Ibukota negara harus pindah dari jakarta? Kalau menurut saya, ibukota tak harus pindah. Selain butuh proses yang lama, akan menghabiskan biaya negara yang tidak sedikit.
Hal yang membuat jakarta masih menjadi magnet untuk menarik minat rakyat indonesia pindah ke jakarta, karena disanalah semuanya berpusat. Uang, kebijakan, gemerlap entertainment, lapangan kerja yang bonafid dan sebagainya, hanya bisa didapatkan di jakarta. Kalau diperlukan alternatif, dengan biaya yang tidak sebesar memindahkan ibukota, maka saya mengusulkan agar melakukan penyebarluasan pusat kebijakan, terutama kebijakan-kebijakan teknis di provinsi lain. Sebagai contoh, Mungkin presiden, wakil presiden, deplu, dan depkeu tetap berpusat di jakarta. Tetapi departemen teknis lain sebaiknya menjalankan kewajiban teknisnya di provinsi. Semisal, dep pertambangan dan energi ditempatkan di Kaltim, karena disana paling banyak pertambangan, misalnya. Atau dep agama berada di daerah yang keragaman agama paling besar, mungkin di Maluku, dep pertanian bisa saja ada di salah satu kota sulawesi, atau perdagangan di jawa timur, dan sebagainya. Tentu saja jalur kebijakan ke daerah lain yang punya keterkaitan dengan departemen tersebut harus dibuka dengan lebih lebar. Semisal, bagi perusahaan pertambangan yang ada di sulawesi dan papua, bisa mengakses jalur transportasi langsung ke Kaltim, tanpa harus transit di jakarta terlebih dulu. Bisa menghemat biaya, dan bandara di Balikpapan -mau tak mau, pasti akan berkembang menjadi bandara internasional yang diusahakan oleh pemerintah daerahnya sendiri. Selain itu, pelabuhan kontainer juga ditempatkan di provinsi strategis yang terbuka dari dunia internasional, tetapi dapat dijangkau oleh provinsi lain yang punya produk ekspor. Mungkin sulawesi utara atau nusa tenggara bisa dipilih untuk ini. Dengan demikian, setiap daerah akan memiliki kesempatan berkembang yang lebih baik, tanpa harus berkiblat ke jakarta, dan mereka bisa meningkatkan daerah dengan keunggulan masing-masing. Masih banyak strategi lain yang dapat dilakukan untuk membangun negeri tercinta ini, dengan dampak sosial seminimal mungkin dan sasaran hasil yang bisa dinikmati secara merata oleh masyarakat di seluruh Indonesia, bukan hanya di jakarta. Dan jakarta tidak akan menjadi surga lagi bagi generasi muda yang mengejar lapangan kerja Regards, Huri A. Hasan Mobile: 0812 872 2686 From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Mansyur Alkatiri Sent: 20 Februari 2009 17:53 To: [email protected] Subject: [ekonomi-nasional] Ibukota Pindah dan Jakarta yang Tamak Ibukota harus pindah ke luar Jakarta, memang isu menarik. Dan mungkin bisa menyelesaikan kesumpekan Jakarta saat ini. Tapi itu memerlukan waktu lama. Prosesnya sangat mahal. Sambil menunggu proses pemindahan ibukota yang harus lama ditunggu itu, ada baiknya dipikirkan solusi jangka pendek dan menengahnya. Salah satu harapan yang terbit di awal era otonomi khusus adalah, munculnya daerah-daerah kaya di luar Jakarta. Daerah juga akan giat membangun diri. Dan itu semua diharapkan menjadi magnet bagi penduduk Jakarta untuk pindah ke daerah-daerah tersebut, terutama yang punya ikatan leluhur dan darah. Dan kini kita sudah melihat munculnya daerah-daerah kaya tersebut, seperti Riau, Kaltim, Papua, Sumsel, Aceh, dan lainnya. Tapi sayang kita tetap tidak melihat berkurangnya penduduk Jakarta karena pindah ke daerah-daerah itu. Kenapa? Agaknya itu karena Jakarta sendiri justeru terus bernafsu menjadi center (pusat) dari segalanya di negeri ini. Jakarta semakin hari justeru semakin TAMAK ! Tak hanya mempertahankan diri sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, tapi juga sebagai pusat budaya, tujuan pariwisata (dengan terus dibangun sarana-sarana pariwisata besar dan mewah), pusat Hankam (Mabes TNI di Cilangkap dan Polri di tempat lain), dan lainnya! Dengan terus TAMAK seperti itu, Jakarta pasti terus menjadi MAGNET bagi orang daerah untuk berduyun- duyun datang. Nah, barangkali memang kita harus memikirkan, untuk memaksa Jakarta tidak tamak lagi. Dengan mau mengamputasi diri sebagai pusat-pusat lain di luar pusat bisnis dan pemerintahan (ibukota negara) saat ini. Sebelum nantinya pusat pemerintahan ini juga harus diamputasi! Demikian MANSYUR ALKATIRI www.cordova-bookstore.com www.formulabisnis.com/?id=mansyur Bertambahnya urbanisasi ----- Original Message ----- From: A Nizami To: [email protected] <mailto:ekonomi-nasional%40yahoogroups.com> Sent: Wednesday, February 18, 2009 8:56 AM Subject: Pindahkan Ibukota - Re: [ekonomi-nasional] OOT: Orang Kaya Sombong?! Ke Laut Aje! Karena Jakarta adalah ibukota segala-galanya (politik, ekonomi, kebudayaan, dsb) dan 80-90% uang yang ada beredar di Jakarta, maka seluruh rakyat Indonesia berbondong2 datang ke Jakarta. Tahun 1970-an penduduk Jakarta hanya sekitar 3 juta. Jalan2 masih lengang. Sekarang sudah 10 juta. Ditambah dengan warga Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok yang jumlahnya 10 juta juga dan sebagian bekerja di Jakarta, maka wilayah metropolitan Jabodetabek jadi 20 juta. Macet, asap kendaraan, tanah resapan yang berubah jadi aspal dan gedung akhirnya akan mengakibatkan Jakarta jadi kota mati. Oleh karena itu saya menulis agar ibukota dipindahkan dari Jakarta ke Kalimantan Tengah. Lihat argumennya di: www.infoindonesia.wordpress.com === Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 Informasi selengkapnya ada di: http://www.media-islam.or.id Ingin belajar Islam? Kirim email ke: [email protected] <mailto:syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com> --- Pada Sen, 16/2/09, jamila lestyowati <[email protected] <mailto:jeelwe%40yahoo.com> > menulis: Dari: jamila lestyowati <[email protected] <mailto:jeelwe%40yahoo.com> > Topik: Re: [ekonomi-nasional] OOT: Orang Kaya Sombong?! Ke Laut Aje! Kepada: [email protected] <mailto:ekonomi-nasional%40yahoogroups.com> Tanggal: Senin, 16 Februari, 2009, 8:13 PM kalo saya..pernah 3 tahun di jakarta....biasa dengan macet... pas pindah ke daerah.. gak ada macet..awalnya aneh....tapi lama lama enakkk bgt... eh ..pas ada bbrp tugas ke jkt.....bbrp hr aja tugasnya.... .keluar deh statementnya. ..'ogah dah kalo harus ke jkt lagi'.....gak tahannnnn macetnya.... --- On Mon, 2/16/09, wondo wondo dwija siswanta <wondo_...@yahoo. com> wrote: From: wondo wondo dwija siswanta <wondo_...@yahoo. com> Subject: Re: [ekonomi-nasional] OOT: Orang Kaya Sombong?! Ke Laut Aje! To: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com Date: Monday, February 16, 2009, 6:26 PM Hidup cuma sekali ya kita nikmati sajalah..... ... Macet memang bikin kita stres tapi kalau kita enjoy aja dan kalau bisa kita nikmati sajalah..... ... Tinggal di jakarta identik dengan macet, tapi begitu kita pindah ke daerah justru kita kangen dengan macet, Kami alami juga sebelumnya saya tinggal di jakarta, terus pindah ke palembang kurang lebih 6 tahun, kami merasakan ada sesuatu yang hilang, kami kangen dengan macet dan gak betah tinggal di tempat yang cenderung sepi.... Akhirnya kami pindah lagi dan menyenangkan kok ......... Intinya kita nikmati aja, dan harus preepart masalah waktu....... .. --- Pada Ming, 15/2/09, jamila lestyowati <jee...@yahoo. com> menulis: Dari: jamila lestyowati <jee...@yahoo. com> Topik: Re: [ekonomi-nasional] OOT: Orang Kaya Sombong?! Ke Laut Aje! Kepada: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com Tanggal: Minggu, 15 Februari, 2009, 9:32 PM saya emang bukan di jakarta...tapi saya bisa merasakan gmn rasanya kena macet berjam2... ya, perlu aturan kepemilikan mobil pribadi yg jelas di republik ini... so, ada usulan..?? gmn kalo yg punya mobil lebih dari 2, disuruh nyumbangin saah satunya ke saya yg blm ada mobil?? --- On Sun, 2/15/09, Farhan Al Azhar <farhan_uai@ yahoo. com> wrote: From: Farhan Al Azhar <farhan_uai@ yahoo. com> Subject: [ekonomi-nasional] OOT: Orang Kaya Sombong?! Ke Laut Aje! To: fs...@yahoogroups. com Cc: Forum_LingkarPena@ yahoogroups. com, hmi-...@yahoogroups .com Date: Sunday, February 15, 2009, 5:40 AM Orang Kaya Sombong?! Ke Laut Aje! Mohon maaf sebelumnya, bukannya ingin menggeneralisir orang kaya secara umum, bukan juga iri melihat mereka yang kaya dengan berbagai macam kemudahan, bahkan... terlebih lagi bukan juga penganut faham komunis sosialisme dengan jargon sama rata sama rasa, tapi hanya sedikit berbagi dan mengingatkan bahwa ALLAH telah menurunkan ayatnya yang sungguh indah di surat Ali Imran yang artinya: Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Ali Imron: 26) Ya...! untuk kesekian kalinya, saya disuguhkan 'tontonan' yang membuat saya makin membenci orang kaya (bahasa betawinya: eneg). Setelah setiap hari saya menyaksikan kesombongannya lewat mobil-mobil mewah yang berseliweran di jalanan ibukota dan membuat kemacetan yang semakin parah. Dan yang makin membuat parah lagi adalah mereka sendirian di mobil itu. Hggghhh.... emang... hak mereka siy untuk suka-suka bawa mobil pribadinya masing-masing. Tapi entah mereka mikir jauh ke depan atau cuma mentingin dirinya sendiri saja. Bayangkan! satu keluarga kaya memiliki 4 mobil mewah dan masing-masing anggota keluarganya pergi dengan satu mobil. Bayangkan kalau semua orang kaya di Jakarta gitu semua! entah kemacetan seperti apa yang akan ditimbulkan. ... (selanjutnya klik http://farizal- alboncelli. blogspot.. com/) [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] Wajib militer di Indonesia? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id..answers. yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/ [Non-text portions of this message have been removed] ---------------------------------------------------------- Internal Virus Database is out of date. Checked by AVG - www.avg.com Version: 8.0.237 / Virus Database: 270.10.23/1950 - Release Date: 02/12/09 18:46:00 [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
