dwidjowinarto <[email protected]>
Subject: [ekonomi-nasional] Boikot Israel = Boikot USA .
To: "Milis : ekonomi nasional" <[email protected]>, "milis : 
eramuslim" <[email protected]>, "Milis : Syiar Islam" 
<[email protected]>, "milis : Tarekat" <[email protected]>
Date: Saturday, January 17, 2009, 5:19 PM










    
            McDonald's, KFC, A&W, dan produk lainnya masih tenang mengeruk uang 
rakyat Indonesia. Bagaimana di

negara lain ?. Mungkinkah kita Memboikot Produk Mereka ?.  Atau jangan-jangan 
kita Masih Setengah

Hati ?. Jangan khianati mereka ya Ikhwan...!!! .



Para ulama Hamas, Al Ikhwanul Muslimin dan berbagai organisasi perjuangan 
Muslimin di Timur Tengah

telah menyerukan boikot terhadap produk-produk yang mendukung negara Zionis 
Israel.  Syeikh Yusuf

Qardhawi telah mengeluarkan fatwa yang sangat rinci mengenai seruan ini.  
Qardhawi mengatakan,

haram hukumnya ummat Islam membeli produk dan barang dagangan Yahudi dan 
Amerika, dan

menganggapnya itu sebagai salah satu dosa besar.  Dia menambahkan, bahwa jihad 
sekarang ini hukum

fardhu `ain (wajib) karena Yahudi menghalalkan segala apa yang diharamkan dan 
tidak mengindahkan

norma-norma moral dan nilai-nilai kemanusiaan serta hukuman internasional.



Produk-produk Amerika perlu diboikot, karena negara ini ikut membiayai negara 
Israel, berupa

bantuan keuangan tiap tahun. Bahkan sebagian anggota Kongres Amerika kini 
sedang berusaha agar

Presiden George W Bush menaikkan bantuan kepada Israel. Program bantuan luar 
negeri tahun 2002

yang telah disetujui Presiden Bush adalah US$ 2,04 miliar untuk bantuan militer 
dan US$ 730 juta

bantuan keuangan, adalah hampir 20% dari total bantuan luar negeri Amerika ke 
seluruh dunia.



Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad menyerukan adanya boikot 
global atas dolar

AS dan produk-produk buatan AS termasuk Coca-Cola. Boikot itu sebagai protes 
atas dukungan AS pada

Israel.  Ditegaskan Mahathir, masyarakat harus mengambil tindakan terhadap AS 
atas dukungannya

pada Israel yang tengah melakukan agresi militer di Gaza.  " Jika kita berhenti 
menerima mata uang

AS, maka AS tak bisa berdagang dan tak bisa menghasilkan uang. Negara itu akan 
menjadi sangat

miskin dan akan terpaksa menghentikan produksi senjata yang lebih banyak untuk 
membunuh

orang-orang ", cetus Mahathir.  " Kita harusnya tidak membeli senjata-senjata 
dari AS. Kita bisa

membeli dari Rusia jika kita harus memiliki pesawat dan lainnya ", imbuh mantan 
pemimpin negeri

jiran itu.  " Masyarakat harus bertindak... masyarakat tak akan mati jika 
mereka tidak minum

Coca-Cola ",  tutur Mahathir seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa 
(6/1/2009). Mahathir

mengkritik pemerintah AS karena menggagalkan resolusi PBB yang menyerukan 
penghentian aksi militer

Israel di Gaza.



Setidaknya 510 warga Palestina telah tewas sejak militer Israel melancarkan 
agresinya pada 27

Desember lalu. Serangan militer itu kebanyakan menewaskan warga sipil 
Palestina. Pemerintah Israel

berdalih bahwa serangan itu dilakukan untuk menghentikan serangan roket yang 
kerap dilancarkan

kelompok Hamas terhadap Israel .



Berbuka Puasa dengan Daging Bayi Palestina .



Siapa yang tak kenal  KFC, Pizza Hut, atau Mc Donalds.  Semuanya pasti mengakui 
pernah berkunjung

dan menikmati enaknya masakan mereka. Tapi Kenapa kita di tuduh ikut membunuh 
rakyat palestina ?. 



Bulan Ramadhan 1428H telah menginjak hari kedua.  Di hari pertama kemarin, saya 
melihat banyak

Muslim Indonesia berbuka sambil memakan daging bayi-bayi Palestina. Mereka juga 
banyak yang

berbuka dengan minum darah bayi-bayi dan anak-anak Palestina.



Sore kemarin, banyak dari saudara-saudara kita yang berbuka puasa di 
gerai-gerai restoran makanan

cepat saji (junk food) Amerika.  Kita tahu sendirilah siapa saja gerai-gerai 
itu.  



Begitu adzan Maghrib bergema, dengan khusyuk mereka berdoa dan setelah itu 
dengan senyum

mengembang mereka mulai mengambil hamburger berisi sayatan-sayatan kecil 
daging-daging bayi

Palestina dan memakannya. Di meja mereka juga ada gelas-gelas plastik berisi 
darah bayi-bayi

Palestina, dengan ditambahi batu es berbentuk kotak-kotak kecil. Alangkah 
nikmatnya mereka

menyantap itu semua. Ini kejadian sungguhan !.



Tahukah Anda bahwa semua ini adalah fakta sesungguhnya ?.  Bukan terjadi di 
negeri dongeng atau

pun di republik mimpi. 



Tahukah kita jika kita membeli makanan-makanan junk-food terkenal dari Amerika 
itu, membeli

soft-dring terkenal produk Amerika itu, kita sesungguhnya tengah membeli daging 
dan darah

bayi-bayi Palestina untuk kita konsumsi ?.  Siapa pun Anda, jika Anda melakukan 
itu, maka Anda

adalah seorang kanibal.  



Berkahkah berpuasa dengan melakukan itu semua ?.  Jawab sendiri.



Bulan November 2000 lalu Dr. Yusuf Qaradhawy telah mengeluarkan fatwa boikot 
pembelian

produk-produk yang nyata-nyata telah membantu eksistensi Zionis-Israel. Jika 
kita membeli

produk-produk itu, maka kita sungguh telah ikut membunuh bayi-bayi dan 
anak-anak Palestina. 



Lantas, produk-produk apa saja yang seperti itu dan diharamkan bagi umat Islam 
membelinya ?.  Klik

saja di www.inminds. co.uk  .  Di situs itu kita bisa melihat secara lengkap, 
berikut bukti-bukti

tidak terbantahkan, bahwa perusahaan-perusaha an yang mengeluarkan 
produk-produk tersebut aktif

membantu eksistensi Zionis-Israel.



Saudaraku, hentikan kebiasaan berbuka puasa dengan meminum darah bayi-bayi 
Palestina.  Hentikan

berbuka puasa dengan mengkonsumsi daging bayi-bayi Palestina.  



Jika Anda, siapa pun juga, masih saja mengabaikan hal ini, maka Anda mengakui 
atau tidak telah

menjadi sahabat bagi Zionis-Israel dan menjadi musuh bagi perjuangan menegakkan 
Islam. 



Silakan pilih. Toh, nanti kita akan mempertanggungjawab kannya sendiri-sendiri 
di  yaumil akhir

kelak. 



Kita tak akan mati jika tidak minum Coca-Cola .

http://swaramuslim. com/berita/ more.php? id=5715_0_ 12_0_m



*****



Organisasi-organisa si Muslim di Malaysia menyerukan boikot terhadap 
produk-produk AS, termasuk

Coca Cola dan franchise kedai kopi Starbucks dalam aksi protes yang mereka 
gelar hari ini di

Masjid Nasional di Kuala Lumpur. Satu kelompok muslim Malaysia mulai memboikot 
produk-produk utama

AS Jumat dan saat bersamaan para demonstran negeri itu menuntut penghentian 
konflik Gaza menyusul

meningkatnya kemarahan dunia Muslim atas ofensif Israel yang sudah memasuki 
hari keempatbelas.



Asosiasi Konsumen Muslim Malaysia mengatakan, kaum muslim di negara Asia 
Tenggara itu tidak akan

membeli produk buatan pabrik pasta gigi AS Colgate-Palmolive Co, minuman ringan 
Coca-Cola dan dan

kedai kopi Starbucks untuk memprotes ketidakmauan AS beraksi menghentikan 
serangan Israel di Gaza.

  



" Kami mengajak konsumen-konsumen Muslim untuk secara internasional bersatu 
sehingga kita bisa

mengajarkan satu pelajaran pada Israel dan sekutu-sekutunya ", kata Ma'amor 
Osman, dalam

pernyataan resmi asosiasi itu, kepada para wartawan yang berkerumun di masjid 
agung nasional

setelah shalat Jumat.  "Upaya ini untuk melawan arogansi dan kekejaman Israel 
dan sekutu-sekutunya

terhadap rakyat Palestina ", katanya seraya mendesak pemerintah Malaysia 
mengakhiri semua kontrak

dagang dengan perusahaan-perusaha an AS.



Amerika Serikat adalah salah satu pasar ekspor terbesar Malaysia yang menyerap 
lebih dari

sepersepuluh total ekspor Negara Jiran itu.  



Lebih dari 750 orang terbunuh dalam Perang Gaza dan Israel meneruskan 
ofensifnya Jumat ini dengan

mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendesak diadakannya gencatan 
senjata segera dalam

konflik itu.  Serangan Israel telah membangkitkan rangkaian demonstrasi penuh 
kemarahan di banyak

negara berpenduduk mayoritas muslim seperti Indonesia, Turki, Irak, Yordania 
dan Mesir. 



Sekitar 2.000 demonstran muslim berkumpul di luar Kedutaan Besar AS di ibukota 
Malaysia Jumat

sambil meneriakkan slogan-slogan anti Israel dan teriakan Allahu Akbar di 
hadapan sekitar 100

polisi anti huru hara yang berdiri menyaksikan mereka.  Salah seorang 
demonstran membawa boneka

bayi yang ditutup selubung darah, sementara lainnya membakar orang-orangan 
seperti Presiden George

W. Bush dan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert.



Masjid-masjid di ibukota Malaysia menyelenggarakan doa khusus untuk warga 
Palestina. Perdana

Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi mengumumkan sanksi terhadap Israel, 
dengan menyebut dunia

mempunyai  " kewajiban moral "  untuk menyelamatkan Palestina, demikian 
suratkabar New Straits

Times, Jumat.



Mantan PM Mahathir Mohamad mendesak muslim seluruh dunia untuk menghentikan 
penggunaan dolar AS. 

" Jika cukup bagi kita untuk melakukan ini, maka nilai (dolar AS) akan jatuh, 
seperti mereka

lakukan pada 1997 ", kata Mahathir menunjuk krisis ekonomi Asia tahun 1997 yang 
dia sebut sebagai

ulah para spekulan mata uang.



Mahathir menuntut PBB membentuk sebuah pengadilan kejahatan perang untuk 
mengadili para pemimpin

Israel atas keterlibatannya dalam serangan ke Palestina. 



Mulai hari ini, Muslim Malaysia resmi Boikot Produk AS.

http://swaramuslim. com/berita/ more.php? id=5720_0_ 12_0_m



*****



Kami sedang patroli di Rafah. Tidak ada anjing-anjing di jalanan, yang ada 
hanya seorang bocah

kecil tengah bermain dengan pasir. Dia sedang membuat rumah dari pasir. Teman 
kami mulai

membidikkan senjatanya, tapi komandan kami melarang dan berkata,  'Jangan, dia 
hanya anak-anak.

Tidak perlu ditembak. Patahkan saja leher atau tulang rusuknya ‘.  Lalu kami 
hampiri dia dan

mematahkan tulang-tulangnya. Kami pergi meninggalkan anak itu .



Disebabkan media-media besar dunia, juga nyaris seluruh kantor berita 
internasional, dikuasai

jaringan Zionis Internasional, maka kekejaman dan kebiadaban tentara 
Zionis-Israel tidak diketahui

banyak orang. Termasuk bagaimana cara dan perasaan para tentara penjajah ini 
saat menyiksa warga

Palestina, baik itu bayi dan anak-anak kecil, para gadis dan para Muslimah, dan 
sebagainya. 



Sebuah foto dimuat dalam situs Kavkazcenter. com. Situs perjuangan Mujahidin 
Checnya misalnya

pernah merilis sebuah foto yang sangat menyesakkan dada di mana  seorang 
Muslimah Palestina sedang

dikeroyok oleh tak kurang tiga tentara Israel  dan  tangan si Muslimah tersebut 
tengah berada

dalam gigitan anjing besar yang dibawa tentara Zionis tersebut.



Bagaimanakah perasaan kita bila sang Muslimah Palestina tersebut adalah ibu 
kita ?.  Isteri kita

?.  Anak kita ?.  Atau saudara kita ?. 



Rakyat Palestina setiap hari senantiasa berada dalam siksaan dan sasaran tembak 
tentara-tentara

Zionis tersebut. Terkait dengan hal itu, Harian Observer memuat kesaksian 
seorang psikolog Klinik

Universitas Hebrew bernama Nufar Yishai-Karin. Psikolog Yahudi ini memeriksa 
dan mewawancarai

delapan belas tentara Zionis-Israel yang banyak bertugas di daerah pendudukan.  
Ternyata Mereka

banyak yang mengaku senang bisa menyiksa orang-orang Arab tersebut, ujarnya.  
Beberapa jawaban

yang disampaikan tentara Zionis kepada Psikolog Yahudi tersebut sungguh-sungguh 
memperlihatkan

bahwa mereka memang bukan manusia, tapi babi dan kera yang berwujud manusia. 
Inilah sebagian

kutipannya :  " (Menyiksa mereka) seperti minum anggur yang lezat ". " Jika 
saya tidak ditugaskan

ke Rafah atau daerah di mana banyak orang Palestinanya dan tidak menyiksa 
mereka, sepekan saja,

maka saya merasakan badan ini kurang sehat ".  



Beberapa tentara Israel bahkan mengakui bahwa menyiksa orang Palestina 
merupakan bagian dari

keimanan mereka.  " Kamu akan merasa kamu adalah hukum itu sendiri. Kamu adalah 
hukum. Kamu bebas

untuk berbuat apa saja, bahkan terhadap anak-anak kecil dan tentu saja 
perempuan muda... " .  "

Kami adalah Tuhan, yang bisa berbuat apa saja terhadap mereka ! " .  



" Saya pernah melakukan yang amat saya suka. Seorang pemuda Palestina saya 
tendang kemaluannya.

Saya pecahkan, hingga dia tidak akan pernah punya anak ".  Seorang tentara 
Israel lainnya dengan

bangga bercerita bagaimana dia menyiksa seorang Muslimah Palestina,  "S aya 
pukul wajahnya dengan

gagang senjata ini hingga hancur dan dia tidak bisa lagi meludahi saya sampai 
kapan pun ".



Yang lain berkata, " Kami sedang patroli di Rafah. Tidak ada anjing-anjing di 
jalanan, yang ada

hanya seorang bocah kecil tengah bermain dengan pasir. Dia sedang membuat rumah 
dari pasir. Teman

kami mulai membidikkan senjatanya, tapi komandan kami melarang dan berkata,  
'Jangan, dia hanya

anak-anak. Tidak perlu ditembak. Patahkan saja leher atau tulang rusuknya ‘.  
Lalu kami hampiri

dia dan mematahkan tulang-tulangnya. Kami pergi meninggalkan anak itu  ".



Tak perlu tembak, Patahkan leher Mereka..!!!.

http://swaramuslim. com/berita/ more.php? id=5714_0_ 12_0_m



*****



“ Oh, Tuhan !.  Saya tidak pernah melihat pemandangan mengerikan seperti ini 
“,' kata Abu

Aukal, sambil menangis tersedu. Abu Aukal adalah seorang dokter. Bertugas di 
bagian gawat darurat,

dia telah terbiasa menangani korban terluka maupun tewas akibat agresi Israel 
di Jalur Gaza, dalam

berbagai kondisi.  Tapi, tidak untuk yang satu ini. Dia hampir tak memercayai 
apa yang dilihatnya.

 Beberapa hari lalu, di kamp pengungsi Jabaliya, yang terletak di bagian utara 
Gaza City, tak jauh

dari pintu perbatasan Erez, seorang bocah perempuan, Shahd (4 tahun), sedang 
bermain di halaman

belakang rumahnya.  Tiba-tiba, tentara Zionis Israel menyerang dan menembak 
membabi-buta. Bocah

gemuk yang lucu itu bersimbah darah.  Melihat anaknya tergeletak di lantai 
dengan kondisi

mengenaskan, kedua orang tuanya buru-buru mengulurkan tangan hendak meraihnya. 
Tapi, serdadu

Israel mengusirnya dengan  hujan peluru. Kedua orang tua itu pun meninggalkan 
tempat itu,

sementara anaknya masih tertidur di sana: entah sedang sekarat, entah sudah 
tewas.  Rupanya

tentara Israel yang selalu membawa anjing pelacak saat melakukan serangan darat 
ke Jalur Gaza,

memang punya maksud tertentu dengan tindakannya itu. Jenazah Shahd sengaja 
dibiarkan tergeletak di

halaman terbuka itu untuk (maaf) dijadikan santapan anjing.



'' Anjing-anjing itu meninggalkan satu bagian utuh tubuh bayi malang itu '',  
kata Abu Aukal,

dengan air mata berderai, saat menuturkan cerita tragis itu, seperti dikutip 
islamonline, kemarin.

 ''Kami melihat pemandangan memilukan selama 18 hari terakhir (agresi Israel). 
Kami mengangkat

mayat anak-anak yang tercabik atau terbakar. Tapi, tak ada yang seperti ini '', 
kata Abu Aukal. 



Berhari-hari saudara Shahd, Matar, dan sepupunya, Muhammad, mencoba meraih 
tubuh gadis itu, tapi

sia-sia. Lagi-lagi, tentara pendudukan Israel menggunakan bahasa tembakan untuk 
mengusir kedua

bocah itu.  Tapi, melihat tubuh Shahd yang terus dicabik anjing dari hari ke 
hari, Matar dan

Muhammad tak tahan. Pada hari kelima, keduanya nekat mendekati tubuh Shahd yang 
masih tersisa

untuk membawanya pulang. Belum lagi keduanya meraih tubuh Shahd, tentara Israel 
menghujani dengan

tembakan.  Keduanya tewas. Omran Zayda, tetangga Shahd, menilai tentara Israel 
sangat mengetahui

apa yang mereka lakukan.  '' Mereka (tentara Israel--Red) menghalau dan 
mencegah keluarga yang

ingin mengambil mayat (Shahd), karena mengetahui anjing-anjing mereka akan 
memakannya '', 

katanya.  



Apa yang terjadi pada Shahd, kata Zayda, tak bisa digambarkan dengan kata-kata, 
tidak pula

rekayasa kamera. '' Anda tidak akan pernah membayangkan apa yang telah 
dilakukan anjing-anjing itu

kepada tubuh anak tak berdosa itu '', kata pria ini sambil menahan air matanya. 
 Zayda

menambahkan, ''Mereka bukan hanya membunuh anak-anak kami. Mereka juga 
melakukan tindakan yang

sangat keji dan tak berperikemanusiaan ''.



Sejumlah orang Palestina meyakini apa yang terjadi pada Shahd bukanlah 
satu-satunya kasus

mengerikan yang dilakukan tentara Israel kepada warga Palestina di Gaza. 
Sebelumnya, menimpa

keluarga Abu Rabu yang sedang mencoba menguburkan tiga anggota keluarganya yang 
tewas, ketika

tentara Israel secara tiba-tiba mencegah acara penguburan itu dengan 
berondongan peluru. Saat

keluarga yang sedang berduka itu menjauh, tentara Israel melepaskan 
anjing-anjing pelacaknya ke

arah tubuh-tubuh itu.  



