Hi, saya hanya punya tabungan sedikit, dan saya simpan dalam bentuk rupiah. Saya tidak terlalu menghitung-hitung harga pada saat nanti. Mungkin saya tidak termasuk bijak:-) BTW, menyimpan emas kalau yang belum berpengalaman, risiko ditipunya juga banyak:-) Risiko harga emas turun juga mungkin.
Tanya saja mas, andai uang memang sudah memakai Dinar dan Dirham, apa berarti gaji, harga dan lain sebagainya lalu konstan? Misalnya tahun 2000 harga beras per kg 0,1 dinar (ngawuran saja mas), bisa dijamin tahun 2010 harganya akan tetap 0,1 dinar? Apa tidak mungkin, pedagang sudah menaikkan harga menjadi 0,2 dinar? Demikian pula hal dengan harga-harga barang lain. Hati-hati dengan fallacy of composition mas, contohnya begitu: "Secara individu ketika orang nonton bola misalnya, berpikir kalau ada adegan seru dengan berdiri pasti akan bisa lebih jelas melihat, saat dia benar-benar berdiri ternyata semua orang berdiri, jadi pandangan tak menjadi lebih baik." Masa-masa sebelum Adam Smith - merchatilisme(?) - pernah tho salah satu ukuran kemakmuran adalah banyaknya emas yang dimiliki oleh suatu negara, sehingga negara-negara berramai-ramai menumpuk cadangan emas. Hasilnya, ya penyakit inflasi parah!. Sekali lagi inflasi penyakit utamanya adalah ketidakseimbangan antara pasar uang dan pasar riil atau permintaan agregat dan penawaran agregat. Salam hangat B. Samparan --- On Thu, 2/26/09, Arif Muljadi <[email protected]> wrote: > From: Arif Muljadi <[email protected]> > Subject: [ekonomi-nasional] Re: Dinar Emas: Solusi Mengatasi Pemiskinan > Massal - Uang yang beredar > To: [email protected] > Date: Thursday, February 26, 2009, 11:14 AM > Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, > tapi > mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan > membuat > produk melimpah! > > Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh > (seperti uang > emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni > ketika > barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik > sistem > ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang > tanda > (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak > Nizami, dulu > semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. > Mungkinkah harga > bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, > secara > teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang > kertas SELALU > menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya > tanya. > Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa > hidup 60 > tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam > masa > pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan > ditanam > sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)? > Orang bijak > pasti memilih emas! > > > > --- In [email protected], Bango Samparan > <bsampa...@...> wrote: > > > > Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak > bisa terjadi inflasi? > > > > Salam hangat > > > > B. Samparan > >
