Ya itu. Uang, "uang kertas" untuk lebih tepatnya, adalah HANYA alat
bayar yang sebenarnya hampir tidak memiliki HARGA sama sekali.
Bagaimana selembar kertas ketika masih fresh ke luar dari percetakan
cuma berharga 10rp (bahan + ongkos cetak), sesaat setelah diedarkan
oleh BI, tiba-tiba menjadi sesuatu yang dihargai setara dengan
sepasang sepatu hanya karena di atas kertas ini tercetak angka 100R.
Bukankah ini sesuatu yang berbau manipulatif? Saya ingin tahu,
bagaimana "asal muasal"nya sesuatu yang berharga cuma 10rp, tiba2
orang2 mau menganggapnya berharga 100R, 50R, 10R, dsb., rupiah. Kalau
menurut orang bijak, sesuatu yang berharga cuma 10rp seharusnya ya
dihargai 10rp saja, 'kan?


--- In [email protected], Agung Bayu Purwoko
<agungpurw...@...> wrote:

> Kembali ke soal uang beredar, uang itu sebenarnya hanya alat bayar.
> Namun berkembang jadi komoditas. Ditambah greedy, akhirnya
> perkembangan pasar uang lebih pesat dari pasar barang yang pada
> ujungnya menyebabkan inflasi. Kalo soal dijamin atau tidaknya dengan
> emas, saya pikir sama aja tergantung perkembangan di belakangnya. Nah
> kalo emas juga diperjualbelikan seperti pasar uang bagaimana? akhirnya
> sama kan, terus Pak Nizami menyalahkan siapa?


Kirim email ke