Hi ... hi ... hi, nggak nyambung babar blas:-) Udahlah mas:-) jangan 
dipaksa-paksain, bikin yang ngerti ekonomi moneter pada ber-ha ... ha ... hi 
... hi.

No hard felling lho mas.

Salam hangat
B. Samparan


--- On Thu, 3/5/09, Arif Muljadi <[email protected]> wrote:

> From: Arif Muljadi <[email protected]>
> Subject: [ekonomi-nasional] Re: Uang yang beredar
> To: [email protected]
> Date: Thursday, March 5, 2009, 10:36 AM
> Misalkan pabrik mobil BMW membuat sebuah mobil dengan model
> XYZ yang sangat aduhai. Pokoknya model ini model yang paling
> ngetop yang pernah dibuat BMW. Dan untuk model ini, hanya
> dibuat SATU unit saja dan dijual dengan harga USD 100 juta. 
> Saya beli mobil ini. Saya mampu beli mobil ini dari
> kekayaan saya hasil investasi dalam emas, bukan investasi
> dalam USD, apalagi Rp! :-)
> Kemudian, mobil ini saya pinjamkan ke perusahaan sewa mobil
> W untuk dijadikan barang usaha. 
> Kemudian, seseorang berinitial B, menyewa mobil ini dari
> perusahaan W. B lantas meminjamkan mobil ini ke perusahaan
> sewa mobil V untuk dijadikan barang usaha. 
> Kemudian, seseorang berinitial C, menyewa mobil ini dari
> perusahaan V. C lantas meminjamkan mobil ini ke perusahaan
> sewa mobil U untuk dijadikan barang usaha. 
> Demikian seterusnya.
> Apakah, dengan "lingkaran" demikian diartikan
> bahwa Indonesia punya sekian puluh mobil BMW model XYZ yang
> sebenarnya oleh BMW cuma pernah dibuat SATU unit saja?
> 
> Bagaimana dengan M0, M1, dst? Apakah "bermain2
> kata" seperti begini juga?
> 
> -Arif-
> 
> 
> --- In [email protected], Bango Samparan
> <bsampa...@...> wrote:
> >
> > Mas, dari yang 1000 itu, melalui proses perbankan -
> menabung dan kredit - akan tercipta - bila diidealkan - JUB
> sebanyak 10.000; 1000 uang inti dan 9000 uang giral.
> > 
> > Dalam praktek memang tidak akan mencapai 10.000,
> setengahnya aja mungkin tidak, ya tergantung multiplier uang
> intinya.
> > 
> > Jadi, jangan dikira kalau otoritas moneter mencetak
> uang 1000 dinar, jub-nya hanya 1000 dinar. Nah disinilah
> kemudian persoalan memanage JUB yang tepat itu tetap tetap
> muncul meskipun standar moneter yang dipakai adalah standar
> emas.
> > 
> > Masalah inflasi dan unemployment sangat tergantung
> pada managemen JUB tersebut. Dengan demikian, standar emas,
> tidak terus menyelesaikan semua persoalan secara instant.
> > 
> > Salam hangat
> > B. Samparan
> > 
> >


      

Kirim email ke