Wah menarik nih Pak Agung. Mohon dijabarkan lebih jelas lagi dan kalau bisa pake istilah yang ga teknis ;) Maklum saya orang awam yang pingin mengerti ekonomi :)
Pegging dan bretton wood agreements itu apa ya Pak? 2009/2/26 Agung Bayu Purwoko <[email protected]>: > Mau meluruskan aja kalo penerbitan SBI/ORI menyebabkan inflasi. > Logikanya jadi terbalik pak, penerbitan SBI/ORI justru bersifat > kontraktif, karena menarik uang beredar dari sistem ekonomi ke bank > sentral/pemerintah. > > Nah pemerintah bikin jalan itu memang gak bikin untung pemerintah tapi > bikin untung warganya. Gara2 ada jalan, ada aktivitas ekonomi, ada > yang untung. Jadi logikanya jangan dibalik-balik. > > Kembali ke soal uang beredar, uang itu sebenarnya hanya alat bayar. > Namun berkembang jadi komoditas. Ditambah greedy, akhirnya > perkembangan pasar uang lebih pesat dari pasar barang yang pada > ujungnya menyebabkan inflasi. Kalo soal dijamin atau tidaknya dengan > emas, saya pikir sama aja tergantung perkembangan di belakangnya. Nah > kalo emas juga diperjualbelikan seperti pasar uang bagaimana? akhirnya > sama kan, terus Pak Nizami menyalahkan siapa? > > Setelah saya baca beberapa buku, kegagalan sistem fixed exchange rates > dengan standar emas berdasarkan bretton woods agreement karena sistem > fixed exchange rates tersebut tidak mengakomodasi pertumbuhan ekonomi > yang mendorong permintaan uang. Pada saat dilakukan pegging, mungkin > tidak masalah. Namun pada saat perkembangan ekonomi suatu negara > berbeda, akhirnya membuat kurs pada saat peg tidak pas lagi. > > Akhirnya, sistem moneter itu sebenarnya memfasilitasi sektor riil. > Segala macam barrier di sektor riil yang harus diselesaikan, bukan > menyalahkan infrastrukturnya. > > On 2/26/09, A Nizami <[email protected]> wrote: >> Karena emas itu adalah benda berharga yang diakui secara universal dari >> zaman dulu sampai sekarang. 1 gram emas di Indonesia harganya sekitar RP >> 300 >> ribu. Nah di AS, Eropa, Afrika harganya juga akan berkisar seperti itu. >> Kalau ada satu negeri yang harga emasnya cuma Rp 50 ribu / gram, niscaya >> akan diserbu oleh pedagang emas untuk dibeli. >> >> Dari Hadits Bukhari yang akurasinya diakui dinyatakan bahwa harga seekor >> kambing adalah 1 dinar emas (4,25 gram emas 22 karat). Nah harganya >> sekarang >> juga sekitar itu yaitu Rp 1,6 juta (lihat www.wakalanusantara.com). Ini >> adalah bukti sejarah. >> >> Sebaliknya uang kertas yang tidak dijamin emas memang akan selalu >> mengalami >> inflasi. Nilai 1 US$ pada tahun 1900 beda dengan Nilai sekarang. >> >> Nilai.rupiah tahun 1960 beda dengan sekarang. Saat itu orang digaji Rp >> 10.000/bulan saja sudah senang betul. Sekarang digaji Rp 500 ribu saja >> amit2...:) >> >> Karena kertas itu tidak ada harganya, maka nilai uang kertas itu >> tergantung >> spekulasi pelaku pasar. Tidak jelas. Tahun 1970-an 1 USD=450. Sekarang 1 >> USD=12.000. Itu nilainya terserah pasar. >> >> Dengan adanya SBI, setiap tahun jumlah uang bertambah = pokok+bunga SBI. >> Belum lagi dari bunga ORI karena kalau pemerintah bikin jalan, dijamin itu >> tidak ada profitnya. Tapi pokok pinjaman beserta bunga diberikan pada >> pemegang ORI. Pertambahan jumlah rupiah yang lebih besar dari kebutuhan >> itu >> akhirnya mengakibatkan inflasi. >> >> === >> >> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 >> >> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 >> >> Informasi selengkapnya ada di: >> >> http://www.media-islam.or.id >> >> Ingin belajar Islam? >> >> Kirim email ke: [email protected] >> >> --- Pada Rab, 25/2/09, Irwansyah Irwansyah <[email protected]> menulis: >> >> Dari: Irwansyah Irwansyah <[email protected]> >> Topik: Re: [ekonomi-nasional] Re: Uang yang beredar >> Kepada: [email protected] >> Tanggal: Rabu, 25 Februari, 2009, 1:57 AM >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> Saya bukan ahli ekonomi mungkin bisa dijelaskan kenapa dengan >> emas >> >> kita bisa menghindari inflasi? >> >> >> >> 2009/2/25 Bango Samparan <bsampa...@yahoo. com>: >> >>> --- On Wed, 2/25/09, A Nizami <nizam...@yahoo. com> wrote: >> >>> >> >>>> Mas Irwan, >> >>>> Menurut saya para kapitalis lebih senang memakai uang >> >>>> kertas karena mereka bisa menikmati bunga yang diberikan >> >>>> Bank Sentral untuk menjaga nilai uang kertas yang sebenarnya >> >>>> tidak bernilai itu. >> >>> >> >>> Maaf lho mas Nizami, bukan saya hendak mengajak diskusi ngalor ngidul. >>> Soal >> >>> bunga itu tidak hanya terjadi pada kasus uang kertas. Jika sistem >>> monoternya >> >>> memakai gold standar-pun tetap bisa terjadi bunga (riba). >> >>> >> >>> Sekali lagi mohon maaf, kalau solusi Islam itu ditawarkan secara kurang >> >>> komprehensif, malahan akan membuat yang mendengar skeptis. >> >>> >> >>> Uang kertas, merujuk kepada perkataan Umar, mungkin (boleh) dipakai juga >> >>> kok. Saya bisa merujukkan buku yang menyebutkan hal ini. >> >>> >> >>> Seperti persoalan inflasi, misalnya, akar penyakitnya sebenarnya bukan >>> pada >> >>> fiat standar, tapi justru terletak pada ketidaksempurnaan pasar, pasar >> >>> cenderung menuju ke monopoli atau sudah monopoli. Akar masalah yang lain >> >>> adalah motif ribawi yang banyak melahirkan ketidakseimbangan antara >>> sektor >> >>> riil dan sektor moneter (ketidakseimbangan antara permintaan agregat dan >> >>> penawaran agregat.) >> >>> >> >>> Soal inflasi sendiri, tidak selalu ditembak dengan solusi gold standar, >>> bisa >> >>> juga melalui indeksasi (lihat Capra, Toward a Just Monetery System). >> >>> >> >>> Salam hangat >> >>> B. Samparan >> >>> >> >>> >> >> >> >> -- >> >> It is not the strongest of the species that survives, nor the most >> >> intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to >> >> change. (Charles Darwin) >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak >> teman ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/ >> >> [Non-text portions of this message have been removed] >> >> > > -- > Agung Bayu Purwoko > Economic Research Group > Bank Indonesia Padang > -- It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to change. (Charles Darwin)
