Pagi ini agak berbeda dengan pagi yang kemarin. Sedikit banyak rakyat Indonesia ada yang bangun lebih siangan dibandingkan hari kemarin, maklumlah, usai begadang. Tontonan serempak televisi Indonesia tadi malam menyedot perhatian sebagian besar rakyat Indonesia, tayangan langsung ‘Pesta Inaugurasi Presiden AS yang ke-44’, Barrack Hussein Obama.
Konon, ada yang sampai ngebela-belain menahan kantuk, karena konon katanya hidup itu hanya sekali maka akan rugi besar jika tak melihat tayangan itu. Tapi banyak pula tak merasakan kantuk, maklumlah kantuk tak akan terasa bila hati gembira dan jiwa penuh semangat jika sudah nongkrong clubing bareng bersama kolega di banyak kafe yang menyelengarakan acara ‘nonton bareng’ tayangan langsung ini. Beberapa televisi swasta Indonesia, termasuk Metro TV, TV One, Antv, tentulah tak akan ketinggalan menayangkannya. Maklumlah, acara ini diperkirakan akan mempunyai rating tontonan yang tinggi. Walaupun konon ongkosnya pun tak murah, kabar burung mengatakan harga pembelian hak siar ‘pesta rakyat Amerika Serikat’ itu berharga cukup mahal. Namun pagi ini belumlah ada yang mengabarkan, apakah tayangan serempak televisi Indonesia yang semalam itu juga menyertakan pula stasiun televisi negara, TVRI . Wajar juga jika sebagian rakyat Indonesia menyambut gembira pelantikan Presiden baru Amerika Serikat itu, maklumlah Obama mempunyai semacam keterikatan batin dengan rakyat Indonesia katanya. Dan lagi, mengapa tak gembira jika untuk sementara waktu penjajah ‘IsraHell’ menghentikan operasi militernya di jalur Gaza, yang kata sebagian rakyat Indonesia menilainya tindakan penjajahan ‘IsraHell’ sebagai persoalan ‘politik’ belaka, bukan berlatar belakang soal ‘ideologi’ !!!, bahkan ada yang mengatakan hanyalah persoalan kepentingan ‘politik ekonomi’ saja. Amerika Serikat dan Israel memang seperti pinang dibelah dua. Israel membantai Muslim di Gaza palestina dibilang bermotif ‘politik ekonomi’ belaka, sama katanya dengan Irak dijajah Amerika Serikat pun dibilang hanya soal ‘penjahanan ekonomi’ saja. Wallahu’alambishshawab. *** Disaat semalam 'dunia' sedang gegap gempita menyambut datangnya 'tuan' baru 'polisi dunia', dan sementara 'anjing' peliharaannya tumben-tumbennya mematuhi mau si tuan dengan berhenti menggonggong, saya malah tertidur lelap dan telah terbang ke mimpi-mimpi kebebasan, kemerdekaan, yang diraih dengan darah dan air mata serta nyawa anak-anak Palestina. Pagi ini saya membaca koran dan juga melihat sejumlah headline beberapa situs berita yang memberitakan inaugurasi /pelantikan presiden Amerika terpilih, Barrack Hussein Obama. Namanya yang kurang lebih artinya 'keberkahan dan kebaikan', sedangkan Obama kurang lebih berarti 'orang brengsek'. Kalau tidak percaya, silakan cek di http://wiki.answers.com/Q/What_is_the_meaning_of_the_name_Obama. Saya sengaja tidak menonton karena 'sudah tahu' dan ‘bosan’ saja. Dulu sewaktu kecil, saya pernah diajak oleh bapak saya datang ke kantor beliau untuk ikut merayakan pelantikan presiden terpilih Ronald Reagan. Saya diajak ke kedutaan Amerika karena memang bapak saya bekerja di sana di bagian USIS, United States Information Service. Di sana saya menonton acara pelantikan, acara protokoler dan sebagainya langsung melalui tivi satelit yang pada zaman itu hanya orang-orang tertentu saja yang punya. * * * Saya membayangkan, bahwa dengan adanya acara pelantikan ini, maka penjajah ‘IsraHell’ pun sampai berhenti dulu, gencatan senjata dulu, demi untuk menghormati Amerika. Seolah bagai peliharaan yang baik, si tuan menyuruhnya 'berhenti dong, saya mau ada pesta nih !' ,lalu berhentilah dia. Hanya saya ragu dengan berhentinya kelakuan ‘IsraHell’, apakah karena memang takut dengan tuannya yang memang terkesan 'galak', atau mungkin karena si tuan malah sebetulnya yang licik, biasa lempar batu sembunyi tangan ?. Dan.. apa iya, bahwa ‘Amerika’ adalah 'tuan' bagi ‘IsraHell’ ?. Sepertinya malah terbalik deh, ‘IsraHell’-lah 'tuan' bagi ‘Amerika’, karena hampir semua asset yang dimiliki oleh Amerika itu berasal dari duitnya yahudi. * * * Saya memang tidak menonton acara itu. Saya lebih memilih tidur ketimbang lihat. Selain karena saya sakit gigi, itu juga sebagai bukti protes saya kepada stasiun tivi. Kenapa acara pelantikan presiden negeri orang yang jauh-jauh dan mahal-mahal biayanya malah terus diliput ? . Padahal acara pelantikan presiden negeri sendiri jauh lebih lucu dan lebih menyenangkan dilihat lho... ! . Murah lagi...! . Dan uang yang digunakan untuk menyewa siaran (atau apalah namanya) yang jelas mengucurkan dana yang tidak sedikit, itu bukannya lebih baik disumbangkan untuk membantu saudara-saudara kita di negeri ini ?. Mungkin membantu saudara kita di Palestina sana, kedengarannya terlalu naif. Pasti nanti timbul suara sumbang, ' lha wong di negeri sendiri aja banyak orang sengsara ' kata 'beberapa orang' yang memandang tindakan penjajahan ‘IsraHell’ adalah berlatarkan ‘ bukan ideologi !!! '. * * * Bicara soal dana, untuk memulihkan (recovery) Palestina setelah dihitung-hitung kemarin kurang lebih berjumlah 5 triliun rupiah. Arab Saudi siap menggelontorkan dana US$ 2 milyar untuk membantu pemulihan itu. Yah, mereka tidak bisa bantu untuk ‘mencegah’ penjajahan ‘IsraHell’, tapi niat baik mereka untuk membantu dari segi dana pemulihan jangan lantas dipandang sebelah mata dan ditepiskan. Saya ingat waktu Aceh porak poranda diterjang Tsunami, maka bantuan dari seluruh dunia berdatangan untuk membantu Aceh agar bisa kembali seperti sedia kala atau malah bisa lebih baik lagi. Dan syukuralhamdulillah hasilnya bisa dilihat seperti yang kita saksikan Aceh sekarang. Hmm.. sepertinya Allah memang sengaja membuat begitu ya. Aceh harus diterjang bencana dulu, baru mereka sadar bahwa negara yang mana mereka berusaha untuk melepaskan diri darinya, ternyata tetap punya perhatian dan tetap membantu dengan tulus dan ikhlas. Dan soal Palestina, umat Islam ini memang harus dihadapkan kenyataan bahwa musuh yang dihadapi adalah satu : Yahudi a.k.a IsraHell. Dan sepertinya memang Palestina harus digempur oleh penjajah itu dulu, baru kita semua, dari semua warna, semua golongan, semua jama'ah, semua fikroh, bersatu padu untuk balas menggempur musuh itu. Dan setelah itu bersatu padu juga untuk membangun kembali entah dari puing-puing, atau malah sebaiknya, membangun dari mula saja. Maaf, Saya Tidak Nonton. http://www.warnaislam.com/rubrik/kolom/2009/1/21/29700/Maaf_Saya_Tidak_Nonton.htm *** MENGAPA militer Israel menghentikan (sementara) serangannya di Gaza ? . Mengapa rezim Zionis tiba-tiba "bersikap manis" dengan menyatakan gencatan senjata sepihak ?. Sejumlah pengamat, bahkan orang Israel sendiri, mengatakan, Israel kalah perang atau setidaknya gagal total dalam mencapai tujuannya menyerang Gaza/Hamas. Pertama, Israel merasa tidak akan mampu menumpas Hamas. Meneruskan perang hanya akan memperkuat popularitas Hamas berkat simpati dunia atas korban sipil -utamanya wanita dan anak-anak- di pihak Palestina. Menurut analisis politik Najah Nasional University Nablus, Dr. Abdelsattar Qassem, perang yang terjadi di Gaza hanya menjadikan Hamas sebagai kekuatan perjuangan yang sangat dikagumi dikalangan penduduk. “Popularitas Hamas kini menyeruak ke seluruh dunia… dan Otoritas Palestina (PA) yang dipimpin Presiden Mahmud Abbas tersungkur”, ujar Dr. Qassem. Hamas sendiri menyatakan, Israel telah gagal mencapai tujuannya. "We kill 80, Lost 48", kata jurubicara Brigade Izzuddin Al-Qassam (sayap militer Hamas), Abu Obeida. "Kami membunuh sedikitnya 80 tentara Israel dan kehilangan 48 pejuang kami," katanya sepertid dilansir islamonline.net (20/1). Kedua, Israel sebenarnya rugi besar dengan menyerang Gaza. Jumlah korban di pihak Israel bukan puluhan, tapi ratusan, sebagaimana diakui anggota parlemen Israel dari Partai Likud, Yisrael Katz. “Israel tidak mencapai tujuannya dan menimbulkan ratusan korban di kalangan militernya”, kata Katz seperti diberitakan koran terkemuka Inggris, The Observer. Perang Gaza, tulis The Obeserver, menimbulkan kekalahan secara militer dan moral di pihak Israel. Katz menegaskan, operasi militer ke Gaza gagal total. Itu dibuktikan dengan pengumuman Perdana Menteri Israel yang secara sepihak menyatakan gencatan senjata di Gaza. Isreal tidak mampu memusnahkan kekuatan Hamas, tidak pula menghasilkan perjanjian penghentian pengiriman senjata, serta gagal membebaskan Kopral Gilad Shalid. “ Israeli Likud lawmaker Yisrael Katz admitted the failure of the Israeli military aggression on the Gaza Strip, asserting that Israel did not achieve its goals in the war which resulted in hundreds of casualties in the ranks of its troops. Katz said that the military operation in Gaza did not succeed after Israeli premier Ehud Olmert announced a unilateral ceasefire, pointing out that Israel neither eliminated the strength of the Palestinian resistance factions, nor reached an agreement to stop arms supplies to Gaza or get Israeli soldier Gilad Shalit released. The Observer, one of the best-selling newspapers in the UK, said that the war on Gaza inflicted a moral defeat on Israel ”. (www.ikhwanweb.com). Hal senada dikemukakan Kepala Agen Keamanan Israel (Shin Bet), Yuval Diskin. Seperti dilansir The Australian, Diskin mengakui kekalahan militer Israel. Saat perang berlangsung, Kepala Israel Security Agency (ISA) menegaskan ketidakmampuan angkatan bersenjata Zionis-Israel dalam mengatasi Hamas. Diskin juga mengatakan, tidak semua target, termasuk terowongan-terowongan sepanjang Mesir, Palestina dan Gaza bisa dihancurkan. Ketiga, meluas dan meningkatnya simpati dunia kepada Palestina, bersamaan dengan kecaman jutaan demonstran di seluruh dunia terhadap Zionis Israel, mengarah pada ‘aksi damai’ berupa ‘boikot produk Yahudi’. Aksi boikot diyakini mampu merontokkan bisnis kaum Yahudi sekaligus melumpuhkan negara Israel. Israel khawatir, jika tidak segera menghentikan perang, kampanye boikot itu membebas dan meluas. Kantor Berita Qudsna memberitakan, koran Yediot Aharonot Israel menulis, negara-negara Eropa seperti Denmark, Swedia, dan Norwegia membatalkan sejumlah besar kontrak pembelian produk Israel. Yediot Aharonot juga melaporkan list produk makanan yang rusak karena Eropa tidak bersedia menerima barang Israel untuk ditempatkan di gudang-gudang. Koran ini juga memperingatkan pemimpin rezim ini terkait kondisi yang ada. (www.hidayatullah.com). Kemungkinan negara lain juga akan bergabung dengan Eropa. Dalam aksi brutalnya selama 22 hari ke Jalur Gaza, Israel telah mengeluarkan dana sebesar 30 juta USD dan kini rezim ini menghadapi ancaman penurunan ekspor dan impor. Seruan boikot produk Yahudi berlangsung sejak lama dan mengemuka tiap kali Israel menunjukkan barbarianismenya di Palestina. Sejumlah perusahaan Amerika, Inggris, dan negara Barat lainnya dengan produk merek terkenal –semisal Coca Cola, Pepsi, Fanta, Sprite, McD, KFC, Carrefour, Disney, Danone, Calvin Klien, IBM, Nestle, Nokia, Sara Lee, Sanex, dan banyak lagi— d iyakini menjadi penyokong dana bagi eksistensi Israel. Syekh Yusuf Al-Qaradawi pernah mengingatkan umat Islam : “ Satu riyal yang Anda keluarkan untuk membeli produk Israel dan AS, sama dengan satu peluru yang akan merobek tubuh saudara Anda (sesama Muslim) di Palestina ”. Wallahu a’lam. Israel Kalah Perang. http://www.warnaislam.com/rubrik/jurnalistik/2009/1/20/51960/Israel_Kalah_Perang.htm *** Hampir seluruh media massa dunia, cetak maupun elektronik, besar maupun kecil, memberitakan acara pelantikan Barrack Obama menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-44. Change, ‘We Believe’ merupakan semboyan ‘mistis’ yang diteriakkan Obama ketika berkampanye. Dan dunia kini menantikan, perubahan apa yang akan dibawanya. Namun Tahukah Anda, ada banyak hal yang luput dari sorotan media seluruh dunia seputar inaugurasi Presiden Obama. Inilah sebagian kecil di antaranya : Masonic Bible. Ketika mengucap sumpah menjadi Presiden AS, Obama memilih ‘Injil’ yang sama yang digunakan oleh pendahulunya, Presiden Abraham Lincoln, saat dilantik pada tahun 1861 dan 1865. Padahal ketika Abraham Lincoln dilantik menjadi Presiden AS, dia menggunakan ‘Masonic Bible’. Ini berarti Obama juga mengucapkan sumpahnya di bawah naungan Masonic Bible (Injil Masonik). Injil Mason merupakan sebuah Injil yang telah diberi catatan kaki di sana-sini, bahkan melebihi ayat-ayat aslinya, yang keseluruhan catatan kakinya tersebut berpandangan ‘Zionistik’. Injil jenis ini juga memuat sejumlah ilustrasi berupa fragment ‘sejarah kaum Yahudi’, tentunya yang mendukung klaim Zionis-Yahudi atas Tanah Palestina. Obelisk Fir’aun. Saat diambil sumpahnya, Obama —seperti semua Presiden AS ketika dilantik— berdiri di sebuah podium yang menghadap lurus ke sebuah obelisk yang menjulang tinggi. Obelisk tersebut bernama The Washington Monument. Tahukah Anda jika obelisk tersebut merupakan obelisk asli yang diambil dari Giza Mesir, warisan dari zaman Firaun. Sekarang ini, hanya ada tiga obelisk asli era Firaun : Pertama, didirikan di tengah lapangan Katedral Saint Peter di Vatikan, di mana setiap Paus baru yang dilantik dan diambil sumpahnya pasti menghadap obelisk tersebut (Peter Tomkins: The Magic of Obelisk; NY, 1982). Yang kedua, pada tahun 1881 dikirim ke Amerika dari Iskandariyah-Mesir dan ditempatkan di Central Park-NY. Dan obelisk yang ketiga, didirikan di Washington DC tepat di titik pertemuan White House dengan Gedung Capitol. Obelisk sendiri merupakan simbolisasi nyala api yang mengarah ke atas, ke arah pemujaan terhadap Dewa Matahari (Helios atau Ra Goddes). Matahari merupakan tuhan tertinggi kaum pagan yang tetap lestari hingga kini. Sunday merupakan hari penyembahan terhadap Dewa Matahari, di mana sekarang diwarisi oleh kalangan Kristen di dalam menunaikan kebaktiannya. Padahal Nabi Isa a.s. selalu beribadah setiap hari dan tidak mengistimewakan hari Minggu. Sebab itu, Obelisk juga dimaksudkan sebagai penyembahan terjadap Dewa Matahari. Obelisk yang berdiri