Semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita juga.

 

Ari Tamat

 

  _____  

From: Ndoro Kakung 
Posted At: Wednesday, January 21, 2009 9:48 AM
Posted To: Indonesia
Conversation: Indonesia
Subject: Obama Pecas Ndahe



Krisis ini telah mengingatkan kita bahwa tanpa pengawasan yang ketat,
kekuatan pasar bebas itu bisa terlepas dari kontrol, dan suatu bangsa tidak
bisa makmur untuk waktu lama apabila hanya mementingkan orang kaya - Barack
Husein Obama. 

 

Dini hari itu, di batas antara malam yang sudah tak bisa disebut malam lagi,
dan pagi yang belum datang, saya melihat lelaki itu berdiri gagah di atas
mimbar. Parasnya berseri-seri, penuh percaya diri. Jutaan mata menatap ke
arahnya, termasuk saya yang menikmati penampilannya lewat layar kaca. Dia
Barack Husein Obama, Presiden Amerika Serikat yang ke-44. Rabu dini hari
itu, ia dilantik dan mengucapkan sumpah. Setelah itu, ia menyampaikan pidato
resmi pertamanya setelah dilantik.Saya terkesima oleh orasinya yang penuh
optimisme. Saya tersihir oleh semua bahasa tubuhnya tenang tapi begitu
meyakinkan. Kata demi kata, mengalir lancar dari mulutnya. Setiap kalimatnya
seperti mantra bagi rakyat Amerika, dan para pengagumnya di seluruh dunia.

 

Untuk mengenang dan merawat apa yang dikatakannya, saya tayangkan lengkap
isi pidato Obama dalam bahasa Indonesia di sini. Semoga bermanfaat. 

 

Rekan-rekan sebangsa dan setanah air:

Saya berdiri di sini hari ini terenyak oleh tugas di depan kita, berterima
kasih atas kepercayaan yang Anda berikan, dan teringat akan pengorbanan oleh
leluhur kita. Saya berterima kasih kepada Presiden Bush atas jasanya pada
bangsa kita, dan juga atas kemurahan hati dan kerja sama yang ditunjukkannya
pada masa transisi ini.

Sudah 44 warga Amerika yang diambil sumpahnya sebagai presiden. Kata-kata
dalam sumpah jabatan itu telah diucapkan di masa kemakmuran dan di masa
damai. Namun, ada kalanya sumpah jabatan kepresidenan itu diambil di
tengah-tengah situasi gawat dan badai yang berkecamuk. Pada saat-saat
demikian, Amerika terus melaksanakan tugasnya bukan hanya karena ketrampilan
atau visi mereka yang memegang jabatan tinggi, tetapi karena kita rakyat
Amerika tetap setia pada cita-cita leluhur kita dan setia pada
dokumen-dokumen yang dirumuskan oleh para pendiri negara kita.

Demikianlah adanya, dan memang selalu demikianlah yang harus dilakukan oleh
generasi orang Amerika yang sekarang ini.

Memang sudah dipahami bahwa kita sedang berada di tengah krisis. Bangsa kita
kini sedang terlibat perang, melawan jaringan kekerasan dan kebencian yang
jauh jangkauannya. Ekonomi kita sangat lemah, akibat ketamakan dan tindakan
tidak bertanggung jawab oleh sebagian pihak, tetapi juga karena kegagalan
kita secara kolektif untuk membuat pilihan-pilihan sulit, dan kegagalan kita
mempersiapkan bangsa bagi abad baru. Banyak rumah yang disita, lapangan
kerja menurun drastis, bisnis gulung tikar. Asuransi kesehatan kita terlalu
mahal, murid-murid sekolah kita banyak yang gagal, dan setiap hari terlihat
bukti bahwa cara-cara kita menggunakan energi justru memperkuat musuh-musuh
kita dan mengancam planet kita.

Semua itu merupakan indikator krisis, yang didasarkan pada data dan
statistik. Yang kurang bisa diukur tetapi tidak kurang pentingnya adalah
melemahnya keyakinan di seluruh pelosok Amerika - kekhawatiran terus-menerus
bahwa kemerosotan Amerika tak terelakkan lagi, dan bahwa generasi berikutnya
harus mengurangi harapannya.

Hari ini saya katakan kepada kalian bahwa tantangan-tantangan yang kita
hadapi adalah nyata. Tantangan ini serius dan banyak. Tidak akan mudah
diatasi dan tidak bisa diatasi dalam jangka pendek. Tetapi ketahuilah ini,
Amerika, semua tantangan ini akan kita hadapi.

Pada hari ini, kita berkumpul karena kita lebih memilih harapan daripada
ketakutan, kesatuan tujuan ketimbang konflik dan pertentangan.

Pada hari ini, kita berkumpul untuk menyatakan berakhirnya keluhan-keluhan
kecil dan janji-janji palsu, saling-tuduh dan berbagai dogma lusuh yang
sudah terlalu lama mencekik politik kita.

Negara kita masih muda, dengan meminjam kata-kata dalam Kitab Suci, saatnya
sudah tiba kita menepiskan sifat ke kanak-kanakan. Saatnya sudah tiba untuk
menandaskan lagi semangat kita yang tegar, memilih jalan sejarah yang lebih
baik, melanjutkan pemberian berharga, gagasan mulia yang diteruskan dari
generasi ke generasi: yaitu janji yang diberikan Tuhan bahwa semua kita
setara, kita semua bebas, dan semua layak memperoleh kesempatan untuk
mengejar kebahagiaan sepenuhnya.

Dalam menandaskan kebesaran bangsa kita, kita memahami bahwa kebesaran tak
pernah diberikan begitu saja. Mencapai kebesaran harus dengan kerja-keras.
Perjalanan yang kita tempuh tak pernah mengambil jalan pintas. Perjalanan
kita bukan bagi mereka yang tidak-tabah, bukan bagi mereka yang suka
bermalas-malas daripada bekerja, atau bagi yang hanya mengejar kekayaan dan
menjadi terkenal. Perjalanan kita adalah bagi mereka yang berani mengambil
risiko, mereka yang melakukan hal-hal baru dan membuat barang-barang baru.
Sebagian mereka menjadi terkenal, tetapi acap kali laki-laki dan perempuan
tak dikenal dalam pekerjaan mereka, yang telah mengusung kita di atas jalan
berbatu-batu menuju kemakmuran dan kebebasan.

Demi kita, mereka mengemas harta milik mereka yang tak seberapa dan
menyeberangi samudera untuk mencari kehidupan baru.

Demi kita, mereka banting-tulang dengan upah minim dan menetap di Pantai
Barat, menahankan pukulan cambuk dan mencangkul tanah yang keras.

Demi kita, mereka bertempur dan mati, di tempat-tempat seperti Concord dan
Gettysburg, Normandy dan Khe San.

Lelaki dan perempuan ini terus menerus berjuang dan berkorban dan bekerja
hingga kulit tangan mereka mengelupas, agar kita bisa mengecap kehidupan
yang lebih baik. Mereka melihat Amerika lebih besar dari jumlah ambisi kita
secara perorangan, lebih besar daripada perbedaan status keluarga, atau
kekayaan ataupun partai atau kelompok.

Perjalanan inilah yang kita teruskan hari ini. Kita masih merupakan negara
paling makmur dan paling berpengaruh di Bumi. Para pekerja kita tidak kurang
produktifnya dibandingkan dengan waktu ketika krisis ini dimulai. Otak kita
masih seinventif seperti pada awal krisis ini, barang dan jasa kita masih
diperlukan seperti pada minggu lalu atau bulan lalu, atau tahun lalu.
Kapasitas kita tetap tak berkurang. Tetapi masa kita untuk berdiam diri,
melindungi kepentingan sempit dan menunda keputusan-keputusan yang tak
menyenangkan, sudah harus berlalu. Mulai hari ini, kita harus bangkit
sendiri, membersihkan debu yang menempel, dan mulai lagi bekerja
memperbaharui Amerika.

Karena ke mana saja kita melihat, ada yang harus kita lakukan. Keadaan
ekonomi mengharuskan tindakan yang berani dan segera, dan kita akan
bertindak bukan hanya untuk menciptakan lapangan kerja baru, tetapi untuk
meletakkan dasar bagi pertumbuhan. Kita akan membangun jalan dan jembatan,
jaringan listrik dan jaringan digital yang menyuburkan perdagangan dan
mengikat kita bersama. Kita akan memulihkan sains ke tempat yang selayaknya,
dan menggunakan kehebatan teknologi untuk meningkatkan mutu perawatan
kesehatan dan menurunkan biayanya. Kita akan memanfaatkan tenaga matahari,
tenaga angin dan lainnya untuk menjalankan mobil-mobil dan pabrik-pabrik
kita. Dan kita akan mengubah sekolah dan perguruan tinggi dan universitas
untuk memenuhi tuntutan era baru. Semua ini bisa kita lakukan. Dan semua ini
akan kita lakukan.

Tentu, ada orang yang meragukan skala ambisi kita - dengan mengatakan sistem
ekonomi kita tidak bisa mentolerir terlalu banyak rencana besar. Daya ingat
mereka tidak cukup lama. Mereka telah melupakan apa yang dilakukan negara
ini, apa yang bisa dicapai oleh laki-laki dan perempuan yang hidup bebas,
apabila imajinasi digabung demi tujuan bersama, dan kebutuhan digabung
dengan ketabahan.

Yang tidak dipahami oleh mereka yang sinis adalah tanah tempat mereka
berpijak telah bergeser, bahwa argumen basi dalam politik yang telah begitu
lama menyita waktu kita - tidak lagi berlaku. Pertanyaan yang kita ajukan
sekarang bukan apakah pemerintah kita terlalu besar atau terlalu kecil,
tetapi apakah pemerintah kita bisa berfungsi, apakah pemerintah bisa
menolong para keluarga mencari pekerjaan dengan upah yang layak, asuransi
kesehatan yang terjangkau, dan pensiun yang berarti. Apabila jawabannya -
ya, kita berniat untuk terus bergerak maju. Apabila jawabannya tidak,
programnya akan dihentikan. Dan mereka yang mengatur uang rakyat akan
dimintai pertanggung-jawabannya - supaya mengeluarkan uang secara bijaksana,
mengubah kebiasaan buruk, dan melakukan bisnis kita dengan jujur - karena
hanya dengan demikian kita bisa memulihkan kepercayaan penting antara rakyat
dan pemerintah.

Kita juga tidak mempertanyakan apakah kekuatan pasar bebas itu baik atau
buruk. Kekuatan pasar bisa membina kekayaan dan memperluas kebebasan kita.
Tetapi krisis ini telah mengingatkan kita bahwa tanpa pengawasan yang ketat,
kekuatan pasar bebas itu bisa terlepas dari kontrol, dan suatu bangsa tidak
bisa makmur untuk waktu lama apabila hanya mementingkan orang kaya.
Keberhasilan ekonomi kita tidak hanya tergantung pada besarnya Produk
Domestik Bruto, tapi seberapa jauh meluasnya kemakmuran itu, pada kemampuan
kita memberikan kesempatan kepada tiap orang yang mau bekerja, dan bukan
karena belas kasihan karena itulah jalan yang paling pasti guna mencapai
kemakmuran bersama.

Mengenai pertahanan kita bersama, kita menolak dan menganggap palsu pilihan
antara keselamatan dan idaman atau cita-cita kita. Para Pendiri Negara ini
dihadapkan pada bahaya yang tak terbayangkan, menyusun sebuah piagam untuk
menjamin supremasi hukum dan hak setiap orang, sebuah piagam yang diperkuat
oleh perjuangan generasi demi generasi. Semua cita-cita ini masih menerangi
dunia, dan kita tidak akan meninggalkannya demi mencapai penyelesaian yang
cepat. Karena itu, bagi semua orang dan pemerintahan yang menyaksikan
pelantikan hari ini, mulai dari kota-kota yang termegah sampai ke desa kecil
di mana ayah saya dilahirkan, ketahuilah bahwa Amerika adalah sahabat setia
negara dan sahabat setiap lelaki, setiap perempuan, dan setiap anak yang
menghendaki masa depan yang damai dan bermartabat, dan bahwa kita siap untuk
memimpin lagi.

Ingatlah bahwa generasi-generasi sebelumnya menundukkan fasisme dan
komunisme bukan hanya dengan misil dan tank, tetapi dengan aliansi yang
kokoh dan keyakinan besar. Mereka memahami bahwa kekuatan saja tidak bisa
melindungi kita, dan bahwa kekuatan itu tidak memberi kita hak berbuat
sekehendak hati kita. Sebaliknya mereka tahu bahwa kekuatan kita tumbuh
melalui penggunaan yang bijaksana, keamanan kita berasal dari adilnya tujuan
kita, kekuatan contoh yang kita berikan, dan kerendahan hati serta
kesanggupan menahan diri.

Kita adalah penjaga warisan ini. Dibimbing oleh prinsip-prinsip ini, sekali
lagi kita bisa menghadapi ancaman-ancaman baru itu yang menuntut upaya lebih
besar, bahkan kerja-sama dan pemahaman lebih besar antar-negara. Kita akan
mulai secara bertanggung jawab meninggalkan Irak kepada bangsa Irak, dan
menempa perdamaian di Afghanistan. Bersama teman-teman lama dan bekas
saingan kita, Amerika akan bekerja tanpa lelah untuk mengurangi ancaman
nuklir, dan mengurangi bahaya pemanasan bumi. Kita tidak akan minta maaf
atas cara kehidupan Amerika, tidak akan goyah dalam mempertahankannya, dan
bagi mereka yang hendak mendorong tujuan mereka dengan terror dan membantai
orang-orang tak bersalah, kami katakan kepada mereka, semangat kita lebih
kuat dan tidak terpatahkan, kalian tidak akan unggul dari kami, dan kalian
akan kami kalahkan. 

Kami sadar bahwa warisan bangsa yang beraneka warna adalah suatu kekuatan,
dan bukannya sebuah kelemahan. Bangsa kita terdiri dari orang Kristen dan
Islam, Yahudi dan Hindu, dan bahkan orang-orang yang tidak percaya pada
Tuhan. Kita telah dibentuk oleh campuran berbagai bahasa dan kebudayaan,
yang berasal dari segala pelosok dunia. Dan karena kita telah merasakan
pahitnya perang saudara dan segregasi rasial, dan keluar dari masa kegelapan
menjadi sebuah bangsa yang lebih kuat dan lebih bersatu, kita yakin bahwa
pada suatu hari nanti semua rasa kebencian akan hilang, bahwa semua
garis-garis pembatas antar suku bangsa akan luluh, dan bahwa dunia ini akan
menjadi semakin kecil. Kerendahan hati kita akan tampak dengan sendirinya,
dan Amerika harus memainkan perannya dalam menyongsong era perdamaian yang
baru.

Bagi dunia Muslim, kami akan mencari cara baru ke depan berdasarkan pada
kepentingan bersama dan saling menghormati. Bagi para pemimpin dunia yang
berusaha menanam bibit konflik, atau menyalahkan dunia Barat atas
kesulitan-kesulitan yang dialami masyarakatnya, ketahuilah bahwa rakyat Anda
akan menilai Anda pada apa yang Anda bangun, bukan pada apa yang Anda
musnahkan. Bagi mereka yang hendak menggenggam kekuasaan melalui korupsi dan
kekejian dan membungkam orang yang tidak setuju pada kebijakan mereka,
yakinlah bahwa kalian berada pada sisi yang keliru, tapi kami akan
mengulurkan tangan jika kalian tidak lagi mengepalkan tinju.

Bagi rakyat negara-negara miskin, kami berjanji akan bekerja bersama kalian
untuk membuat ladang kalian subur dan membuat air bersih mengalir, untuk
memberi makan tubuh yang kelaparan, dan memenuhi kebutuhan mental. Dan
kepada negara-negara seperti negara kita yang relatif menikmati kemakmuran,
kita tidak bisa lagi bersikap tidak peduli pada kesengsaraan di luar
perbatasan kita, dan kita tidak bisa menghabiskan sumber-sumber dunia tanpa
mempedulikan dampaknya. Karena dunia sudah berubah dan kita harus berubah
dengannya.

Seraya kita mempertimbangkan jalan yang terbentang di depan kita, kita
mengingat dengan rasa terima kasih orang-orang Amerika yang gagah berani,
yang pada saat ini, berpatroli di gurun dan gunung yang sangat jauh. Ada
sesuatu yang hendak mereka katakan pada kita hari ini, seperti yang
dibisikkan sepanjang masa oleh para pahlawan kita yang kini dimakamkan di
Arlington. Kita menghormati mereka bukan hanya karena mereka menjaga
kebebasan kita tetapi karena mereka menunjukkan arti pengorbanan, kesediaan
untuk mencari arti yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Dan pada saat
ini, saat yang akan tercatat dalam sejarah generasi - semangat inilah yang
harus ada pada kita semua.

Sebanyak apapun yang bisa dan harus dilakukan pemerintah, pada akhirnya
kepercayaan dan tekad rakyat Amerika-lah yang diandalkan negara ini.
Misalnya kebaikan hati untuk menampung orang yang kena musibah walaupun
tidak kita kenal, atau pekerja yang tanpa pamrih rela mengurangi jam kerja
mereka daripada melihat seorang teman di-PHK, yang membuat kita keluar dari
kegelapan. Adalah keberanian para pemadam kebakaran untuk menerobos masuk ke
rumah yang penuh asap, dan juga kesediaan orang tua untuk membesarkan anak,
yang kelak akan menentukan nasib kita.

Tantangan kita mungkin baru. Alat-alat yang kita gunakan untuk mengatasinya
mungkin baru. Tetapi pada nilai-nilai itulah keberhasilan kita bergantung -
yaitu kerja keras dan kejujuran, ketabahan dan berlaku secara adil,
toleransi dan rasa ingin tahu, kesetiaan dan patriotisme - semua itu sudah
lama ada. Semua itu memang benar. Semua itu telah menjadi kekuatan kemajuan
sepanjang sejarah. Jadi yang dituntut sekarang adalah kembalinya kepada
nilai-nilai ini. Apa yang diperlukan dari kita sekarang ini adalah era
pertanggungjawaban yang baru - suatu pengakuan, dari tiap orang Amerika,
bahwa kita mempunyai kewajiban bagi diri kita sendiri, bagi negara kita dan
bagi dunia, kewajiban yang kita lakukan dengan senang hati, bukan dengan
bersungut-sungut, karena kita tahu tidak ada yang lebih memuaskan bagi jiwa
kita, yang merupakan definisi karakter kita, daripada memberikan segalanya
untuk menyelesaikan tugas yang sulit.

Inilah pengorbanan dan janji kewarganegaraan.

Inilah yang menjadi sumber keyakinan kita - pengetahuan bahwa Tuhan meminta
kita untuk memperbaiki keadaan yang tidak pasti.

Inilah arti kebebasan dan kepercayaan kita- mengapa laki-laki dan perempuan
dan anak-anak dari tiap ras dan tiap keyakinan bisa ikut dalam perayaan di
lapangan yang indah ini, dan mengapa seorang lelaki yang ayahnya lebih 60
tahun lalu mungkin tidak dilayani di restoran, sekarang bisa berdiri di
depan anda untuk diambil sumpahnya sebagai presiden.

Jadi marilah kita hari ini mengenang siapa kita dan sejauh mana jalan yang
kita tempuh. Pada tahun kelahiran Amerika, pada bulan yang terdingin,
sekelompok patriot berkumpul di depan api unggun yang mulai padam di
bantaran sungai yang beku. Ibukota telah ditinggalkan, musuh terus maju,
salju tampak berlumuran darah. Pada saat itu, ketika nasib revolusi kita
sangat diragukan, bapak bangsa kita memerintahkan supaya kalimat berikut
dibacakan kepada semua rakyat Amerika:

"Beritahukanlah pada dunia masa depan, bahwa di tengah musim dingin, saat
apapun tiada kecuali harapan dan kebajikan - bahwa kota dan negara, waspada
akan bahaya bersama, akhirnya bersatu untuk menghadapinya."

Amerika, dalam menghadapi musuh bersama, dalam masa sulit kita ini, mari
kita ingat kata-kata emas itu. Dengan harapan dan kebajikan, mari kita
hadapi bersama sekali lagi sungai beku ini, dan bertahan dari badai apapun
yang akan tiba. Biarkan cucu-cucu kita berkata bahwa kita telah diuji dan
kita menolak untuk mengakhiri perjalanan ini, bahwa kita tidak mundur dan
mata kita terpaku ke ufuk fajar dan dengan berkat Tuhan, kita meneruskan
anugerah kebebasan dan mengantarkannya dengan selamat bagi generasi masa
depan.

Read more <http://ndorokakung.com/2009/01/21/obama-pecas-ndahe/> 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke