Mas Arif, BI itu gak sembarangan cetak uang untuk bayar bunga. Kalo gitu mah gak perlu analisis susah2 :). Untuk membayar bunga SBI sebagai biaya operasi moneter, BI memperoleh pendapatan dari pengelolaan devisa yang dikuasai BI. Silakan pelajari struktur pendapatan dan biaya BI di http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Laporan+Tahunan/Laporan+Tahunan+BI/lktbi_07.htm
Nah Bunga SBI itu adalah implikasi dari arah kebijakan moneter yang dipilih BI. BI menggunakan inflation targeting framework dalam menentukan kebijakannya. Sederhananya, inflasi menjadi tujuan kebijakan moneter BI. Kalo BI memandang inflasi meningkat, maka BI akan meningkatkan suku bunga, demikian sebaliknya. Lalu mas Arif menghubungkan cetak uang dan nilai tukar? He he mas, terlalu sederhana menghubungkan cetak uang dan nilai tukar. Faktor yang menyebabkan nilai tukar bergejolak itu banyak sekali. Namun jika dilihat dari kondisi krisis finansial global saat ini,dollar memang punya potensi untuk menguat. Sebabnya: 1. pemerintah amrik mau melakukan stimulus fiskal, tentu butuh duit alias dollar. Nah narik pajak lebih tinggi ke warganegaranya tentu kontraktif terhadap ekonomi, akhirnya tentu memilih menerbitkan surat utang dan bahkan merayu China untuk beli t-bills ama t-bonds. Tentunya ini akan menyebabkan sentimen untuk pegang dollar semakin tinggi. 2. Ekspor kita menurun, sementara impor relatif tetap. Hal ini mengakibatkan pasokan dollar menurun sementara permintaan dollar tetap. So, what should we do? 1. Kalo nomor satu mah ya udah, emang itu kerjaan amerika. Gimana2, tetap lebih laku T-bills dengan suku bunga 1%. 2. Nah ini dia, mari gunakan produk dalam negeri, bisa menggerakkan sektor riil sekaligus memperkuat nilai tukar. Di BI sekarang ada policy menambah waktu pemakaian baju batik/daerah dari hanya Jumat menjadi selasa dan jumat. Kalo ini diikuti perusahaan2 lokal dan pemda wah berapa banyak permintaan untuk baju batik. Asal jangan beli batik made in cina aja :) On Tue, Feb 24, 2009 at 12:41 PM, Arif Muljadi <[email protected]> wrote: > Kalau memang BI main cetak uang untuk bayar bunga, ya memang tidak > mengherankan, kalau RP terus turun harganya, sekarang sudah stabil > anjlok di hampir 12000/USD. Apakah bank2 sentral lain di dunia juga > melakukan hal seperti ini? > > > --- In [email protected]<ekonomi-nasional%40yahoogroups.com>, > A Nizami <nizam...@...> wrote: > > > > > > Untuk mengontrol uang beredar, sering BI/Pemerintah menerbitkan SBI > (Sertifikat Bank Indonesia) atau ORI (Obligasi RI) yang ujung2nya > memberi bunga (ada rate BI untuk SBI sekitar 7-10%/tahun). > > > > Nah karena umumnya uang yang disedot via SBI/ORI itu jarang dipakai > untuk hal yang produktif dan menghasilkan profit/keuntungan, maka > dicetaklah lebih banyak urang untuk membayar pokok pinjaman+bunga. > > > > Tak heran hasilnya adalah inflasi dan turunnya nilai mata uang > rupiah dari tahun ke tahun (coba bandingkan dgn nilai emas). > > > > Apalagi dengan rencana kenaikan gaji PNS dsb, dipastikan akan lebih > banyak uang rupiah dicetak. > > > > Sebagai contoh November lalu kurus 1 dinar emas terhadap rupiah > sekitar Rp 1,2 juta. Sekarang sekitar Rp 1,6 juta (lihat di > www.wakalanusantara.com) > > > > === > > Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 > > ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 > > Informasi selengkapnya ada di: > > http://www.media-islam.or.id > > Ingin belajar Islam? > > Kirim email ke: > > [email protected]<syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com> > > > > > > --- Pada Sen, 23/2/09, Agung Bayu Purwoko <agungpurw...@...> menulis: > > > > > Dari: Agung Bayu Purwoko <agungpurw...@...> > > > Topik: Re: [ekonomi-nasional] Uang yang beredar > > > Kepada: > > > [email protected]<ekonomi-nasional%40yahoogroups.com> > > > Tanggal: Senin, 23 Februari, 2009, 7:33 PM > > > Pengedaran uang oleh BI gak dikenakan > > > bunga Pak. Bank-bank melakukan pengambilan uang atau > > > penyetoran uang ke BI sesuai kebutuhan. > > > > > > Sent from my CurveBerry® > > > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > > > > > -----Original Message----- > > > From: "Arif Muljadi" <mari...@...> > > > > > > Date: Mon, 23 Feb 2009 17:24:20 > > > To: <[email protected]<ekonomi-nasional%40yahoogroups.com> > > > > > Subject: [ekonomi-nasional] Uang yang beredar > > > > > > > > > Salam, > > > > > > Saya ingin bertanya kepada para ahli ekonomi, mengenai uang > > > yang > > > beredar. Pertanyaan ini karena agak rumit untuk diungkapkan > > > dalam > > > kalimat yang singkat (tidak berarti persoalannya itu > > > sendiri rumit), > > > maka akan saya tanyakan secara bertahap, di samping untuk > > > menghindari > > > sebanyak mungkin kesalahpahaman. > > > Setelah uang dicetak, lalu dikirim ke BI, oleh BI uang ini > > > diedarkan. > > > Pengedaran uang oleh BI ini bukankah selalu disertai > > > bunga? > > > > > > Demikian pertanyaan pertama saya. Terima kasih sebelumnya. > > > > > > Arif > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > > > Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional? > > > Kirim email ke > > > [email protected]<ekonomi-nasional-subscribe%40yahoogroups.com> > > > http://capresindonesia.wordpress.com > > > http://infoindonesia.wordpress.comYahoo! > > > Groups Links > > > > > > > > > > > > mailto:[email protected]<ekonomi-nasional-fullfeatured%40yahoogroups.com> > > > > > > > > > > > > > > > Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih > banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang! > http://id.messenger.yahoo.com/invite/ > > > > > -- Agung Bayu Purwoko Economic Research Group Bank Indonesia Padang [Non-text portions of this message have been removed]