di Washington DC ini sungguh menyimpan banyak simbol pagan Kabbalah berupa numerology yang diyakini memiliki daya magis tertentu bagi kaum Luciferian (Illuminaty). Di antaranya adalah : • Obelisk tersebut tersusun dari 36.000 blok batu granit. Angka 36 merupakan penjelmaan dari Triple 13, angka penting Kabbalah yang memiliki arti “The Extreme Rebellion” dan disucikan. • Berat puncak obelisk tepat 3.300 pounds. Angka 33 merupakan penjelmaan Triple 11, “The Twin Pillars”. Menara kembar WTC juga memiliki arti yang sama dengan angka 11. Ini merupakan simbol bagi gerbang atau pintu masuk Haikal Sulaiman. • Obelisk ini memuat 188 batu masonik yang khusus disumbangkan secara pribadi atau atas nama yayasan dan negara dari tokoh-tokoh Mason seluruh dunia. Selain itu terdapat 35 buah batu masonik yang masing-masing merupakan sumbangan khusus dari 35 Loji Mason (Masonic Lodge) seluruh dunia. Ke-35 batu mason ini tidak diletakkan di sembarang tempat, namun dikumpulkan di bagian khusus yang berada di ketinggian 330 kaki (Triple 11). • Jumlah total biaya untuk mendirikan Washington Monument ini dilaporkan menelan dana US$ 1.300.000. Angka ini sekali lagi menunjuk sebuah angka keramat Mason yakni 13. • Monumen ini dihiasi dengan jendela 8 buah. Angka 8 memiliki arti sebagai “The New Beginning”. Jendela-jendela tersebut bila dihitung keseluruhan luasnya maka akan didapat ukuran luas sebesar 39 kaki persegi (Triple 13). • Kabbalah sebagai dasar kepercayaan mistis kaum Zionis sangat mempercayai numerologi. Sebab itu, kaum Yahudi juga disebut sebagai kaum Geometrian. Semua ilmu sihir dunia berasal dari sini. Semua monumen dan gedung bersejarah, juga arsitektur kota Washington DC dibangun berdasarkan perhitungan geometrian ini. Inaugurasi Presiden AS. Seluruh Presiden AS dilantik dan menjalankan roda pemerintahan dari Washington DC, yang ditetapkan sebagai Ibukota AS pada tahun 1790. Peletakan batu pertama Gedung Capitol dilakukan tiga tahun setelahnya. Seorang arsitek Perancis yang juga mantan tentara yang membantu Amerika menghadapi kolonialis Inggris bernama Pierre Charles L’Enfant merancang arsitektur kota ini pada 1791. L’Enfant merupakan seorang Mason. Struktur federal paling tua di Washington DC adalah batu pertama yang ditanam di pondasi White House pada tanggal 13 Oktober 1792. Tanggal 13 Oktober merupakan tanggal dimulainya penumpasan Templar di Perancis. Adakah peletakan batu pertama pada pondasi White House merupakan sebuah memorial bagi Templar ?. Wallahu’alam. Yang jelas, setiap inaugurasi Presiden AS selalu saja dikelilingi simbol-simbol Masonik yang dipercaya memiliki kekuatan magis. Obama merupakan Presiden AS ke-44 yang mewarisi ritual inaugurasi paganis seperti ini. Dan hal tersebut menandakan jika semboyan perubahan yang diusungnya sesungguhnya hanya merupakan slogan kosong, sama seperti ketika para tokoh Masonik Perancis meletuskan Revolusi Perancis di abad ke-18 dengan slogan-slogannya. Amerika di bawah Obama akan tetap menjadi Amerika yang Zionistik. Belive it or not !. Inaugurasi Obama, Masonic Bible, dan Obelisk Fir’aun. http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/inaugurasi-obama-masonic-bible-dan-obelisk-fir-aun.htm *** --------------------------------- Tarekat Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah klik http://www.SyaikhAchmadSyaechudin.org --------------------------------- Ada Naruto, Sandra Dewi dan MU di Yahoo! Indonesia Top Searches 2008. http://id.promo.yahoo.com/topsearches2008
