Ibukota harus pindah ke luar Jakarta, memang isu menarik.
Dan mungkin bisa menyelesaikan kesumpekan Jakarta
saat ini. Tapi itu memerlukan waktu lama. Prosesnya
sangat mahal.
Sambil menunggu proses pemindahan ibukota yang harus
lama ditunggu itu, ada baiknya dipikirkan solusi jangka
pendek dan menengahnya.
Salah satu harapan yang terbit di awal era otonomi khusus
adalah, munculnya daerah-daerah kaya di luar Jakarta.
Daerah juga akan giat membangun diri. Dan itu semua
diharapkan menjadi magnet bagi penduduk Jakarta untuk
pindah ke daerah-daerah tersebut, terutama yang punya
ikatan leluhur dan darah.
Dan kini kita sudah melihat munculnya daerah-daerah kaya
tersebut, seperti Riau, Kaltim, Papua, Sumsel, Aceh, dan
lainnya. Tapi sayang kita tetap tidak melihat berkurangnya
penduduk Jakarta karena pindah ke daerah-daerah itu.
Kenapa? Agaknya itu karena Jakarta sendiri justeru terus
bernafsu menjadi center (pusat) dari segalanya di negeri
ini. Jakarta semakin hari justeru semakin TAMAK !
Tak hanya mempertahankan diri sebagai pusat
pemerintahan dan bisnis, tapi juga sebagai pusat budaya,
tujuan pariwisata (dengan terus dibangun sarana-sarana
pariwisata besar dan mewah), pusat Hankam (Mabes
TNI di Cilangkap dan Polri di tempat lain), dan lainnya!
Dengan terus TAMAK seperti itu, Jakarta pasti terus
menjadi MAGNET bagi orang daerah untuk berduyun-
duyun datang.
Nah, barangkali memang kita harus memikirkan, untuk
memaksa Jakarta tidak tamak lagi. Dengan mau
mengamputasi diri sebagai pusat-pusat lain di luar pusat
bisnis dan pemerintahan (ibukota negara) saat ini.
Sebelum nantinya pusat pemerintahan ini juga harus
diamputasi!
Demikian
MANSYUR ALKATIRI
www.cordova-bookstore.com
www.formulabisnis.com/?id=mansyur
Bertambahnya urbanisasi
----- Original Message -----
From: A Nizami
To: [email protected]
Sent: Wednesday, February 18, 2009 8:56 AM
Subject: Pindahkan Ibukota - Re: [ekonomi-nasional] OOT: Orang Kaya
Sombong?! Ke Laut Aje!
Karena Jakarta adalah ibukota segala-galanya (politik, ekonomi, kebudayaan,
dsb) dan 80-90% uang yang ada beredar di Jakarta, maka seluruh rakyat Indonesia
berbondong2 datang ke Jakarta.
Tahun 1970-an penduduk Jakarta hanya sekitar 3 juta. Jalan2 masih lengang.
Sekarang sudah 10 juta. Ditambah dengan warga Bogor, Tangerang, Bekasi, dan
Depok yang jumlahnya 10 juta juga dan sebagian bekerja di Jakarta, maka wilayah
metropolitan Jabodetabek jadi 20 juta.
Macet, asap kendaraan, tanah resapan yang berubah jadi aspal dan gedung
akhirnya akan mengakibatkan Jakarta jadi kota mati.
Oleh karena itu saya menulis agar ibukota dipindahkan dari Jakarta ke
Kalimantan Tengah. Lihat argumennya di: www.infoindonesia.wordpress.com
===
Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id
Ingin belajar Islam?
Kirim email ke: [email protected]
--- Pada Sen, 16/2/09, jamila lestyowati <[email protected]> menulis:
Dari: jamila lestyowati <[email protected]>
Topik: Re: [ekonomi-nasional] OOT: Orang Kaya Sombong?! Ke Laut Aje!
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 16 Februari, 2009, 8:13 PM
kalo saya..pernah 3 tahun di jakarta....biasa dengan macet...
pas pindah ke daerah.. gak ada macet..awalnya aneh....tapi lama lama enakkk
bgt...
eh ..pas ada bbrp tugas ke jkt.....bbrp hr aja tugasnya.... .keluar deh
statementnya. ..'ogah dah kalo harus ke jkt lagi'.....gak tahannnnn macetnya....
--- On Mon, 2/16/09, wondo wondo dwija siswanta <wondo_...@yahoo. com>
wrote:
From: wondo wondo dwija siswanta <wondo_...@yahoo. com>
Subject: Re: [ekonomi-nasional] OOT: Orang Kaya Sombong?! Ke Laut Aje!
To: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com
Date: Monday, February 16, 2009, 6:26 PM
Hidup cuma sekali ya kita nikmati sajalah..... ...
Macet memang bikin kita stres tapi kalau kita enjoy aja dan kalau bisa kita
nikmati sajalah..... ...
Tinggal di jakarta identik dengan macet, tapi begitu kita pindah ke daerah
justru kita kangen dengan macet,
Kami alami juga sebelumnya saya tinggal di jakarta, terus pindah ke
palembang kurang lebih 6 tahun, kami merasakan ada sesuatu yang hilang, kami
kangen dengan macet dan gak betah tinggal di tempat yang cenderung sepi....
Akhirnya kami pindah lagi dan menyenangkan kok .........
Intinya kita nikmati aja, dan harus preepart masalah waktu....... ..
--- Pada Ming, 15/2/09, jamila lestyowati <jee...@yahoo. com> menulis:
Dari: jamila lestyowati <jee...@yahoo. com>
Topik: Re: [ekonomi-nasional] OOT: Orang Kaya Sombong?! Ke Laut Aje!
Kepada: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com
Tanggal: Minggu, 15 Februari, 2009, 9:32 PM
saya emang bukan di jakarta...tapi saya bisa merasakan gmn rasanya kena
macet berjam2...
ya, perlu aturan kepemilikan mobil pribadi yg jelas di republik ini...
so, ada usulan..?? gmn kalo yg punya mobil lebih dari 2, disuruh nyumbangin
saah satunya ke saya yg blm ada mobil??
--- On Sun, 2/15/09, Farhan Al Azhar <farhan_uai@ yahoo. com> wrote:
From: Farhan Al Azhar <farhan_uai@ yahoo. com>
Subject: [ekonomi-nasional] OOT: Orang Kaya Sombong?! Ke Laut Aje!
To: fs...@yahoogroups. com
Cc: Forum_LingkarPena@ yahoogroups. com, hmi-...@yahoogroups .com
Date: Sunday, February 15, 2009, 5:40 AM
Orang Kaya Sombong?!
Ke Laut Aje!
Mohon maaf sebelumnya, bukannya ingin menggeneralisir orang kaya secara
umum, bukan juga iri melihat mereka yang kaya dengan berbagai macam kemudahan,
bahkan... terlebih lagi bukan juga penganut faham komunis sosialisme dengan
jargon sama rata sama rasa, tapi hanya sedikit berbagi dan mengingatkan bahwa
ALLAH telah menurunkan ayatnya yang sungguh indah di surat Ali Imran yang
artinya:
Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan
kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang
Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau
hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan.
Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Ali Imron: 26)
Ya...! untuk kesekian kalinya, saya disuguhkan 'tontonan' yang membuat saya
makin membenci orang kaya (bahasa betawinya: eneg). Setelah setiap hari saya
menyaksikan kesombongannya lewat mobil-mobil mewah yang berseliweran di jalanan
ibukota dan membuat kemacetan yang semakin parah. Dan yang makin membuat parah
lagi adalah mereka sendirian di mobil itu.
Hggghhh.... emang... hak mereka siy untuk suka-suka bawa mobil pribadinya
masing-masing. Tapi entah mereka mikir jauh ke depan atau cuma mentingin
dirinya sendiri saja. Bayangkan! satu keluarga kaya memiliki 4 mobil mewah dan
masing-masing anggota keluarganya pergi dengan satu mobil. Bayangkan kalau
semua orang kaya di Jakarta gitu semua! entah kemacetan seperti apa yang akan
ditimbulkan. ... (selanjutnya klik http://farizal- alboncelli. blogspot.. com/)
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
Wajib militer di Indonesia? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
http://id..answers. yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard Pembuat
Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
[Non-text portions of this message have been removed]
----------------------------------------------------------------------------
Internal Virus Database is out of date.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 8.0.237 / Virus Database: 270.10.23/1950 - Release Date: 02/12/09
18:46:00
[Non-text portions of this message have been removed]