Actually, lebih asyik menunggu persaingan 2014....
Btw siapa ya next generation setelah era Mega, SBY, Amien Rais, Gus Dur,
Wiranto......



2009/1/20 Taufik Dwidjowinarto <[email protected]>

>   Dear friends,
>
> Sebenarnya lagi 'males' mengkritik pak SBY.
> Karena itu dapat diartikan sebagai mendukung pak Sultan HBX.
> Padahal kitorang masihlah belum sreg mendukungnya, sebab itu dapat berarti
> mendukung pula
> kegemasan dan kegeraman istri permaisurinya terhadap telah disahkannya UU
> Anti Pornografinya, yg
> kata beliau target perjuangannya adalah dicabutnya UU tersebut.
> Wah, madep mantep tekadnya sama mantepnya seperti PKS dong, beliau madep
> mantep dalam demo Anti UU
> tersebut, sdgkan PKS madep mantepnya dalam demo Anti Israel .
> He3x, asyik juga sih membaca ulasan2 di milis2 mengenai kegemasannya Calon
> Ibu Negara Republik
> Indonesia ini saat melihat bulu dadanya bang Rhoma Irama.
> Jujur sih, kita orang juga masih seneng juga lihat yg porno-porno asyik
> tuh, termasuk menikmati
> dari kejauhan betapa mulusnya paha wanita berbaju rok mini, juga masih
> demen memelototi belahan
> dada yang menyembul dibalik kemben modern ala thank top, tontonan gratis
> sih, sayang dilewatkan,
> ya nggak bro ?.
>
> Sebenarnya juga lagi 'sungkan' ikutan mengkritik pak SBY.
> Karena juga itu dapat diartikan mendukung ibu Megawati.
> Padahal kita juga masih belum sembuh dari keterkejutan terhadap penjualan
> aset2 negara secara
> obral di zamannya berkuasa.
> He3x, masih teringat betapa asyiknya membaca pula ulasan2 dimasa lalu di
> milis2 mengenai ibu
> mantan Presiden yang katanya sempat terpeleset 'minyak/gas' sewaktu
> melantai di lantai dansa
> saat kunjungan ke Beijing dahulu.
>
> Tapi, nyuwun sewu ya, bahwa benar juga ya zaman pak SBY mulai berkuasa
> harga premium Rp.
> 1.800/liter,
> Dinaikan 3x Rp. 6.000/liter, dan saat ini setelah diturunkan 3x jadi Rp
> 4.500/liter.
>
> Jadi kalau mau jujur iklan soal prestasi di bidang BBM itu sih harusnya
> menyebutkan bahwa harga
> premium dari Rp. 1.800/liter menjadi Rp 4.500/liter.
> Dan, kurs USD dari Rp 9.000/1 US$ jadi Rp 11.500/1 US$ .
> Lha itu baru fair.
> Begitu friends ?
>
> Oklah, yang penting happy2 aja siapapun presidennya, ya nggak friend ?.
> peace man !!!.
>
> (He3x, judul postingannya buagus banget lho : Alhamdulillah BBM 3 x Turun
> dan 3 x Naik ! .
> So, harusnya harganya balik ke semula dong ? ).
>
> A Nizami menulis :
>
> Di iklan2 TV digambarkan masyarakat Indonesia sangat bersyukur karena BBM 3
> x turun hingga BBM
> jadi murah. Ini tidak pernah terjadi dalam sejarah !.
>
> Buat kampanye sih sah-sah saja hal yang positif dikemukakan.
> Tapi kalau cuma satu sisi saja, rasanya kurang baik. Nanti akhirnya SBY dan
> Partai Demokrat jadi
> cepat puas sehingga malas membuat perubahan yang lebih baik untuk rakyat.
>
> BBM (Premium) memang turun dari Rp 6.000/liter
> jadi Rp. 5.500, Rp 5.000,
> kemudian Rp 4.500/liter.
> BBM turun 3x.
>
> Harap diingat pula, di zaman SBY pula BBM naik sampai 3 kali !.
> Kalau turun besarnya hanya 10% atau kurang,
> ketika naik justru sampai 125% !.
>
> Silahkan baca di sini:
>
> http://capresindonesia.wordpress.com/category/bbm/pendukung-kenaikan-harga-bbm/
>
> BBM ketika SBY baru berkuasa premium Rp. 1.800/liter.
> Kemudian naik jadi Rp. 2.400/liter.
> Lalu naik jadi Rp. 4.500/liter.
> Kemudian jadi Rp. 6.000/liter.
> Itu pun BBM dan gas sering langka dan masyarakat sering antri.
>
> Kalau pun harganya sekarang kembali jadi Rp. 4.500/liter, tetap saja itu
> harga tertinggi karena
> zaman presiden sebelumnya harga premium tidak setinggi itu.
>
> Selain itu dengan harga minyak dunia US$ 40/barrel
> (harga nymex.com saat ini hanya US$ 34/barrel)
> dan kurs rupiah= Rp. 11.000/1 US$,
> harusnya dengan harga "PASAR" premium cukup Rp. 3.800/liter
> (1 barrel=159 liter).
> Jadi harga premium saat ini masih di atas harga pasar.
>
> Jika harga minyak ditetapkan sekedar di atas HPP (pemerintah untung ala
> kadarnya) di mana 1 juta
> bph diproduksi sendiri serta hanya 0,2 juta bph diimpor dari luar, maka
> dengan harga Rp.
> 2.400/liter saja pemerintah sudah untung !.
>
> Oleh karena itu jika pemerintah SBY-JK benar2 peduli rakyat, turunkan BBM
> hingga Rp 3.000/liter.
> Meski ini tetap lebih tinggi dari harga Rp 1.800/liter ketika SBY baru
> berkuasa,
> namun ini akan meringankan rakyat.
>
> Dengan anjloknya nilai rupiah dari Rp 9.000/1 US$ jadi Rp 11.500/1 US$ juga
> menunjukkan
> kemunduran.
> Zaman Habibie rupiah=Rp 7.000/1 US$
> Zaman Gus Dur dan Mega rupiah = Rp 8.000/1 US$
> Zaman SBY rupiah = Rp 11.500/1 US$
>
> Ini adalah satu kemunduran.
> Tak heran jika supir angkutan umum menolak turun dari Rp 2.500 ke Rp 2.000,
> karena harga makanan warteg sudah naik dan suku cadang kendaraan juga naik
> akibat anjloknya nilai
> rupiah.
>
> Semoga ini bisa jadi bahan evaluasi bagi tim SBY.
> Jangan ABS (Asal Bapak Senang).
> Tapi lakukan yang terbaik bagi rakyat.
>
> ***
>
> ---------------------------------
>
> Tarekat Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah
> klik
> http://www.SyaikhAchmadSyaechudin.org
>
> ---------------------------------
>
>
> Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? Buat
> Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
>
>  
>



-- 
Agung Bayu Purwoko
Economic Research Group
Bank Indonesia Padang


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke