Sebenarnya ini bukan berita baru, sejak tahun2 lalu UI sudah terkenal dengan 
biaya kuliahnya yang mahal. Dibanding dengan Universitas2 negeri lainnya maka 
UI memasang harga yang tinggi untuk para mahasiswanya. Beruntung saya tidak 
kuliah di UI...ha...ha..

--- On Mon, 23/2/09, OK Taufik <[email protected]> wrote:
From: OK Taufik <[email protected]>
Subject: Re: [ekonomi-nasional] Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta  
dan Kuliah Rp 15 Juta/Tahun
To: [email protected]
Date: Monday, 23 February, 2009, 9:08 AM

waduh untuk sekelas UI terlampau mahal tuh, kita tak tahu di mana kualitas
sekolah tersebut buat kesejahteraan bangsa ini...kalau sekolah untuk kerja
UI juga bukan sebuah jaminan, saya hanya bisa miris saja bagaimana jajaran
rektorat UI bisa berani memberi harga se tinggi itu??

2009/2/19 Andikaputra <[email protected]>

>   Setuju, emang seharusnya kampus negeri dibuat 3M.. murah-meriah-dan
> muntah2 kebanyakan ilmu…
>
> Hanya saja yang mengherankan.. prestasi suatu kampus kok diukur dari
jumlah
> lulusannya yang diserap ke perusahaan-perusahaan sih?
>
> Buat aku kuliah itu salah satu wadah buat belajar atuh, biar bisa berbakti
> pada kemanusiaan, biar bisa memanusiakan manusia..
>
> Salam,
>
> Andikaputra
>
> to make a better world, make a better you
>
> From:
[email protected]<ekonomi-nasional%40yahoogroups.com>[mailto:
> [email protected]
<ekonomi-nasional%40yahoogroups.com>] On
> Behalf Of Sunarso, Djayus
> Sent: Wednesday, February 18, 2009 7:34 PM
> To: [email protected]
<ekonomi-nasional%40yahoogroups.com>;
> [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>; lisi; sabili
> Subject: [ekonomi-nasional] Mahalnya Masuk UI? - Uang Pangkal Rp 33 Juta
> dan Kuliah Rp 15 Juta/Tahun
>
>
> Sekedar sumbang saran, Terus terang saya dan anak saya tidak ngotot bisa
> masuk PTN, akhirnya kita putuskan masuk PTS program D3 yang ada surat
> perjanjian disalurkan.. Pertimbangan lain D3 lebih praktis dan siap kerja.
> Betul juga anak saya seminggu sebelum wisuda sudah diterima kerja salah
> satu perusahaan PORTAL bergengsi. Untuk S1 anak saya kuliah Sabtu -
Minggu.
>
> Dan saat lulus S1 dia punya pengalaman 2 tahun. Hebatnya setelah pindah
> kerja dengan S1 pengalaman 2 tahun mendapat gaji Rp7.5 jutaan. Padahal
> dikantor yang PMA - S1 tehnik , baru lulus digaji kurang dari Rp2.5
> jutaan. Hitung- hitunganya yang langsung S1 = 5 tahun 0 pengalaman dan
yang
>
> dari D3 + S1 juga 5 tahun, tetapi punya pengalaman kerja 2 tahun. Padahal
> iklan LOKER rata- rata cari yang pengalaman. Jadi kuliah nggak perlu yang
> mahal, cari yang murah dan ada perjanjian disalurkan kerja. Malah ada
> POLTEK yang menawarka kuliah dulu bayar setelah lulus dan kerja.
>
> Mailto : [email protected] <Djayus.Sunarso%40schott.com>
<mailto:
> Djayus.Sunarso%40schott.com <Djayus.Sunarso%2540schott.com>>
> http://www.schott.com
>
> __________________
>
> Semoga berita di bawah ini tidak benar:
>
> http://www.anakui.com/2008/07/19/lihat-apa-yang-ui-telah-lakukan-kepada-
> calon-mahasiswa-baru
>
> Terimakasih untuk #9: ary dan #10: UI non-aktifis atas link informasinya
> yang berharga dalam diskusi kita di tulisan Sebuah Pertanyaan…. Mereka
> memberikan link ke dua artikel online dari Media Indonesia. Kedua artikel
> tersebut menggambarkan secara konkret satu hal yang disangkal terus
menerus
>
> oleh pihak rektorat: UI kampus mahal!Ini berita yang pertama:
>
> "Anak saya ternyata diterima di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI.
Saya
> sebagai orang tua sangat bahagia dan bangga," kata Rabda mengenang
saat
> melihat hasil UMB-PTN melalui internet.
> Semangat untuk kuliah di universitas bergengsi tersebut semakin bergejolak
> pada diri Sarah. Terlebih lagi, ia telah lama memimpikan bisa kuliah di
> kampus kuning itu. Tetapi, kebahagiaan Sarah dan kedua orang tuanya tak
> berlangsung lama.
> Untuk dapat kuliah di FKM UI, Rabda harus menyiapkan uang pangkal Rp5
juta.
>
> Selain itu, setiap semester, anaknya harus membayar biaya kuliah Rp7,5
> juta. "Saya pun pasrah. Sebagai guru, dari mana saya dapat memenuhi
uang
> itu," ujarnya. Dengan perasaan sangat terpukul, Sarah harus
melepaskan
> niatnya kuliah di FKM UI. Media Indonesia - Niat Kuliah di PTN Terganjal
>
> Masih ada lagi nih, satu fakta lagi:
>
> Dwi berkisah keberhasilan lolos UMB berkat upaya kerasnya. Selain belajar
> keras selama di sekolah, ia mengikuti kursus bimbingan belajar di Bandung.
> Terbukti, hasil UMB perguruan tinggi negeri (PTN) yang diikutinya cukup
> memuaskan dan sesuai dengan harapan.
> Setelah dinyatakan lolos UMB, Dwi pun melaksanakan daftar ulang sesuai
> dengan arahan dalam tata tertib dalam UMB. Dan… ia mengaku sangat
terkejut
> dengan nilai uang pendaftaran dan biaya kuliah di UI yang harus
dibayarkan.
>
> "Untuk masuk ke Teknik Lingkungan UI yang baru berjalan tiga tahun,
orang
> tua saya harus menyediakan uang pangkal sebesar Rp33 juta dan biaya kuliah
> sebesar Rp7,5 juta per semester," jelasnya.
> Setelah berdiskusi dengan kedua orang tuanya, Dwi pun akhirnya memutuskan
> untuk tidak mendaftar ulang di UI. Dengan pertimbangan salah satunya soal
> biaya. Ia pun harus melupakan hasil jerih payahnya mengikuti UMB-PTN.
Media
>
> Indonesia - Jerih Payah itu Sia-Sia
>
> UI! Lihat, apa yang telah kau lakukan terhadap ratusan calon mahasiswa
baru
>
> yang nggak daftar ulang karena masalah biaya! Dari kedua berita tersebut,
> kita tahu bahwa satu hal yang pertama para (calon) mahasiswa baru dan
> keluarganya lihat adalah: bayaran UI 7,5 juta atau 5 juta per semester,
> dengan uang pangkal jutaan.
>
> Hal lainnya, seperti: BOP itu nanti dibayarkan sesuai kemampuan orang tua,
> di UI banyak beasiswa, dan bla-bla-bla-bla lainnya, nggak diketahui para
> (calon) mahasiswa baru. Boleh aja berkali-kali rektorat bilang "ini
kan
> udah disosialisasiin", "di website udah ada informasinya
kok", dan
> bla-bla-bla-bla lainnya, tapi ya, itu dia faktanya: banyak (calon)
> mahasiswa baru yang mengundurkan diri dari UI karena melihat biaya
> pendidikan itu!
>
> Semuanya, lihat apa yang UI telah lakukan kepada (calon) mahasiswa baru!
> Dan mari kita sama-sama berimajinasi, bila UI terus seperti ini, 5 tahun
> lagi apa yang akan terjadi di UI?
>
> Komentar saya:
>
> Sekarang untuk dapat pendidikan yang baik tidak harus masuk UI.
>
> Kalau dulu anda mungkin bisa bangga bisa masuk UI karena dulu patokannya
> adalah otak anda. Biar pun anda miskin, tapi kalau lulus tes anda pasti
> masuk..
>
> Kalau sekarang tidak begitu. Kalau tidak punya banyak uang (Rp 60 juta
> lebih untuk S1) maka meski pintar anda sulit masuk UI.
>
> Mungkin bisa dapat, tapi anda harus menghinakan diri anda dan keluarga
anda
>
> dengan mengaku sebagai keluarga miskin, tidak mampu, dsb
>
> Ortu calon mahasiswa tsb tidak salah. Harusnya UI yang aktif memberi
> informasi. Tanya apa orang tua mampu kemudian berikan informasi keringanan
> yang ada. Bukan orang yang harus disuruh mencari informasi.
>
> Ada alternatif lain untuk pendidikan Tinggi yang murah dan terjangkau. BSI
> yang swasta contohnya. Meski tidak dapat bantuan dari pemerintah, biaya
> kuliah jauh lebih rendah daripada UI yang gedungnya dibangun pemerintah
dan
>
> dosen2nya digaji pemerintah.
>
> Di Bina Sarana Informatika (ini bukan iklan) uang masuk hanya Rp 800 ribu
> hingga 1,25 juta. Sementara biaya kuliah hanya Rp 980 ribu/semester. Dalam
> 3 tahun kuliah anda cukup mengeluarkan Rp 7 juta saja. Lihat informasinya
> di:
>
> http://infoindonesia.wordpress.com/2008/05/28/universitas-mana-yang-
> baik-dan-murah/
>
> Yang penting anda dapat gelar dan lulusannya terbukti bisa masuk berbagai
> perusahaan seperti Stanchart dan lembaga pemerintah seperti BPPOM, dsb.
>
> Kalau anda ingin ilmu yang canggih, tinggal google. Anda bisa dapat
> berbagai artikel dan makalah kelas dunia via internet.
>
> Jika biaya kuliah UI lebih mahal dari swasta, harusnya kucuran dana
> pemerintah distop saja. Biar mereka cari biaya sendiri. Dan lihat apakah
> akan ada banyak calon mahasiswa yang mau masuk UI dengan biaya yang
> selangit itu.
>
> ===
> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
> Informasi selengkapnya ada di:
> http://www.media-islam.or.id
> Ingin belajar Islam?
> Kirim email ke:
[email protected]<syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com><mailto:
>
syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com<syiar-islam-subscribe%2540yahoogroups.com>>
>
>
> Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo!
> memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba!
> http://id.messenger.yahoo..com/pingbox/
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional?
Kirim email ke [email protected]
http://capresindonesia.wordpress.com
http://infoindonesia.wordpress.comYahoo! Groups Links






      Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke