Apa iya tho mas? Bagaimana logikanya? Saya bukan tidak setuju kalau uang diganti dinar dan dirham, tapi kalau terus simplifikasi, ya nanti dulu.
Kalau uang diganti dinar dan dirham. Saya masih boleh nggak menabung di bank? Boleh enggak ada rekening giro di bank? Boleh enggak bank menciptakan kredit? Lha kalau masih, uang giral kan masih eksis juga:-) Masalah multipier uang inti juga masih eksis. Jadi masalah Jumlah Uang Beredar yang tepat masih harus diperhatikan:-) Inflasi juga masih mungkin terjadi, hanya sekarang kenaikkan atau penurunan harganya sudah pakai dinar dan dirham. Intinya sekali lagi adalah kebijakan untuk menyeimbangkan sektor riil dan sektor moneter. Salam hangat B. Samparan --- On Mon, 3/2/09, Arif Muljadi <[email protected]> wrote: > From: Arif Muljadi <[email protected]> > Subject: [ekonomi-nasional] Re: Uang yang beredar > To: [email protected] > Date: Monday, March 2, 2009, 11:04 AM > Kalau sistem moneternya memakai uang emas, saya pikir, tidak > akan ada > yang namanya "terlalu banyak uang beredar", > sehingga tidak perlu ada > penjualan SBI, ORI atau apapun namanya yang semacam itu. > > > --- In [email protected], Bango Samparan > <bsampa...@...> wrote: > > > > Lha kalau uangnya diganti dirham dan dinar, SBI kan > juga bisa tetep > ada tho? Bunga (riba) juga bisa tetep ada? > > > > Dirham dan dinar memang bisa menyelesaikan masalah > instabilitas kurs > antar valas. Tapi kalau masalah inflasi dan riba, rasanya > tidak akan > langsung terlesaikan dengannya. > > > > Salam hangat > > B. Samparan > >
