Saya setuju dengan poin-poin yang disampaikan mas Said.  Hanya saja, kita masih 
harus bekerja lebih keras lagi untuk merumuskan konsep ekonomi Islam yang 
prakticable.  Saya pernah diskusi dengan DR. Fahim Khan, ahli ekonomi Islam, 
yang bekerja di IRTI-IDB kurang lebih 10 tahun, di kantornya di Islamabad.  
Beliau menulis, sangat bagus sekali tentang "Apakah ada science dalam ekonomi 
Islam?"  Dalam tulisannya, beliau menjelaskan wilayah inipun masih dalam 
perdebatan ekonom Islam dunia.  




________________________________
From: M Said Fathurrohman <[email protected]>
To: ekonomi-syariah <[email protected]>; 
[email protected]
Sent: Monday, June 1, 2009 11:41:59 AM
Subject: [ekonomi-syariah] Pelajaran dari Ekonomi Rakyat untuk Ekonomi Islam





Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Walau hasil pilpres belum kita ketahui, tapi kesuksesan ekonomi rakyat menjadi 
topik utama perdebatan kontra neoliberal bisa menjadi pelajaran bagi kita. 

Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.
------
Muhamad Said Fathurrohman
Blog: http://komentar-ekonomi.blogspot.com

Pelajaran dari Ekonomi Rakyat untuk Ekonomi Islam
Ekonomi rakyat belum dapat dianggap sebagai disiplin ilmu. Namun terlalu 
meremehkan jika menganggapnya hanya sebagai jargon politik. Paling tepat, 
ekonomi rakyat ini dikategorikan sebagai sebuah paham atau strategi pembangunan.

Dengan keberpihakan yang amat kentara, hingga dicerminkan dalam namanya, 
ekonomi rakyat ini mudah memperoleh dukungan dari masyarakat. Sayangnya, konsep 
ekonomi rakyat sendiri belum terlalu jelas. Literatur yang membahas konsep 
ekonomi rakyat sangat sulit diperoleh.

Ketika konsep orisinil tidak ada, maka cara paling mudah untuk memperkenalkan 
ekonomi rakyat ke masyarakat adalah dengan melakukan kritik pada konsep ekonomi 
lain Maka diambillah neoliberalisme sebagai sasaran kritik

Pembahasan ekonomi rakyat marak mendekati pilpres ini karena dua fakor: 
1. Ekonomi rakyat diusung oleh Prabowo sebagai materi kampanye
2. Salah satu pasangan capres-cawapres disinyalir sebagai neolib yang menjadi 
"musuh" ekonomi rakyat

Dibandingkan dengan ekonomi kerakyatan, literatur ekonomi Islam jauh lebih 
berkembang dan banyak. Tapi mengapa ekonomi Islam tidak mampu menembus debat 
Pilpres 2009?

Pertama, tidak ada parpol yang mau membawa ekonomi syariah, meskipun parpol 
Islam. Sepertinya, parpol Islam walau sudah menyatakan diri sebagai parpol 
Islam masih ragu untuk secara tegas membawa ide-ide Islam dalam aspek hukum 
formal dan tata ekonomi. Parpol Islam perlu menyadari bahwa pemilu dan pilpres 
justru merupakan momen yang tepat untuk menjual ide-ide tersebut. Rumus 
suksesnya, kritik sistem yang berlaku dan berikan argumen yang kuat mengapa 
sistem yang ditawarkan lebih baik.

Kedua, ekonomi Islam selama ini lebih banyak dikemas dalam label kepatuhan 
terhadap syariat Islam, bukan pada prospeknya untuk membawa kesejahteraan pada 
masyarakat. Padahal, mayoritas masyarakat lebih peduli pada isu kedua, bukan 
isu pertama.

Ketiga, perkembangan dan fokus kajian ekonomi Islam lebih banyak pada keuangan 
Islam yang tidak nampak perbedaannya dalam praktik maupun dampak. Apa yang 
nampak dari keuangan Islam, yakni lembaga-lembaga keuangan Islam, dianggap 
identik dengan ekonomi Islam. Ketika lembaga keuangan Islam tidak memperoleh 
simpati masyarakat, maka citra ekonomi Islam ikut terimbas.




      

Kirim email ke