Setuju, emang seharusnya kampus negeri dibuat 3M.. murah-meriah-dan muntah2 
kebanyakan ilmu…

 

Hanya saja yang mengherankan.. prestasi suatu kampus kok diukur dari jumlah 
lulusannya yang diserap ke perusahaan-perusahaan sih?

Buat aku kuliah itu salah satu wadah buat belajar atuh, biar bisa berbakti pada 
kemanusiaan, biar bisa memanusiakan manusia.. 

 

 

Salam,

 

Andikaputra

to make a better world, make a better you

 

From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Sunarso, Djayus
Sent: Wednesday, February 18, 2009 7:34 PM
To: [email protected]; [email protected]; lisi; sabili
Subject: [ekonomi-nasional] Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta dan 
Kuliah Rp 15 Juta/Tahun

 


Sekedar sumbang saran, Terus terang saya dan anak saya tidak ngotot bisa 
masuk PTN, akhirnya kita putuskan masuk PTS program D3 yang ada surat 
perjanjian disalurkan.. Pertimbangan lain D3 lebih praktis dan siap kerja. 
Betul juga anak saya seminggu sebelum wisuda sudah diterima kerja salah 
satu perusahaan PORTAL bergengsi. Untuk S1 anak saya kuliah Sabtu - Minggu. 
Dan saat lulus S1 dia punya pengalaman 2 tahun. Hebatnya setelah pindah 
kerja dengan S1 pengalaman 2 tahun mendapat gaji Rp7.5 jutaan. Padahal 
dikantor yang PMA - S1 tehnik , baru lulus digaji kurang dari Rp2.5 
jutaan. Hitung- hitunganya yang langsung S1 = 5 tahun 0 pengalaman dan yang 
dari D3 + S1 juga 5 tahun, tetapi punya pengalaman kerja 2 tahun. Padahal 
iklan LOKER rata- rata cari yang pengalaman. Jadi kuliah nggak perlu yang 
mahal, cari yang murah dan ada perjanjian disalurkan kerja. Malah ada 
POLTEK yang menawarka kuliah dulu bayar setelah lulus dan kerja. 

Mailto : [email protected] <mailto:Djayus.Sunarso%40schott.com>  
http://www.schott.com 


__________________ 




Semoga berita di bawah ini tidak benar: 

http://www.anakui.com/2008/07/19/lihat-apa-yang-ui-telah-lakukan-kepada- 
calon-mahasiswa-baru 

Terimakasih untuk #9: ary dan #10: UI non-aktifis atas link informasinya 
yang berharga dalam diskusi kita di tulisan Sebuah Pertanyaan…. Mereka 
memberikan link ke dua artikel online dari Media Indonesia. Kedua artikel 
tersebut menggambarkan secara konkret satu hal yang disangkal terus menerus 
oleh pihak rektorat: UI kampus mahal!Ini berita yang pertama: 

“Anak saya ternyata diterima di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Saya 
sebagai orang tua sangat bahagia dan bangga,” kata Rabda mengenang saat 
melihat hasil UMB-PTN melalui internet. 
Semangat untuk kuliah di universitas bergengsi tersebut semakin bergejolak 
pada diri Sarah. Terlebih lagi, ia telah lama memimpikan bisa kuliah di 
kampus kuning itu. Tetapi, kebahagiaan Sarah dan kedua orang tuanya tak 
berlangsung lama. 
Untuk dapat kuliah di FKM UI, Rabda harus menyiapkan uang pangkal Rp5 juta. 
Selain itu, setiap semester, anaknya harus membayar biaya kuliah Rp7,5 
juta. “Saya pun pasrah. Sebagai guru, dari mana saya dapat memenuhi uang 
itu,” ujarnya. Dengan perasaan sangat terpukul, Sarah harus melepaskan 
niatnya kuliah di FKM UI. Media Indonesia - Niat Kuliah di PTN Terganjal 

Masih ada lagi nih, satu fakta lagi: 

Dwi berkisah keberhasilan lolos UMB berkat upaya kerasnya. Selain belajar 
keras selama di sekolah, ia mengikuti kursus bimbingan belajar di Bandung. 
Terbukti, hasil UMB perguruan tinggi negeri (PTN) yang diikutinya cukup 
memuaskan dan sesuai dengan harapan. 
Setelah dinyatakan lolos UMB, Dwi pun melaksanakan daftar ulang sesuai 
dengan arahan dalam tata tertib dalam UMB. Dan… ia mengaku sangat terkejut 
dengan nilai uang pendaftaran dan biaya kuliah di UI yang harus dibayarkan. 
“Untuk masuk ke Teknik Lingkungan UI yang baru berjalan tiga tahun, orang 
tua saya harus menyediakan uang pangkal sebesar Rp33 juta dan biaya kuliah 
sebesar Rp7,5 juta per semester,” jelasnya. 
Setelah berdiskusi dengan kedua orang tuanya, Dwi pun akhirnya memutuskan 
untuk tidak mendaftar ulang di UI. Dengan pertimbangan salah satunya soal 
biaya. Ia pun harus melupakan hasil jerih payahnya mengikuti UMB-PTN. Media 
Indonesia - Jerih Payah itu Sia-Sia 

UI! Lihat, apa yang telah kau lakukan terhadap ratusan calon mahasiswa baru 
yang nggak daftar ulang karena masalah biaya! Dari kedua berita tersebut, 
kita tahu bahwa satu hal yang pertama para (calon) mahasiswa baru dan 
keluarganya lihat adalah: bayaran UI 7,5 juta atau 5 juta per semester, 
dengan uang pangkal jutaan. 

Hal lainnya, seperti: BOP itu nanti dibayarkan sesuai kemampuan orang tua, 
di UI banyak beasiswa, dan bla-bla-bla-bla lainnya, nggak diketahui para 
(calon) mahasiswa baru. Boleh aja berkali-kali rektorat bilang “ini kan 
udah disosialisasiin”, “di website udah ada informasinya kok”, dan 
bla-bla-bla-bla lainnya, tapi ya, itu dia faktanya: banyak (calon) 
mahasiswa baru yang mengundurkan diri dari UI karena melihat biaya 
pendidikan itu! 

Semuanya, lihat apa yang UI telah lakukan kepada (calon) mahasiswa baru! 
Dan mari kita sama-sama berimajinasi, bila UI terus seperti ini, 5 tahun 
lagi apa yang akan terjadi di UI? 

Komentar saya: 

Sekarang untuk dapat pendidikan yang baik tidak harus masuk UI. 

Kalau dulu anda mungkin bisa bangga bisa masuk UI karena dulu patokannya 
adalah otak anda. Biar pun anda miskin, tapi kalau lulus tes anda pasti 
masuk.. 

Kalau sekarang tidak begitu. Kalau tidak punya banyak uang (Rp 60 juta 
lebih untuk S1) maka meski pintar anda sulit masuk UI. 

Mungkin bisa dapat, tapi anda harus menghinakan diri anda dan keluarga anda 
dengan mengaku sebagai keluarga miskin, tidak mampu, dsb 

Ortu calon mahasiswa tsb tidak salah. Harusnya UI yang aktif memberi 
informasi. Tanya apa orang tua mampu kemudian berikan informasi keringanan 
yang ada. Bukan orang yang harus disuruh mencari informasi. 

Ada alternatif lain untuk pendidikan Tinggi yang murah dan terjangkau. BSI 
yang swasta contohnya. Meski tidak dapat bantuan dari pemerintah, biaya 
kuliah jauh lebih rendah daripada UI yang gedungnya dibangun pemerintah dan 
dosen2nya digaji pemerintah. 

Di Bina Sarana Informatika (ini bukan iklan) uang masuk hanya Rp 800 ribu 
hingga 1,25 juta. Sementara biaya kuliah hanya Rp 980 ribu/semester. Dalam 
3 tahun kuliah anda cukup mengeluarkan Rp 7 juta saja. Lihat informasinya 
di: 

http://infoindonesia.wordpress.com/2008/05/28/universitas-mana-yang- 
baik-dan-murah/ 

Yang penting anda dapat gelar dan lulusannya terbukti bisa masuk berbagai 
perusahaan seperti Stanchart dan lembaga pemerintah seperti BPPOM, dsb. 

Kalau anda ingin ilmu yang canggih, tinggal google. Anda bisa dapat 
berbagai artikel dan makalah kelas dunia via internet. 

Jika biaya kuliah UI lebih mahal dari swasta, harusnya kucuran dana 
pemerintah distop saja. Biar mereka cari biaya sendiri. Dan lihat apakah 
akan ada banyak calon mahasiswa yang mau masuk UI dengan biaya yang 
selangit itu. 

=== 
Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 
ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 
Informasi selengkapnya ada di: 
http://www.media-islam.or.id 
Ingin belajar Islam? 
Kirim email ke: [email protected] 
<mailto:syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com>  

Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! 
memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! 
http://id.messenger.yahoo..com/pingbox/ 





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke