Kalau memang benar klaimnya, lalu kenapa yang dipake bukan mas dinar tapi kertas?
On Tue, Feb 24, 2009 at 7:09 AM, A Nizami <[email protected]> wrote: > "Main Cetak" sepertinya kasar. Tapi anjloknya nilai uang/inflasi > menunjukkan itu. > > Bahkan US Dollar pun mengalami penurunan. > Coba lihat di: > http://en.wikipedia.org/wiki/United_States_dollar > > Di situ nilai US$ dibandingkan dengan nilai 1 US$ pada tahun 1980 > (berdasarkan daya beli dollar terhadap barang2 kebutuhan pokok). > Tahun Nilai > 1900 $10.12 > 1980 $1.00 > 2008 $0.38 > > Dulu dollar dipatok terhadap emas dan perak (nilainya relatif thd gram > emas). Namun sekarang dilepas jadi FIAT MONEY. Oleh karena itu tidak > ada yang bisa mengontrol/mengawasi berapa dollar yang dicetak The Fed. > > Coba baca artikel tentang uang kertas dan dinar emas di > www.wakalanusantara.com > > Mungkin sebagian besar ekonom yang terdidik dengan ekonomi Barat > (meski sekarang gagal total) agak meremehkannya. Namun emas dan perak > yang dijadikan mata uang dinar emas dan dirham perak (di mana dulu > mata uang dollar juga dipatok dgn nilai emas/perak) ternyata stabil > Ratenya: > 1 Dinar (Emas) > Rp. 1.607.502,- > > 1 Dirham (Perak) > Rp. 40.272,- > > Nah di Buku Hadits Bukhari disebut sahabat Nabi menjual seekor kambing > dengan harga 1 dinar. Ternyata sekarang harganya juga sekitar itu. > Artinya nilai Stabil. > > Dalam Al Qur'an, surat Ashabul Kahfi diceritakan seorang penghuni gua > disuruh membawa beberapa dirham (sekitar 3 dirham) untuk beli makanan > bagi 5 orang teman2nya atau sekarang sekitar Rp 120 ribu. Nah ternyata > untuk makan berlima kita perlu uang sekitar itu juga. > > Artinya dalam rentang 1.400 tahun bahkan untuk kasus Ashabul Kahfi > mungkin 2.000 tahun lebih, ternyata "inflasi" mata uang emas dan perak > tsb relatif kecil. > > November 2008 1 dinar masih Rp 1,2 juta. Sekarang Februari jadi Rp 1,6 > juta. > > Kalau saya dipilih mau digaji 10 dinar atau Rp 20 juta, maka saya > pilih gaji 10 dinar. Karena 20 tahun lagi pun nilainya akan sama. > Sementara rupiah bisa jadi nilainya susut tinggal Rp 2 juta. > > Sebetulnya mata uang dinar atau patokan UMR memakai dinar/emas bisa > jadi solusi yang bagus untuk menghindari pemiskinan masal karena > nilainya tetap. Kalau pakai rupiah nilainya turun terus dan kalau > protes sampai ludah kering pun belum tentu kenaikannya sesuai dengan > besar inflasi. > > --- In [email protected], "Arif Muljadi" <mari...@...> > wrote: > >> >> Kalau memang BI main cetak uang untuk bayar bunga, ya memang tidak >> mengherankan, kalau RP terus turun harganya, sekarang sudah stabil >> anjlok di hampir 12000/USD. Apakah bank2 sentral lain di dunia juga >> melakukan hal seperti ini? >> >> >> --- In [email protected], A Nizami <nizaminz@> wrote: >> > >> > >> > Untuk mengontrol uang beredar, sering BI/Pemerintah menerbitkan SBI >> (Sertifikat Bank Indonesia) atau ORI (Obligasi RI) yang ujung2nya >> memberi bunga (ada rate BI untuk SBI sekitar 7-10%/tahun). >> > >> > Nah karena umumnya uang yang disedot via SBI/ORI itu jarang dipakai >> untuk hal yang produktif dan menghasilkan profit/keuntungan, maka >> dicetaklah lebih banyak urang untuk membayar pokok pinjaman+bunga. >> > >> > Tak heran hasilnya adalah inflasi dan turunnya nilai mata uang >> rupiah dari tahun ke tahun (coba bandingkan dgn nilai emas). >> > >> > Apalagi dengan rencana kenaikan gaji PNS dsb, dipastikan akan lebih >> banyak uang rupiah dicetak. >> > >> > Sebagai contoh November lalu kurus 1 dinar emas terhadap rupiah >> sekitar Rp 1,2 juta. Sekarang sekitar Rp 1,6 juta (lihat di >> www.wakalanusantara.com) >> > >> > === >> > Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 >> > ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 >> > Informasi selengkapnya ada di: >> > http://www.media-islam.or.id >> > Ingin belajar Islam? >> > Kirim email ke: [email protected] >> > >> > >> > --- Pada Sen, 23/2/09, Agung Bayu Purwoko <agungpurwoko@> menulis: >> > >> > > Dari: Agung Bayu Purwoko <agungpurwoko@> >> > > Topik: Re: [ekonomi-nasional] Uang yang beredar >> > > Kepada: [email protected] >> > > Tanggal: Senin, 23 Februari, 2009, 7:33 PM >> > > Pengedaran uang oleh BI gak dikenakan >> > > bunga Pak. Bank-bank melakukan pengambilan uang atau >> > > penyetoran uang ke BI sesuai kebutuhan. >> > > >> > > Sent from my CurveBerry® >> > > powered by Sinyal Kuat INDOSAT >> > > >> > > -----Original Message----- >> > > From: "Arif Muljadi" <marifok@> >> > > >> > > Date: Mon, 23 Feb 2009 17:24:20 >> > > To: <[email protected]> >> > > Subject: [ekonomi-nasional] Uang yang beredar >> > > >> > > >> > > Salam, >> > > >> > > Saya ingin bertanya kepada para ahli ekonomi, mengenai uang >> > > yang >> > > beredar. Pertanyaan ini karena agak rumit untuk diungkapkan >> > > dalam >> > > kalimat yang singkat (tidak berarti persoalannya itu >> > > sendiri rumit), >> > > maka akan saya tanyakan secara bertahap, di samping untuk >> > > menghindari >> > > sebanyak mungkin kesalahpahaman. >> > > Setelah uang dicetak, lalu dikirim ke BI, oleh BI uang ini >> > > diedarkan. >> > > Pengedaran uang oleh BI ini bukankah selalu disertai >> > > bunga? >> > > >> > > Demikian pertanyaan pertama saya. Terima kasih sebelumnya. >> > > >> > > Arif >> > > >> > > >> > > >> > > >> > > [Non-text portions of this message have been removed] >> > > >> > > >> > > >> > > ------------------------------------ >> > > >> > > Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional? >> > > Kirim email ke [email protected] >> > > http://capresindonesia.wordpress.com >> > > http://infoindonesia.wordpress.comYahoo! >> > > Groups Links >> > > >> > > >> > > mailto:[email protected] >> > > >> > > >> > > >> > >> > >> > Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih >> banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang! >> http://id.messenger.yahoo.com/invite/ >> > >> > > -- It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to change. (Charles Darwin)
