Mas Irwansyah sebenarnya sudah menjawab pertanyaan itu sendiri. Orang
bijak tidak mau bermain sesuatu yang berisiko tinggi, walau
diiming-imingi dengan "high return". Orang yang serakah atau orang
yang tidak/sedikit tahu/mengerti/berpengalaman akan memilih high
return tanpa peduli bahwa itu risikonya tinggi. Kita jangan salah
kaprah. Investor itu tidak selalu orang2 intelek atau yang punya
integritas tinggi. Seperti juga, kita jangan salah kaprah bahwa orang2
bule adalah orang2 yang civilized atau bermoral. No way. Dan lihat
bursa saham Amerika, indeks2nya yang sekarang tinggal sekitar 60% dari
indeks2nya tahun lalu. Dan lihat itu orang2 serakah yang menanamkan
uangnya di perusahaan jasa investasi milik Madoff yang
mengakali/menipu para investor sampai sebesar 50milyar USD, "kasihan"
mereka menjadi korban keserakahannya sendiri, karena.... kurang bijak,
ya 'kan?


--- In [email protected], Irwansyah Irwansyah
<irwans...@...> wrote:
>
> Hmm...saya bukan ahli investasi. Tapi setahu saya investasi bisa
> dikategorikan menjadi investasi yang resikonya rendah, menengah, dan
> tinggi. Investasi emas termasuk yang resikonya rendah tapi
> keuntungannya juga rendah kalo istilah para ahli low risk low return,
> high risk high return.
> 
> Logikanya, kenapa banyak orang lebih suka investasi di reksadana atau
> saham atau pasar uang daripada investasi di emas? Apakah mereka tidak
> bijak, kurang bijak, atau jauh lebih bijak?
> 
> 2009/2/26 Arif Muljadi <mari...@...>:
> > Cara memerangi inflasi adalah sangat mudah untuk dikatakan, tapi
> > mungkin sangat susah untuk dilakukan. Caranya adalah dengan membuat
> > produk melimpah!
> >
> > Walaupun sistem ekonomi yang menggunakan uang penuh (seperti uang
> > emas, perak, dsb.), juga bisa mengalami inflasi, yakni ketika
> > barangnya langka, tapi bagaimanapun juga ada karakteristik sistem
> > ekonomi uang penuh yang berbeda mencolok dari sistem uang tanda
> > (seperti uang kertas). Seperti telah digambarkan oleh pak Nizami, dulu
> > semangkok bakso berharga Rp 500, sekarang Rp 7000. Mungkinkah harga
> > bakso bisa lagi menjadi Rp 500 lagi? Pemegang uang kertas, secara
> > teratur, kehilangan kekayaannya, karena nilai/harga uang kertas SELALU
> > menurun, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Sekarang saya tanya.
> > Misal anda masih berumur 30 tahun, katakanlah masih bisa hidup 60
> > tahun lagi. Tabungan hari tua anda yang akan dipakai dalam masa
> > pensiun, yakni katakanlah 35 tahun ke depan, diinginkan ditanam
> > sebagai emas atau uang kertas (USD atau euro sekalipun)? Orang bijak
> > pasti memilih emas!
> >
> > --- In [email protected], Bango Samparan
> >
> > <bsamparan@> wrote:
> >>
> >> Lho mas kalau pakai uang emas dan perak, apa tidak bisa terjadi
inflasi?
> >>
> >> Salam hangat
> >>
> >> B. Samparan
> >>
> >
> > 
> 
> 
> 
> -- 
> It is not the strongest of the species that survives, nor the most
> intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to
> change. (Charles Darwin)
>


Kirim email ke