Kalau saya kok malah punya dugaan: masyarakat belum mengerti benar beda antara Bank Konvensional dan Bank Syariat. Akhirnya, ya dianggap sama saja masuk ke Bank Konvensional dan Bank Syariat. Solusinya: buat jadi beda donk:-)
Salam YPU --- On Thu, 5/28/09, Kurniallah <[email protected]> wrote: From: Kurniallah <[email protected]> Subject: Re: [ekonomi-syariah] Re: PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH BERBAU SARA To: [email protected] Date: Thursday, May 28, 2009, 11:54 PM Baru denger pertama kali, bahwa bisnis bank syariah adalah bisnis yang seram, justru dari seseorang yang punya titel dan jabatan yang tinggi dan...... dari perguruan tinggi yang tinggi pula.... mungkin Pak Fiz punya temen di UI yang berjenggot, coba sampeyan tanyaken Pak, apakah orang muslim yang jenggotan itu seram...... Usul saja : mungkin kalau di FE UI mengadakan perkuliahan tentang ekonomi syariah, ada baiknya disisipkan mata kuliah Dirosah Islamiyah yang membahas tentang apa saja sunnah2 Rasulullah SAW.... --- Pada Jum, 29/5/09, [email protected] <[email protected]> menulis: Dari: [email protected] <[email protected]> Topik: Re: [ekonomi-syariah] Re: PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH BERBAU SARA Kepada: [email protected], "asry sofwan" <[email protected]> Tanggal: Jumat, 29 Mei, 2009, 2:43 AM Assalamu 'alaikum Wr. Wb.. Kalau menyimak ulasan Dekan FE UI di bawah ini, kelihatan sekali yang bersangkutan jarang atau bahkan tidak pernah pergi ke Bank Syariah. Coba Cek saja, apa Beliau punya rekening Bank Syariah...?. Seandainya di Bank Syariah ada layanan/konsultasi dibidang muamalah Islami, saya kira malah tambah bagus. BUKAN MENGERIKAN. Wasalamu 'alaikum Wr. Wb. AES Quoting asry sofwan <ikhsanul_amal@ yahoo.co. id>: > Assalamu'alaykum. .. > > Menurut saya, pak dekan khayalannya terlalu tinggi deh... coba liat > kenyataannya skrg di bank syariah, tdk ada yg datang langsung > diceramahin, tdk ada jg nuansa jenggot dan celana menggantung. .. lha > wong sdm nya rata2 mantan sdm dari bank konvensional. .. > > Terlalu sederhana rasanya kalau hanya melihat bank syariah dari sisi > "seram" (ini menurut pak dekan FE UI). Padahal kalau di runut lebih > mendalam lagi, bank syariah adalah bank yg berdiri di bawah pondasi > ekonomi syariah dan ekonomi syariah bertujuan untuk kemaslahatan > umat.. > > Wassalam.. > > NB: menurut sy kalo kita dateng ke bank syariah terus diceramahin > (mungkin ada divisi khususnya).. . subhanallah indahnya.. apalagi > ceramahnya mengenai dakwah ekonomi syariah.. tapi itu semua tidak > ada... > > Oleh karena itu, doakan selalu agar bank syariah mendapat SDM yg > benar2 mau untuk berdakwah ekonomi syariah bukan sekedar bekerja > saja, tapi "berkakrir spiritual" dengan begitu tentu akan banyak > perubahan dari semua sisi di bank syariah... > > Wallahu a'la > > --- Pada Jum, 29/5/09, mgya...@yahoo. com <mgya...@yahoo. com> menulis: > > Dari: mgya...@yahoo. com <mgya...@yahoo. com> > Topik: Re: [ekonomi-syariah] Re: PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI > SYARIAH BERBAU SARA > Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com > Tanggal: Jumat, 29 Mei, 2009, 12:28 AM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Salaam'alaik. Kalo Nicholas Sarkozy dan Paus Benedictus XVI > yang pemimpin dunia menjagokan ekonomi syariah sebagai alternatif > ekonomi berikutnya, kenapa kita dengerin banget dan tersinggung > banget dg kata2 dekan tsb? Yang kontribusinya sampai mana ybs? Ma > laa yudroku kulluh laa yutroku kulluh everyone! Hope you all > understand! > > MGYSent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, > Nyambung Teruuusss... !From: "Edo Segara" > Date: Wed, 27 May 2009 08:08:49 -0000 > To: <ekonomi-syariah@ yahoogroups. com> > Subject: [ekonomi-syariah] Re: PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI > SYARIAH BERBAU SARA > Pertama, saya ingin memberi masukan > kepada Dekan FE UI Yth. tsb harus sekali-sekali magang di Bank > Syariah, biar tau. Gak cuma mengkritik aja. Akademisi cuma bisa > ngomong doang. Kedua, kalo saya c gak heran dengan Koran Tempo yang > dipimpin Goenawan Muhamad ini mengangkat isu penolakan bank syariah, > kebetulan ada kawan saya yang menjadi wartawan di Tempo. Namanya > aja Muhamad tapi hatinya tidak seperti namanya. > > Salam, > Edo Segara > http://edosegara. blogspot. com > > --- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, Faozan Amar <zanama...@. > ..> wrote: > > > > Berikut saya sampaikan pernyataan Dekan FE UI tentang bisnis > syariah di Indonesia yang dimuat di Koran Tempo 25 Mei 2009. > > Menurut saya, pernyataannya sangat tendensius dan berbau SARA dan > menimbulkan conflik di kalangan umat Islam. Rasanya sebagai org > terdidik kurang elok kalau pernyataan menyakitkan sebagian umat.... > Jadi kalu memang Mr. Fiz tdk suka, ya sebaikanya amalkan hadits Nabi > Muhammad SAW : Falyaqul khairan aw yasmut : berkatalah yang baik > atau diam. Apakah dia terlalu PD karena muda sdh jadi dekan? Mohon > komentar anggota milis > > > > > > > > Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian. > > JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi > > Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum bangkitnya > > ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--diKemasan Syariah > Kurang Menarik > > Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian. > > JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi > > Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum bangkitnya > > ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di Indonesia karena para > > pelaku bisnis syariah tidak mampu mengemas produk-produk syariah dengan > > menarik. > > "Wacananya selama ini kan hanya soal haram dan tidak haram saja," > kata dia dalam perbincangan dengan Tempo > > di kantornya, Rabu lalu. Karena itu, ia menyarankan agar pelaku bisnis > > syariah membuka diri, membuat ekonomi syariah menjadi lebih keren, > > bersahabat, dan tidak angker. Firmanzah juga mengingatkan, > asosiasi masyarakat terhadap > > bisnis syariah masih lekat dengan simbol-simbol seperti jenggot dan > > celana menggantung. Akhirnya pikiran yang muncul adalah bisnis yang > > seram. "Jadi, gimana mau ada yang datang ke bank syariah? > > Jangan-jangan nanti diceramahi," kata doktor bidang Strategi dan > > Manajemen Internasional dari University of Lille, Prancis, ini. > > Selain persepsi masyarakat yang keliru, Fiz menambahkan, masih > > banyak kendala lainnya yang membuat aset bank syariah jauh di bawah > > bank konvensional, termasuk regulasi, konsumen, dan budaya. "Ternyata > > masyarakat agak alergi dengan produk-produk yang berbau sektarian > > seperti Islam," ucapnya. Apalagi, meski bank syariah memiliki > istilah dan aturan main > > sendiri, benak konsumen masih belum lepas dari mekanisme di bank > > konvensional dalam membuat analisis investasi. Bahkan, dalam beberapa > > hal, mekanisme bagi hasil juga mengacu pada suku bunga. > > Bank Indonesia mengakui industri perbankan syariah tahun ini > > sulit meningkatkan persentase asetnya dari total aset perbankan > > nasional. Persoalannya adalah kurangnya tenaga profesional di bidang > > syariah. Saat ini aset bank syariah masih sebesar 2,2 persen dari total > > aset perbankan nasional. > > "Diharapkan tahun ini aset bank-bank syariah bisa mencapai 5 > > persen," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono, Jumat > > lalu. Dia menjelaskan, pertumbuhan perbankan syariah selama tiga tahun > > terakhir sangat pesat. Namun, perbankan syariah masih kekurangan sumber > > daya manusia sekitar 15 ribu orang. EFRI RITONGA | ENDRI KURNIAWATI > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ > Dapatkan alamat Email baru Anda! > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! > http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/ ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - This message was Sent by Takaful Mail System Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa mendapatkan semuanya.
