Agus Nizami:
1 Dinar emas itu 4,25 gram emas 22 karat yang saat ini nilainya Rp 1,6 juta. 
Jika anda bawa uang Rp 1,6 juta dalam pecahan Rp 50 ribu, berarti ada 32 lembar 
uang. Kalau dibandingkan volume dan berat 1 Dinar, bisa jadi lebih ringkas dan 
ringan ketimbang 32 lembar uang Rp 50 ribu.

Memang sistem uang ada 3: Commodity Money di mana emas dan perak langsung 
dijadikan uang. Di sini sulit ada manipulasi. Kemudian Credit Money sebagaimana 
US$ dulu dipatok kepada emas/perak. Di sini bisa saja jumlah uang beredar tidak 
sama dgn jaminan emas/perak atau ada manipulasi. Dan Fiat money di mana uang 
kertas sama sekali tidak ada jaminannya. Harganya tergantung pada spekulasi 
pelaku pasar.

Salam

Diswandi:

Assalamjualaikum...Bagus juga ide untuk mengunakan emas (dinar) dan perak 
(dirham), cuma yg jadi masalah akan merepotkan jika kemana-mana harus 
ngantongin kepingan emas. kalo bawanya sedikit sih ga masalah, tapi kalo 
bawanya banyak?? berat kan?? Mungkin perlu dicarikan solusi, mata uangnya tetap 
emas/perak tapi dibuatkan uang giral semacam cek yang bisa 
dipindahtangankan.Wassalam.DIswandi-Mataram

--- On Tue, 2/24/09, A Nizami <[email protected]> wrote:

From: A Nizami <[email protected]>
Subject: [ekonomi-nasional] Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan Massal - 
Uang yang beredar
To: [email protected]
Date: Tuesday, February 24, 2009, 12:15 AM



















            "Main Cetak" sepertinya kasar. Tapi anjloknya nilai uang/inflasi



menunjukkan itu.



Bahkan US Dollar pun mengalami penurunan.



Coba lihat di:



http://en.wikipedia .org/wiki/ United_States_ dollar



Di situ nilai US$ dibandingkan dengan nilai 1 US$ pada tahun 1980



(berdasarkan daya beli dollar terhadap barang2 kebutuhan pokok).



Tahun   Nilai



1900    $10.12



1980    $1.00



2008    $0.38



Dulu dollar dipatok terhadap emas dan perak (nilainya relatif thd gram



emas). Namun sekarang dilepas jadi FIAT MONEY. Oleh karena itu tidak



ada yang bisa mengontrol/mengawas i berapa dollar yang dicetak The Fed.



Coba baca artikel tentang uang kertas dan dinar emas di



www.wakalanusantara .com



Mungkin sebagian besar ekonom yang terdidik dengan ekonomi Barat



(meski sekarang gagal total) agak meremehkannya. Namun emas dan perak



yang dijadikan mata uang dinar emas dan dirham perak (di mana dulu



mata uang dollar juga dipatok dgn nilai emas/perak) ternyata stabil



Ratenya:



1 Dinar (Emas)



Rp. 1.607.502,-



1 Dirham (Perak)



Rp. 40.272,-



Nah di Buku Hadits Bukhari disebut sahabat Nabi menjual seekor kambing



dengan harga 1 dinar. Ternyata sekarang harganya juga sekitar itu.



Artinya nilai Stabil.



Dalam Al Qur'an, surat Ashabul Kahfi diceritakan seorang penghuni gua



disuruh membawa beberapa dirham (sekitar 3 dirham) untuk beli makanan



bagi 5 orang teman2nya atau sekarang sekitar Rp 120 ribu. Nah ternyata



untuk makan berlima kita perlu uang sekitar itu juga.



Artinya dalam rentang 1.400 tahun bahkan untuk kasus Ashabul Kahfi



mungkin 2.000 tahun lebih, ternyata "inflasi" mata uang emas dan perak



tsb relatif kecil.



November 2008 1 dinar masih Rp 1,2 juta. Sekarang Februari jadi Rp 1,6



juta.



Kalau saya dipilih mau digaji 10 dinar atau Rp 20 juta, maka saya



pilih gaji 10 dinar. Karena 20 tahun lagi pun nilainya akan sama.



Sementara rupiah bisa jadi nilainya susut tinggal Rp 2 juta.



Sebetulnya mata uang dinar atau patokan UMR memakai dinar/emas bisa



jadi solusi yang bagus untuk menghindari pemiskinan masal karena



nilainya tetap. Kalau pakai rupiah nilainya turun terus dan kalau



protes sampai ludah kering pun belum tentu kenaikannya sesuai dengan



besar inflasi.



Kalau pun orang saat ini senang memakai uang kertas, itu tak lepas dari 
pengaruh kapitalis Yahudi yang senang riba. Dengan uang kertas Bank Central 
bisa mencetak uang sebanyak mereka mau sementara para Kapitalis Yahudi beserta 
kroninya bisa menikmati riba berupa Sertifikat yang dikeluarkan oleh Bank 
Sentral. Kalau pakai uang emas/perak tidak bisa begitu.



--- In ekonomi-nasional@ yahoogroups. com, "Arif Muljadi" <mari...@... >



wrote:



>



> Kalau memang BI main cetak uang untuk bayar bunga, ya memang tidak



> mengherankan, kalau RP terus turun harganya, sekarang sudah stabil



> anjlok di hampir 12000/USD. Apakah bank2 sentral lain di dunia juga



> melakukan hal seperti ini?



>



Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard Pembuat 
Pingbox Online. http://id.messenger .yahoo.com/ pingbox/



[Non-text portions of this message have been removed]




































[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke