wah berat nih....kasihan akhwatnya... mudah2an kedepan ada perbaikan ya...Memang benar Islam itu ternyata adalah NASEHAT utk umat Islamnya itu sendiri, sehingga pada akhirnya dakwah tidak pernah henti, hatta itu di institusi yg mengklaim berbasis syariah.
Mengacu pada pengalaman sebelumnya, utk hal2 penampilan yg mengarah pada tabaruj, peran nasabah bisa juga kok sebagai penekan. Pernah beberapa waktu lalu, ada salah satu bank syariah, yg mengeluarkan memo utk para karyawatinya yg meminta agar lebih memperhatikan cara berpakaian setelah ada komplain dari nasabah. Pada tanggal 12/11/09, Edo <[email protected]> menulis: > Bismillahirrahmanirrahim > > Baru saja kemaren seorang teman akhwat cerita ke saya kalo ia ditawari masuk > ke Bank Umum Syariah. Namun ada syaratnya: Pertama, ia harus pake hak > tinggi. Kedua, ia harus memasukkan jilbabnya ke dalam blazer. Ketiga, yang > paling bikin miris, ia tidak boleh menggunakan rok. Fakta lain, ada seorang > kawan yang tidak boleh menikah selama ia bekerja di bank syariah tersebut > sampai 2 tahun, namun pacaran dibolehkan. Sungguh, peraturan-peraturan ini > jauh dari semangat syariah itu sendiri. Belum lagi masih banyak aplikasi > praktik yang tidak syariah dalam perbankan syariah. Tulisan singkat ini > bukan untuk menyudutkan perbankan syariah, tapi marilah kita menata niat > kita lagi dalam mengembangkan perekonomian berbasis nilai-nilai Islam ini. > Wallahua'lam > > Salam, > Edo Segara > http://edosegara.blogspot.com > >
