Sekedar sumbang saran, Terus terang saya dan anak saya tidak ngotot bisa
masuk PTN, akhirnya kita putuskan masuk PTS program D3 yang ada surat
perjanjian disalurkan.. Pertimbangan lain  D3 lebih praktis dan siap kerja.
Betul juga anak saya seminggu sebelum wisuda sudah diterima kerja salah
satu perusahaan PORTAL bergengsi. Untuk S1 anak saya kuliah Sabtu - Minggu.
Dan saat lulus S1 dia punya pengalaman 2 tahun. Hebatnya setelah pindah
kerja dengan S1 pengalaman 2 tahun mendapat gaji  Rp7.5 jutaan. Padahal
dikantor yang PMA - S1 tehnik , baru lulus  digaji kurang dari Rp2.5
jutaan. Hitung- hitunganya yang langsung S1 = 5 tahun 0 pengalaman dan yang
dari D3 + S1 juga 5 tahun, tetapi punya pengalaman kerja  2 tahun. Padahal
iklan LOKER rata- rata cari yang pengalaman. Jadi kuliah nggak perlu yang
mahal, cari yang murah dan  ada perjanjian disalurkan  kerja. Malah ada
POLTEK yang menawarka kuliah dulu bayar setelah lulus dan kerja.

Mailto : [email protected]
http://www.schott.com


__________________




Semoga berita di bawah ini tidak benar:

http://www.anakui.com/2008/07/19/lihat-apa-yang-ui-telah-lakukan-kepada-
calon-mahasiswa-baru

Terimakasih untuk #9: ary dan #10: UI non-aktifis atas link informasinya
yang berharga dalam diskusi kita di tulisan Sebuah Pertanyaan…. Mereka
memberikan link ke dua artikel online dari Media Indonesia. Kedua artikel
tersebut menggambarkan secara konkret satu hal yang disangkal terus menerus
oleh pihak rektorat: UI kampus mahal!Ini berita yang pertama:

“Anak saya ternyata diterima di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Saya
sebagai orang tua sangat bahagia dan bangga,” kata Rabda mengenang saat
melihat hasil UMB-PTN melalui internet.
Semangat untuk kuliah di universitas bergengsi tersebut semakin bergejolak
pada diri Sarah. Terlebih lagi, ia telah lama memimpikan bisa kuliah di
kampus kuning itu. Tetapi, kebahagiaan Sarah dan kedua orang tuanya tak
berlangsung lama.
Untuk dapat kuliah di FKM UI, Rabda harus menyiapkan uang pangkal Rp5 juta.
Selain itu, setiap semester, anaknya harus membayar biaya kuliah Rp7,5
juta. “Saya pun pasrah. Sebagai guru, dari mana saya dapat memenuhi uang
itu,” ujarnya. Dengan perasaan sangat terpukul, Sarah harus melepaskan
niatnya kuliah di FKM UI. Media Indonesia - Niat Kuliah di PTN Terganjal

Masih ada lagi nih, satu fakta lagi:

Dwi berkisah keberhasilan lolos UMB berkat upaya kerasnya. Selain belajar
keras selama di sekolah, ia mengikuti kursus bimbingan belajar di Bandung.
Terbukti, hasil UMB perguruan tinggi negeri (PTN) yang diikutinya cukup
memuaskan dan sesuai dengan harapan.
Setelah dinyatakan lolos UMB, Dwi pun melaksanakan daftar ulang sesuai
dengan arahan dalam tata tertib dalam UMB. Dan… ia mengaku sangat terkejut
dengan nilai uang pendaftaran dan biaya kuliah di UI yang harus dibayarkan.
“Untuk masuk ke Teknik Lingkungan UI yang baru berjalan tiga tahun, orang
tua saya harus menyediakan uang pangkal sebesar Rp33 juta dan biaya kuliah
sebesar Rp7,5 juta per semester,” jelasnya.
Setelah berdiskusi dengan kedua orang tuanya, Dwi pun akhirnya memutuskan
untuk tidak mendaftar ulang di UI. Dengan pertimbangan salah satunya soal
biaya. Ia pun harus melupakan hasil jerih payahnya mengikuti UMB-PTN. Media
Indonesia - Jerih Payah itu Sia-Sia

UI! Lihat, apa yang telah kau lakukan terhadap ratusan calon mahasiswa baru
yang nggak daftar ulang karena masalah biaya! Dari kedua berita tersebut,
kita tahu bahwa satu hal yang pertama para (calon) mahasiswa baru dan
keluarganya lihat adalah: bayaran UI 7,5 juta atau 5 juta per semester,
dengan uang pangkal jutaan.

Hal lainnya, seperti: BOP itu nanti dibayarkan sesuai kemampuan orang tua,
di UI banyak beasiswa, dan bla-bla-bla-bla lainnya, nggak diketahui para
(calon) mahasiswa baru. Boleh aja berkali-kali rektorat bilang “ini kan
udah disosialisasiin”, “di website udah ada informasinya kok”, dan
bla-bla-bla-bla lainnya, tapi ya, itu dia faktanya: banyak (calon)
mahasiswa baru yang mengundurkan diri dari UI karena melihat biaya
pendidikan itu!

Semuanya, lihat apa yang UI telah lakukan kepada (calon) mahasiswa baru!
Dan mari kita sama-sama berimajinasi, bila UI terus seperti ini, 5 tahun
lagi apa yang akan terjadi di UI?

Komentar saya:

Sekarang untuk dapat pendidikan yang baik tidak harus masuk UI.

Kalau dulu anda mungkin bisa bangga bisa masuk UI karena dulu patokannya
adalah otak anda. Biar pun anda miskin, tapi kalau lulus tes anda pasti
masuk..

Kalau sekarang tidak begitu. Kalau tidak punya banyak uang (Rp 60 juta
lebih untuk S1) maka meski pintar anda sulit masuk UI.

Mungkin bisa dapat, tapi anda harus menghinakan diri anda dan keluarga anda
dengan mengaku sebagai keluarga miskin, tidak mampu, dsb

Ortu calon mahasiswa tsb tidak salah. Harusnya UI yang aktif memberi
informasi. Tanya apa orang tua mampu kemudian berikan informasi keringanan
yang ada. Bukan orang yang harus disuruh mencari informasi.

Ada alternatif lain untuk pendidikan Tinggi yang murah dan terjangkau. BSI
yang swasta contohnya. Meski tidak dapat bantuan dari pemerintah, biaya
kuliah jauh lebih rendah daripada UI yang gedungnya dibangun pemerintah dan
dosen2nya digaji pemerintah.

Di Bina Sarana Informatika (ini bukan iklan) uang masuk hanya Rp 800 ribu
hingga 1,25 juta. Sementara biaya kuliah hanya Rp 980 ribu/semester. Dalam
3 tahun kuliah anda cukup mengeluarkan Rp 7 juta saja. Lihat informasinya
di:

http://infoindonesia.wordpress.com/2008/05/28/universitas-mana-yang-
baik-dan-murah/

Yang penting anda dapat gelar dan lulusannya terbukti bisa masuk berbagai
perusahaan seperti Stanchart dan lembaga pemerintah seperti BPPOM, dsb.

Kalau anda ingin ilmu yang canggih, tinggal google. Anda bisa dapat
berbagai artikel dan makalah kelas dunia via internet.

Jika biaya kuliah UI lebih mahal dari swasta, harusnya kucuran dana
pemerintah distop saja. Biar mereka cari biaya sendiri. Dan lihat apakah
akan ada banyak calon mahasiswa yang mau masuk UI dengan biaya yang
selangit itu.

===
Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id
Ingin belajar Islam?
Kirim email ke: [email protected]

Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo!
memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba!
http://id.messenger.yahoo..com/pingbox/

Kirim email ke