Berita basi yang tak akan ‘mengejutkan’ jika hanya memberitakan bahwa Indonesia itu impor Minyak Mentah tetapi juga ekspor Minyak Mentah. Mungkin, barulah merupakan sebuah berita baru yang mungkin akan ‘mengejutkan’, jika Indonesia itu juga impor Solar tetapi juga akan ekspor Solar yang diimpornya itu.
Nah, terkejutkah kita jika ada berita terbaru yang menyebutkan bahwa Indonesia akan meng-ekspor Solar yang di-impor-nya dengan harga ekspor yang lebih rendah dari harga impornya ?. Konon, katanya harga ekspor yang lebih rendah dari harga impornya itu karena kualitas Solar Indonesia itu yang kurang bagus, maka pasar ekspor bagi Solar impor Indonesia itu hanya hanya Cina dan India saja yang bersedia membelinya. Lho, dulu para penyelundupan yang menjual Solar ke luar negeri itu dijual ke negara mana ?. Wah, jangan-jangan dulu itu djual diselundupkan ke luar negeri untuk kemudian dijual impor lagi ke Indonesia ya ?. Wallahua’alambishshawab. *** Pertamina terlalu banyak mengimpor solar sehingga stok solar yang dimiliki oleh Pertamina terlalu banyak. Pengamat Ekonomi Perminyakan Kurtubi mengatakan, selama ini Pertamina mengimpor solar antara 5 hingga 6 kargo. Padahal satu kargo berisi 600 ribu barel. "Jumlah itu banyak sekali. Sehingga, tangki yang dimiliki Pertamina tidak sanggup menampung jumlah solar yang diimpor," katanya, Selasa, (3/2). Tangki-tangki yang dimiliki Pertamina, terang Kurtubi, tidak hanya untuk menampung solar saja. Tetapi juga untuk menampung premium maupun minyak tanah. "Akibatnya Pertamina harus mengurangi jumlah stok solarnya sebab tangkinya sudah tidak muat menampung solar", terangnya. Terlebih lagi, ujar Kurtubi, solar yang diekspor oleh Pertamina untuk bulan Febuari dan bulan Maret mendatang akan segera datang. "Jika stok solar di Pertamina tidak dikurangi maka Pertamina tidak bisa menyimpan tambahan suplai solar tersebut. Oleh karena itu Pertamina meminta izin kepada pemerintah untuk melakukan ekspor solar", ujarnya. Namun, terang Kurtubi, pemerintah harus meminta Pertamina untuk menjelaskan berapa jumlah kelebihan solar yang dimiliki Pertamina, berapa jumlah yang harus diekspor. “Kami kira Pertamina akan mengalami kerugian jika melakukan ekspor solar. Kerugian diperkirakan mencapai 7 dolar AS per barel solar. Pasalnya harga solar yang akan diekspor oleh Pertamina lebih rendah dari pada harga impornya”. “Hal ini terjadi karena konsumsi solar di pasar dunia menurun. Selain itu, hanya sedikit negara yang mau mengimpor solar dari Indonesia karena kualitasnya yang kurang bagus. mungkin hanya Cina dan India saja yang mau mengimpor solar dari Indonesia," terangnya. Guna mencegah kelebihan impor solar ini, ujar Kurtubi, Pertamina harus melakukan perencanaan impor solar dengan baik. Sehingga, jumlah solar yang diimpor sesuai dengan jumlah solar yang dibutuhkan di dalam negeri. Supaya peristiwa semacam ini tidak terjadi lagi. Di tempat terpisah Dirjen Migas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Evita Legowo mengatakan, Pertamina boleh mengekspor solar asalkan tidak melakukan impor solar. Saat ini, ujar Evita, stok solar yang dimiliki Pertamina terlalu banyak. Padahal produksi solar berjalan terus. Sehingga, tangki-tangki yang dimiliki Pertamina sudah tidak sanggup memuat solar. "Oleh karena itu kelebihan solar harus diekspor. Lagi pula kebutuhan solar dalam negeri terpenuhi. Jadi tidak ada masalah," katanya. Jumlah solar yang akan diekspor Pertamina, ujar Evita, sekitar 400 ribu kilo liter ke negara-negara di Timur Tengah. Selain itu, Pertamina sudah beberapa bulan ini tidak melakukan impor solar. "Izin ekspor berasal dari Departemen Perdagangan", ujarnya. Sementara itu, Vice President Communication PT Pertamina (Persero) Anang Rizkani Noor mengatakan, meskipun Pertamina melakukan ekspor solar, masyarakat tidak perlu khawatir. Pasalnya pemenuhan solar untuk kebutuhan dalam negeri tidak akan terganggu. "Kebutuhan solar dalam negeri sebanyak 59 ribu kilo liter per hari baik untuk retail maupun keperluan industri. Sedangkan produksi solar sebanyak 260 ribu kilo liter per hari. Jadi, stok solar dalam negeri aman", katanya. Pertamina Terlalu Banyak Impor Solar http://www.republika.co.id/koran/49/29319/Pertamina_Terlalu_Banyak_Impor_Solar *** Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com