Peristiwa ini juga terjadi di Jabaliya.  '' Apa yang terjadi ini sangat 
mengerikan dan tak

terbayangkan '', kata Saad Abu Rabu, salah satu anggota keluarga itu. '' 
Anak-anak kami tewas di

depan mata kami, tapi kami bahkan dicegah untuk menguburkan mereka. Orang-orang 
Israel melepaskan

anjing-anjing ke arah tubuh-tubuh mereka, seakan yang mereka lakukan belum 
cukup '',  katanya

sambil menangis.



Masih di Jabaliya, harian terkemuka Israel, Haaretz, melaporkan seorang dokter 
Palestina, dr Issa

Salah (28), dibunuh tentara Israel, Senin (12/1), ketika sedang menolong korban 
serangan Israel.

Menurut Mizan -sebuah organisasi kemanusiaan di Gaza- saat itu Issa dan timnya 
memasuki gedung

yang diserang misil Israel.  Issa dan timnya masuk ke gedung itu sambil meminta 
yang selamat untuk

meninggalkan gedung, sementara tim medis itu mencari mereka yang menjadi 
korban. Tapi, beberapa

menit kemudian, sebuah helikopter kembali menembakkan misilnya ke gedung itu.  
Issa pun tewas.

Serangan itu juga menewaskan sejumlah wanita dan anak-anak. Tewasnya dr Issa 
membuat jumlah

petugas medis yang dibunuh selama agresi Israel di Jalur Gaza menjadi tujuh 
orang. Selain itu,

tiga rumah sakit dan empat klinik kesehatan juga dihancurkan oleh mesin-mesin 
perang  Zionis.



Peristiwa kelam yang terjadi di Gaza memang memilukan. Tak ada lagi sejengkal 
pun tempat yang aman

untuk berlindung dari kebuasan mesin-mesin perang Israel. Bahkan, Israel pun 
seolah tak lagi

mempunyai hati untuk sekadar memberi perlakuan yang baik kepada orang-orang 
yang telah dibunuhnya.

Apa yang terjadi di Gaza, menurut pejabat senior United Nation Relief and Work 
Agency, John Ging,

merupakan '' tes bagi kemanusiaan kita ''.



Kisah Sedih dari Jabaliya.

http://www.republik a.co.id/koran/ 14/26154. html



*****



Peristiwa tersebut terekam salah seorang kamerawan. Sebelum tewas, salah 
seorang wartawan yang

terluka sempat melambaikan tangan kepada pasukan penembak tersebut. Namun, 
tentara Israel kembali

menghujaninya dengan peluru hingga wartawan tersebut tewas.



Aksi mengecam serangan Isarel terus bergulir. Kali ini puluhan wartawan yang 
tergabung dalam Forum

Wartawan Harian Bogor (FWHB) menggelar unjuk rasa di kawasan Tugu Kujang, Kota 
Bogor. Dalam aksi

kali ini bisa dibilang unik. Pasalnya, para jurnalis ini berorasi di depan 
seekor kuda yang biasa

menarik delman. Hal itu sebagai sindiran terhadap lembaga dunia Perserikatan 
Bangsa Bangsa (PBB)

yang selama ini tidak berdaya menghadapi tindakan Israel.  Unjuk rasa para 
wartawan Bogor tersebut

juga merupakan solidaritas atas tertembaknya dua wartawan Reuters yang 
dilakukan tentara Israel.

Mereka mengecam aksi penembakan tersebut karena melanggar Konvensi Jenewa.  



" Ini adalah aspirasi dari kami yang minta penghentian tindakan brutal Israel 
di Palestina. Selama

ini banyak pihak bersuara dan minta PBB bersikap, tapi tidak ada tindakannya ", 
 teriak orator

dalam aksinya. Menurut perwakilan FWHB Yopi, penembakan yang dilakukan tentara 
Israel telah

melanggar Konvensi Jenewa, di mana wartawan harus dilindungi saat berada di 
peperangan. "  Selain

itu penembakan tersebut telah melanggar Hak Asasi Manusia ", imbuhnya di 
sela-sela aksi di Bogor,

Senin (12/1/2009). Yopi mengemukakan kondisi Palestina yang tidak menentu 
mengakibatkan para

jurnalis tidak percaya lagi terhadap badan dunia Perserikatan Bangsa Bangsa 
(PBB).  "Sebagai

bentuk ketidak percayaan terhadap PBB, maka para wartawan memilih mengadukan 
tindakan brutal

Israel ke seekor kuda ",  paparnya. Hal ini, kata Yopi, sebagai bentuk sindiran 
terhadap PBB yang

tetap bungkam dalam menghentikan konflik Israel-Palestina. Selain itu, para 
pekerja media yang

biasa meliput di wilayah Bogor ini juga melepaskan identitasnya sebagai bentuk 
penolakan tindakan

brutal Israel. Aksi ini ditutup dengan doa bersama. 



Sebelumnya Pasukan Israel, ahad kemarin menembak mati dua wartawan televisi 
yang sedang meliput di

Jalur Gaza, Palestina. Pasukan Israel pun menembaki sejumlah wartawan lainnya 
secara membabi buta

hingga beberapa di antaranya mengalami luka serius. Peristiwa tersebut terekam 
salah seorang

kamerawan. Sebelum tewas, salah seorang wartawan yang terluka sempat 
melambaikan tangan kepada

pasukan penembak tersebut. Namun, tentara Israel kembali menghujaninya dengan 
peluru hingga

wartawan tersebut tewas.



Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) mengutuk pembunuhan terhadap Fadal 
Shana, seorang

kamerawan Palestina. Pria berusia 23 tahun yang bekerja untuk kantor berita 
Reuters itu tewas

akibat serangan membabi buta pasukan Israel di Jalur Gaza. “ Pasukan Israel 
menargetkan

kendaraan-kendaraan dan para wartawan yang beridentitas jelas, seperti dengan 
tanda pers atau TV.

Fadal Shana tewas ketika merekam gambar tank-tank Israel di Gaza Tengah “,  
kata Presiden OANA,

Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf, kemarin.



Menurut Wakil Kepala Biro Reuters, Julian Rake, Shana telah melaksanakan 
tugasnya berdasarkan

standar prosedur di bidang pers. Ketika dibunuh, ia mengenakan jaket dengan 
tanda yang jelas,

yaitu tanda pers dan mobilnya juga bertandakan stiker pers. OANA juga 
menyerukan perlunya

perlindungan terhadap media dan para wartawan akan dijamin pasukan Israel di 
Gaza. Ia pun meminta

kepada dunia kewartawanan untuk meningkatkan protesnya terhadap desakan pasukan 
Israel soal media

yang berupaya meliput konflik di Gaza.



Pasukan Israel memberlakukan blokade terhadap media yang berusaha menulis 
laporan-laporan mengenai

krisis di wilayah Gaza.  “ Kebenaran tidak bisa dituturkan jika para wartawan 
tidak bisa bebas

bergerak, untuk melakukan wawancara dengan siapa pun yang terlibat dan 
menyaksikan dengan mata

kepala sendiri apa yang sebenarnya terjadi di lapangan “, katanya menambahkan.



Biadab, Wartawan Menyerah, Masih di Tembak.

http://swaramuslim. com/berita/ more.php? id=5721_0_ 12_0_m



*****



------------ --------- --------- ---

  

  Tarekat Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah

  klik

  http://www.SyaikhAc hmadSyaechudin. org

    

------------ --------- --------- ---

  



Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail ke 
Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger .yahoo.com/ invite/




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional?
Kirim email ke [email protected]
http://capresindonesia.wordpress.com
http://infoindonesia.wordpress.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke