Karena emas itu adalah benda berharga yang diakui secara universal dari zaman 
dulu sampai sekarang. 1 gram emas di Indonesia harganya sekitar RP 300 ribu. 
Nah di AS, Eropa, Afrika harganya juga akan berkisar seperti itu. Kalau ada 
satu negeri yang harga emasnya cuma Rp 50 ribu / gram, niscaya akan diserbu 
oleh pedagang emas untuk dibeli.

Dari Hadits Bukhari yang akurasinya diakui dinyatakan bahwa harga seekor 
kambing adalah 1 dinar emas (4,25 gram emas 22 karat). Nah harganya sekarang 
juga sekitar itu yaitu Rp 1,6 juta (lihat www.wakalanusantara.com). Ini adalah 
bukti sejarah.

Sebaliknya uang kertas yang tidak dijamin emas memang akan selalu mengalami 
inflasi. Nilai 1 US$ pada tahun 1900 beda dengan Nilai sekarang.

Nilai.rupiah tahun 1960 beda dengan sekarang. Saat itu orang digaji Rp 
10.000/bulan saja sudah senang betul. Sekarang digaji Rp 500 ribu saja 
amit2...:)

Karena kertas itu tidak ada harganya, maka nilai uang kertas itu tergantung 
spekulasi pelaku pasar. Tidak jelas. Tahun 1970-an 1 USD=450. Sekarang 1 
USD=12.000. Itu nilainya terserah pasar.

Dengan adanya SBI, setiap tahun jumlah uang bertambah = pokok+bunga SBI. Belum 
lagi dari bunga ORI karena kalau pemerintah bikin jalan, dijamin itu tidak ada 
profitnya. Tapi pokok pinjaman beserta bunga diberikan pada pemegang ORI. 
Pertambahan jumlah rupiah yang lebih besar dari kebutuhan itu akhirnya 
mengakibatkan inflasi.

===

Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490

ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900

Informasi selengkapnya ada di:

http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam?

Kirim email ke: [email protected]

--- Pada Rab, 25/2/09, Irwansyah Irwansyah <[email protected]> menulis:

Dari: Irwansyah Irwansyah <[email protected]>
Topik: Re: [ekonomi-nasional] Re: Uang yang beredar
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 25 Februari, 2009, 1:57 AM











    
            Saya bukan ahli ekonomi mungkin bisa dijelaskan kenapa dengan emas

kita bisa menghindari inflasi?



2009/2/25 Bango Samparan <bsampa...@yahoo. com>:

> --- On Wed, 2/25/09, A Nizami <nizam...@yahoo. com> wrote:

>

>> Mas Irwan,

>> Menurut saya para kapitalis lebih senang memakai uang

>> kertas karena mereka bisa menikmati bunga yang diberikan

>> Bank Sentral untuk menjaga nilai uang kertas yang sebenarnya

>> tidak bernilai itu.

>

> Maaf lho mas Nizami, bukan saya hendak mengajak diskusi ngalor ngidul. Soal

> bunga itu tidak hanya terjadi pada kasus uang kertas. Jika sistem monoternya

> memakai gold standar-pun tetap bisa terjadi bunga (riba).

>

> Sekali lagi mohon maaf, kalau solusi Islam itu ditawarkan secara kurang

> komprehensif, malahan akan membuat yang mendengar skeptis.

>

> Uang kertas, merujuk kepada perkataan Umar, mungkin (boleh) dipakai juga

> kok. Saya bisa merujukkan buku yang menyebutkan hal ini.

>

> Seperti persoalan inflasi, misalnya, akar penyakitnya sebenarnya bukan pada

> fiat standar, tapi justru terletak pada ketidaksempurnaan pasar, pasar

> cenderung menuju ke monopoli atau sudah monopoli. Akar masalah yang lain

> adalah motif ribawi yang banyak melahirkan ketidakseimbangan antara sektor

> riil dan sektor moneter (ketidakseimbangan antara permintaan agregat dan

> penawaran agregat.)

>

> Soal inflasi sendiri, tidak selalu ditembak dengan solusi gold standar, bisa

> juga melalui indeksasi (lihat Capra, Toward a Just Monetery System).

>

> Salam hangat

> B. Samparan

>

> 



-- 

It is not the strongest of the species that survives, nor the most

intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to

change. (Charles Darwin)


 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman 
ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke