Dear All, Contoh 'Klaim dan seolah-olah'.. :-)
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/message/27378 http://www.freelists.org/post/list_indonesia/ppiindi a-Budayapolitik-seolaholah-Was-Re-SBY-PKS-dan-Kenaikan-Harga-BBM,2 -- Wassalam, Irwan.K "Better team works could lead us to better results" http://irwank.blogspot.com Pada 20 Januari 2009 08:45, A Nizami <[email protected]> menulis: > Di iklan2 TV digambarkan masyarakat Indonesia sangat > bersyukur karena BBM 3 x turun hingga BBM jadi murah. > Ini tidak pernah terjadi dalam sejarah! > > Buat kampanye sih sah-sah saja hal yang positif > dikemukakan. Tapi kalau cuma satu sisi saja, rasanya > kurang baik. Nanti akhirnya SBY dan Partai Demokrat > jadi cepat puas sehingga malas membuat perubahan yang > lebih baik untuk rakyat. > > BBM (Premium) memang turun dari Rp 6.000/liter jadi Rp > 5.500, Rp 5.000, kemudian Rp 4.500/liter. BBM turun > 3x. > > Tapi harap diingat pula, di zaman SBY pula BBM naik > sampai 3 kali! Kalau turun besarnya hanya 10% atau > kurang, ketika naik justru sampai 125%! > > Silahkan baca di sini: > > http://capresindonesia.wordpress.com/category/bbm/pendukung-kenaikan-harga-bbm/ > > BBM ketika SBY baru berkuasa premium Rp 1.800/liter. > Kemudian naik jadi Rp 2.400/liter. Lalu naik jadi Rp > 4.500/liter. Kemudian jadi Rp 6.000/liter. Itu pun BBM > dan gas sering langka dan masyarakat sering antri. > > Kalau pun harganya sekarang kembali jadi Rp > 4.500/liter, tetap saja itu harga tertinggi karena > zaman presiden sebelumnya harga premium tidak setinggi > itu. > > Selain itu dengan harga minyak dunia US$ 40/barrel > (harga nymex.com saat ini hanya US$ 34/barrel) dan > kurs rupiah= Rp 11.000/1 US$, harusnya dengan harga > "PASAR" premium cukup Rp 3.800/liter (1 barrel=159 > liter). Jadi harga premium saat ini masih di atas > harga pasar. > > Jika harga minyak ditetapkan sekedar di atas HPP > (pemerintah untung ala kadarnya) di mana 1 juta bph > diproduksi sendiri serta hanya 0,2 juta bph diimpor > dari luar, maka dengan harga Rp 2.400/liter saja > pemerintah sudah untung! > > Oleh karena itu jika pemerintah SBY-JK benar2 peduli > rakyat, turunkan BBM hingga Rp 3.000/liter. Meski ini > tetap lebih tinggi dari harga Rp 1.800/liter ketika > SBY baru berkuasa, namun ini akan meringankan rakyat. > > Dengan anjloknya nilai rupiah dari Rp 9.000/1 US$ jadi > Rp 11.500/1 US$ juga menunjukkan kemunduran. > Zaman Habibie rupiah=Rp 7.000/1 US$ > Zaman Gus Dur dan Mega rupiah = Rp 8.000/1 US$ > Zaman SBY rupiah = Rp 11.500/1 US$ > > Ini adalah satu kemunduran. Tak heran jika supir > angkutan umum menolak turun dari Rp 2.500 ke Rp 2.000, > karena harga makanan warteg sudah naik dan suku cadang > kendaraan juga naik akibat anjloknya nilai rupiah. > > Semoga ini bisa jadi bahan evaluasi bagi tim SBY. > Jangan ABS (Asal Bapak Senang). Tapi lakukan yang > terbaik bagi rakyat. > [Non-text portions of this message have been removed]
