Fluktuasi harga itu niscaya tetap ada misalnya karena masa panen/paceklik 
makanan.
Namun tetap mata uang emas dan perak lebih stabil ketimbang mata uang kertas. 
Lihat rupiah dan mata uang Zimbabwe...

Saya rasa sudah cukup diskusi ngalor-ngidulnya. Di Hadits ada, di Al Qur'an 
ada. Bagi yang Muslim insya Allah bisa langsung beriman terhadap kedua sumber 
itu. Bagi yang lain silahkan pakai nalar dan logika masing2.


===

Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490

ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900

Informasi selengkapnya ada di:

http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam?

Kirim email ke: [email protected]

--- Pada Sel, 24/2/09, Bango Samparan <[email protected]> menulis:

Dari: Bango Samparan <[email protected]>
Topik: Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - 
Uang yang beredar
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 24 Februari, 2009, 6:13 PM











    
            Penyakit inflasi penyebabnya kan bisa bermacam-macam tho mas. Harga 
uang dirham dan dinar memang lebih stabil, tapi kalau terjadi kelangkaan 
barang, ya bisa terjadi inflasi karena demand > supplai. Dan, ini pernah 
terjadi di Zaman Umar, bahkan di Zaman Rasulullah, sehingga mereka mengeluh 
tentang perlunya intervensi terhadap harga di pasar.



Begitu mas Nizami.



Salam hangat

B. Samparan



--- On Wed, 2/25/09, A Nizami <nizam...@yahoo. com> wrote:



> From: A Nizami <nizam...@yahoo. com>

> Subject: Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan 
> Massal - Uang yang beredar

> To: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com

> Date: Wednesday, February 25, 2009, 8:25 AM

> Silahkan baca contoh yang saya uraikan dari hadits Bukhari

> tentang harga seekor kambing yang dari 1400 tahun lalu

> sampai sekarang harga tetap 1 dinar sementara di Ashabul

> Kahfi harga makanan untuk 5 orang cuma sekitar 3 dirham

> padahal rentangnya ribuan tahun.

> 

> Bandingkan dengan rupiah yang belum 1 abad saja nilainya

> sudah merosot seribu kali lipat lebih.

> 

> Kalau emas/perak kelihatannya naik turun, itu karena uang

> kertasnya yang tidak stabil. Contohnya harga pangan/sembako

> naik turun juga kan mengikuti harga emas/perak.

> 

> Kalau pun emas/perak mengalami fluktuasi harga, itu jauh

> lebih kecil ketimbang uang kertas seperti mata uang Zimbabwe

> yang hancur sampai2 30 US$ = 100 TRILYUN mata uang zimbawe

> (lihat foto uangnya di Kompas).

> 

> Hancurnya ekonomi oleh Indonesia tahun 1998 tak lepas dari

> penghancuran mata uang kertas rupiah oleh spekulan valas

> George Soros hingga dari RP 2.400 jadi sampai Rp

> 16.700/dollar.

> 

> Sekarang pun rupiah hancur lagi dari Rp 9.300/US$ jadi US$

> 12.000 hanya dalam beberapa bulan saja.

> 

> Jadi Indonesia harus pakai mata uang yang lebih stabil

> dalam hal ini emas dan perak. Jika tidak nelongso terus

> nasibnya karena hancurnya rupiah.

> 

> ===

> 

> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490

> 

> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900

> 

> Informasi selengkapnya ada di:

> 

> http://www.media- islam.or. id

> 

> Ingin belajar Islam?

> 

> Kirim email ke: syiar-islam- subscribe@ yahoogroups. com

> 

> --- Pada Sel, 24/2/09, Bango Samparan

> <bsampa...@yahoo. com> menulis:

> 

> Dari: Bango Samparan <bsampa...@yahoo. com>

> Topik: Re: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi

> Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

> Kepada: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com

> Tanggal: Selasa, 24 Februari, 2009, 2:26 PM

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

>     

>             Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa

> tidak bisa terjadi inflasi?

> 

> 

> 

> Salam hangat

> 

> 

> 

> B. Samparan

> 

> 

> 

> --- On Tue, 2/24/09, A Nizami <nizam...@yahoo. com>

> wrote:

> 

> From: A Nizami <nizam...@yahoo. com>

> 

> Subject: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi

> Pemiskinan Massal - Uang yang beredar

> 

> To: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com

> 

> Date: Tuesday, February 24, 2009, 1:15 PM

> 

> 

> 

> "Main Cetak" sepertinya kasar. Tapi anjloknya

> nilai uang/inflasi

> 

> 

> 

> menunjukkan itu. 

> 

> 

> 

> Bahkan US Dollar pun mengalami penurunan.

> 

> 

> 

> Coba lihat di:

> 

> 

> 

> http://en.wikipedia .org/wiki/ United_States_ dollar

> 

> 

> 

> Di situ nilai US$ dibandingkan dengan nilai 1 US$ pada

> tahun 1980

> 

> 

> 

> (berdasarkan daya beli dollar terhadap barang2 kebutuhan

> pokok).

> 

> 

> 

> Tahun   Nilai

> 

> 

> 

> 1900  $10.12

> 

> 

> 

> 1980  $1.00

> 

> 

> 

> 2008  $0.38

> 

> 

> 

> Dulu dollar dipatok terhadap emas dan perak (nilainya

> relatif thd gram

> 

> 

> 

> emas). Namun sekarang dilepas jadi FIAT MONEY. Oleh karena

> itu tidak

> 

> 

> 

> ada yang bisa mengontrol/mengawas i berapa dollar yang

> dicetak The Fed.

> 

> 

> 

> Coba baca artikel tentang uang kertas dan dinar emas di

> 

> 

> 

> www.wakalanusantara .com

> 

> 

> 

> Mungkin sebagian besar ekonom yang terdidik dengan ekonomi

> Barat

> 

> 

> 

> (meski sekarang gagal total) agak meremehkannya. Namun emas

> dan perak

> 

> 

> 

> yang dijadikan mata uang dinar emas dan dirham perak (di

> mana dulu

> 

> 

> 

> mata uang dollar juga dipatok dgn nilai emas/perak)

> ternyata stabil

> 

> 

> 

> Ratenya:

> 

> 

> 

> 1 Dinar (Emas)

> 

> 

> 

> Rp. 1.607.502,-

> 

> 

> 

> 1 Dirham (Perak)

> 

> 

> 

> Rp. 40.272,-

> 

> 

> 

> Nah di Buku Hadits Bukhari disebut sahabat Nabi menjual

> seekor kambing

> 

> 

> 

> dengan harga 1 dinar. Ternyata sekarang harganya juga

> sekitar itu.

> 

> 

> 

> Artinya nilai Stabil.

> 

> 

> 

> Dalam Al Qur'an, surat Ashabul Kahfi diceritakan

> seorang penghuni gua

> 

> 

> 

> disuruh membawa beberapa dirham (sekitar 3 dirham) untuk

> beli makanan

> 

> 

> 

> bagi 5 orang teman2nya atau sekarang sekitar Rp 120 ribu.

> Nah ternyata

> 

> 

> 

> untuk makan berlima kita perlu uang sekitar itu juga.

> 

> 

> 

> Artinya dalam rentang 1.400 tahun bahkan untuk kasus

> Ashabul Kahfi

> 

> 

> 

> mungkin 2.000 tahun lebih, ternyata "inflasi"

> mata uang emas dan perak

> 

> 

> 

> tsb relatif kecil.

> 

> 

> 

> November 2008 1 dinar masih Rp 1,2 juta. Sekarang Februari

> jadi Rp 1,6

> 

> 

> 

> juta.

> 

> 

> 

> Kalau saya dipilih mau digaji 10 dinar atau Rp 20 juta,

> maka saya

> 

> 

> 

> pilih gaji 10 dinar. Karena 20 tahun lagi pun nilainya akan

> sama.

> 

> 

> 

> Sementara rupiah bisa jadi nilainya susut tinggal Rp 2

> juta.

> 

> 

> 

> Sebetulnya mata uang dinar atau patokan UMR memakai

> dinar/emas bisa

> 

> 

> 

> jadi solusi yang bagus untuk menghindari pemiskinan masal

> karena

> 

> 

> 

> nilainya tetap. Kalau pakai rupiah nilainya turun terus dan

> kalau

> 

> 

> 

> protes sampai ludah kering pun belum tentu kenaikannya

> sesuai dengan

> 

> 

> 

> besar inflasi.

> 

> 

> 

> Kalau pun orang saat ini senang memakai uang kertas, itu

> tak lepas dari pengaruh kapitalis Yahudi yang senang riba.

> Dengan uang kertas Bank Central bisa mencetak uang sebanyak

> mereka mau sementara para Kapitalis Yahudi beserta kroninya

> bisa menikmati riba berupa Sertifikat yang dikeluarkan oleh

> Bank Sentral. Kalau pakai uang emas/perak tidak bisa begitu.

> 

> 

> 

> --- In ekonomi-nasional@ yahoogroups. com, "Arif

> Muljadi" <mari...@... >

> 

> 

> 

> wrote:

> 

> 

> 

> >

> 

> 

> 

> > Kalau memang BI main cetak uang untuk bayar bunga, ya

> memang tidak

> 

> 

> 

> > mengherankan, kalau RP terus turun harganya, sekarang

> sudah stabil

> 

> 

> 

> > anjlok di hampir 12000/USD. Apakah bank2 sentral lain

> di dunia juga

> 

> 

> 

> > melakukan hal seperti ini?

> 

> 

> 

> > 

> 

> 

> 

> Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web.

> Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger

> .yahoo.com/ pingbox/

> 

> 

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

> 

> 

> 

>       

> 

>        

> 

>       

> 

>       

> 

> 

> 

>       

> 

> 

> 

>       

> 

>       

> 

> 

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

> 

> 

> 

> 

>  

> 

>       

> 

>     

>     

>       

>        

>       

>       

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

>       

> 

> 

>       

>       

> 

> 

>       Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang

> wajar? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

> http://id.answers. yahoo.com

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? Temukan 
jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke