Bukti otentik ini seharusnya bisa menggugah kita untuk bersegera mewjudkan 
khilafah roshidah. Dan Indonesia harus menjadi bagian dari proses itu.
Wassalam,
Dimas
--- On Wed, 10/14/09, Syahrizal Musa <[email protected]> wrote:

From: Syahrizal Musa <[email protected]>
Subject: [warnaislam] Dokumen Penting Hubungan Nusantara dengan Khilafah
To: "Masyarakat Ekonomi Syariah MES Groups" <[email protected]>, 
"Ekonomi Islam Groups" <[email protected]>, "RW 11 Kucica Groups" 
<[email protected]>, "Hamilud Dakwah Groups" 
<[email protected]>, "Greenleaf Groups" 
<[email protected]>, "Partai Islam Groups" 
<[email protected]>, "muslim_bintarojaya_bsd Groups" 
<[email protected]>, "sekolah_harapan_medan Groups" 
<[email protected]>, "indonesia-online Groups" 
<[email protected]>, "Warna Islam Groups" 
<[email protected]>, "Ecomates USU Groups" 
<[email protected]>
Date: Wednesday, October 14, 2009, 10:53 PM













 





                  Dokumen Penting Hubungan Nusantara dengan Khilafah


                                                 Sejarah
Islam Nusantara saat ini sangat susah mendapatkan bukti otentik bahwa
benar adanya bahwa Nusantara adalah wilayah ke Khalifahan Islam. Sangat
susah menemukan buku-buku sejarah mengungkap hal ini seolah-olah
sengaja menghilangkan fakta ini. Tapi sejarah yang benar pasti akan
terungkap.

Berikut bukti otentik yang dapat membuktikan hal tersebut.
Bukti ini berupa surat resmi dari sultan Aceh Alauddin Mahmud Syah
kepada Khalifah Abdul Aziz dari ke-khalifahan Turki Usmani, berikut isi
suratnya;


“Sesuai
dengan ketentuan adat istiadat kesultanan Aceh yang kami miliki dengan
batas-batasnya yang dikenal dan sudah dipunyai oleh moyang kami sejak
zaman dahulu serta sudah mewarisi singgasana dari ayah kepada anak
dalam keadaan merdeka. Sesudah itu kami diharuskan memperoleh
perlindungan Sultan Salim si penakluk dan tunduk kepada pemerintahan
Ottoman dan sejak itu kami tetap berada di bawah pemerintahan Yang
Mulia dan selalu bernaung di bawah bantuan kemuliaan Yang Mulia
almarhum sultan Abdul Majid penguasa kita yang agung, sudah
menganugerahkan kepada almarhum moyang kami sultan Alaudddin Mansursyah
titah yang agung berisi perintah kekuasaan.


Kami
juga mengakui bahwa penguasa Turki yang Agung merupakan penguasa dari
semua penguasa Islam dan Turki merupakan penguasa tunggal dan tertinggi
bagi bangsa-bangsa yang beragama Islam. Selain kepada Allah SWT,
penguasa Turki adalah tempat kami menaruh kepercayaan dan hanya Yang
Mulialah penolong kami. Hanya kepada Yang Mulia dan kerajaan Yang
Mulialah kami meminta pertolongan rahmat Ilahi, Turkilah tongkat
lambang kekuasaan kemenangan Islam untuk hidup kembali dan akhirnya
hanya dengan perantaraan Yang Mulialah terdapat keyakinan hidup kembali
di seluruh negeri-negeri tempat berkembangnya agama Islam. Tambahan
pula kepatuhan kami kepada pemerintahan Ottoman dibuktikan dengan
kenyataan, bahwa kami selalu bekerja melaksanakan perintah Yang Mulia.
Bendera negeri kami, Bulan Sabit terus bersinar dan tidak serupa dengan
bendera manapun dalam kekuasaan pemerintahan Ottoman; ia berkibar
melindungi kami di laut dan di darat. Walaupun jarak kita berjauhan dan
terdapat kesukaran perhubungan antara negeri kita namun hati kami tetap
dekat sehingga kami telah menyetujui untuk mengutus seorang utusan
khusus kepada Yang Mulia, yaitu Habib Abdurrahman el Zahir dan kami
telah memberitahukan kepada beliau semua rencana dan keinginan kami
untuk selamanya menjadi warga Yang Mulia, menjadi milik Yang Mulia dan
akan menyampaikan ke seluruh negeri semua peraturan Yang Mulai.


Semoga
Yang Mulai dapat mengatur segala sesuatunya sesuai dengan keinginan
Yang Mulia. Selain itu kami berjanji akan menyesuaikan diri dengan
keinginan siapa saja Yang Mulia utus untuk memerintah kami.

Kami memberi kuasa penuh kepada Habib Abdurrahman untuk bertindak untuk dan 
atas nama kami.


Yang Mulia dapat bermusyawarah dengan beliau karena kami telah mempercayakan 
usaha perlindungan demi kepentingan kita.

Semoga
harapan kami itu tercapai. Kami yakin, bahwa Pemerintah Yang Mulia
Sesungguhnya dapat melaksanakannya dan kami sendiri yakin pula,bahwa
Yang Mulia akan selalu bermurah hati”.


Petikan isi surat tersebut dikutip dari Seri Informasi Aceh th.VI No.5 berjudul
Surat-surat Lepas Yang Berhubungan Dengan Politik Luar Negeri
Kesultanan Aceh Menjelang Perang Belanda di Aceh diterbitkan oleh Pusat
Dokumentasi Dan Informasi Aceh tahun 1982 berdasarkan buku referensi
dari A. Reid, ”Indonesian Diplomacy a Documentary Study of Atjehnese
Foreign Policy in The Reign of Sultan Mahmud 1870-1874”, JMBRAS,
vol.42, Pt.1, No.215, hal 80-81 (Terjemahan : R. Azwad).


Poin-poin penting isi surat diatas sebagai berikut :

Wilayah
Aceh secara resmi menjadi bagian dari ke-Khalifahan Usmani sejak
pemerintahan Sultan Salim (Khalifah Turki Usmani yang sangat ditakuti
dan disegani sehingga digelas ”sang Penakluk” oleh Eropah abad 15 M.Pengakuan   
   penguasa semua negeri-negeri kaum Muslimin bahwa Turki Usmani adalah 
penguasa      tunggal dunia Islam.Adanya
perlindungan dan bantuan militer dari Turki Usmani terhadap Aceh di
laut dan di darat. Hal ini wajar karena fungsi Khalifah adalah laksana
perisai pelindung ummat di setiap wilayah Islam.Hukum yang      berlaku di Aceh 
adalah hukum yang sama dilaksanakan di Turki Usmani yaitu      hukum Islam.


Dari
isi surat dapat disimpulkan bahwa kesultanan Aceh di Sumatera adalah
bagian resmi wilayah kekuasaan ke khalifahan Islam Turki Usmani tidak
terbantahkan lagi. Hal sama juga berlaku untuk daerah-daerah lain di
Nusantara dimana kesultanan Islam berdiri.


Janji
Allah SWT akan datangnya nubuah berdirinya ke-Khalifahan jilid 2 yang
sesuai dengan manhaj kenabian adalah pasti, dan Nusantara dahulu adalah
bagian resmi ke-Khalifahan Islam maka sudah sewajarnya dan seharusnya
kita ummat Islam di Nusantara menyongsong hal tersebut. Ibarat kita
mencari sesuatu yang hilang dan susah di cari jejaknya, kini sudah
terkuak satu demi satu untuk semakin meyakinkan bahwa dakwah untuk
tegaknya syariah dalam bingkai khilafah adalah suatu kenyataan dan
kebenaran mutlak yang harus diyakini. Sambutlah Khilafah. Sambulah
Khilafah.( A. Yusuf Pulungan, ST, MSc)
Sumber:
http://hizbut- tahrir.or. id/2009/09/ 21/dokumen- penting-hubungan -nusantara- 
dengan-khilafah/




































      

Kirim email ke