Silahkan baca contoh yang saya uraikan dari hadits Bukhari tentang harga seekor kambing yang dari 1400 tahun lalu sampai sekarang harga tetap 1 dinar sementara di Ashabul Kahfi harga makanan untuk 5 orang cuma sekitar 3 dirham padahal rentangnya ribuan tahun.
Bandingkan dengan rupiah yang belum 1 abad saja nilainya sudah merosot seribu kali lipat lebih. Kalau emas/perak kelihatannya naik turun, itu karena uang kertasnya yang tidak stabil. Contohnya harga pangan/sembako naik turun juga kan mengikuti harga emas/perak. Kalau pun emas/perak mengalami fluktuasi harga, itu jauh lebih kecil ketimbang uang kertas seperti mata uang Zimbabwe yang hancur sampai2 30 US$ = 100 TRILYUN mata uang zimbawe (lihat foto uangnya di Kompas). Hancurnya ekonomi oleh Indonesia tahun 1998 tak lepas dari penghancuran mata uang kertas rupiah oleh spekulan valas George Soros hingga dari RP 2.400 jadi sampai Rp 16.700/dollar. Sekarang pun rupiah hancur lagi dari Rp 9.300/US$ jadi US$ 12.000 hanya dalam beberapa bulan saja. Jadi Indonesia harus pakai mata uang yang lebih stabil dalam hal ini emas dan perak. Jika tidak nelongso terus nasibnya karena hancurnya rupiah. === Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 Informasi selengkapnya ada di: http://www.media-islam.or.id Ingin belajar Islam? Kirim email ke: [email protected] --- Pada Sel, 24/2/09, Bango Samparan <[email protected]> menulis: Dari: Bango Samparan <[email protected]> Topik: Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 24 Februari, 2009, 2:26 PM Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak bisa terjadi inflasi? Salam hangat B. Samparan --- On Tue, 2/24/09, A Nizami <nizam...@yahoo. com> wrote: From: A Nizami <nizam...@yahoo. com> Subject: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - Uang yang beredar To: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com Date: Tuesday, February 24, 2009, 1:15 PM "Main Cetak" sepertinya kasar. Tapi anjloknya nilai uang/inflasi menunjukkan itu. Bahkan US Dollar pun mengalami penurunan. Coba lihat di: http://en.wikipedia .org/wiki/ United_States_ dollar Di situ nilai US$ dibandingkan dengan nilai 1 US$ pada tahun 1980 (berdasarkan daya beli dollar terhadap barang2 kebutuhan pokok). Tahun Nilai 1900 $10.12 1980 $1.00 2008 $0.38 Dulu dollar dipatok terhadap emas dan perak (nilainya relatif thd gram emas). Namun sekarang dilepas jadi FIAT MONEY. Oleh karena itu tidak ada yang bisa mengontrol/mengawas i berapa dollar yang dicetak The Fed. Coba baca artikel tentang uang kertas dan dinar emas di www.wakalanusantara .com Mungkin sebagian besar ekonom yang terdidik dengan ekonomi Barat (meski sekarang gagal total) agak meremehkannya. Namun emas dan perak yang dijadikan mata uang dinar emas dan dirham perak (di mana dulu mata uang dollar juga dipatok dgn nilai emas/perak) ternyata stabil Ratenya: 1 Dinar (Emas) Rp. 1.607.502,- 1 Dirham (Perak) Rp. 40.272,- Nah di Buku Hadits Bukhari disebut sahabat Nabi menjual seekor kambing dengan harga 1 dinar. Ternyata sekarang harganya juga sekitar itu. Artinya nilai Stabil. Dalam Al Qur'an, surat Ashabul Kahfi diceritakan seorang penghuni gua disuruh membawa beberapa dirham (sekitar 3 dirham) untuk beli makanan bagi 5 orang teman2nya atau sekarang sekitar Rp 120 ribu. Nah ternyata untuk makan berlima kita perlu uang sekitar itu juga. Artinya dalam rentang 1.400 tahun bahkan untuk kasus Ashabul Kahfi mungkin 2.000 tahun lebih, ternyata "inflasi" mata uang emas dan perak tsb relatif kecil. November 2008 1 dinar masih Rp 1,2 juta. Sekarang Februari jadi Rp 1,6 juta. Kalau saya dipilih mau digaji 10 dinar atau Rp 20 juta, maka saya pilih gaji 10 dinar. Karena 20 tahun lagi pun nilainya akan sama. Sementara rupiah bisa jadi nilainya susut tinggal Rp 2 juta. Sebetulnya mata uang dinar atau patokan UMR memakai dinar/emas bisa jadi solusi yang bagus untuk menghindari pemiskinan masal karena nilainya tetap. Kalau pakai rupiah nilainya turun terus dan kalau protes sampai ludah kering pun belum tentu kenaikannya sesuai dengan besar inflasi. Kalau pun orang saat ini senang memakai uang kertas, itu tak lepas dari pengaruh kapitalis Yahudi yang senang riba. Dengan uang kertas Bank Central bisa mencetak uang sebanyak mereka mau sementara para Kapitalis Yahudi beserta kroninya bisa menikmati riba berupa Sertifikat yang dikeluarkan oleh Bank Sentral. Kalau pakai uang emas/perak tidak bisa begitu. --- In ekonomi-nasional@ yahoogroups. com, "Arif Muljadi" <mari...@... > wrote: > > Kalau memang BI main cetak uang untuk bayar bunga, ya memang tidak > mengherankan, kalau RP terus turun harganya, sekarang sudah stabil > anjlok di hampir 12000/USD. Apakah bank2 sentral lain di dunia juga > melakukan hal seperti ini? > Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger .yahoo.com/ pingbox/ [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
