Salam rekan-rekan milis MES Yth, 

Terimakasih Pak Fathurrohman atas commentnya, kalau boleh saya analogikan 
kondisi bank syariah sekarang ini seperti warung-warung kecil melawan 
perusahaan retail raksasa seperti minimarket atau hypermarket,  yaitu pricing 
bank syariah pada saat start awalnya memang agak lebih mahal selain karena 
filosofinya berbeda juga karena  komposisi penguasaan dana murah tabungan 
masyarakat menurut majalah Infobank 70% adalah dikuasai oleh 2 bank 
konvensional papan atas.

Jadi, kalau bank syariah mau pricingnya murah dari awal harus mendapatkan 
dukungan dari masyarakat Islam Indonesia agar mau menaruh dananya di bank 
syariah bukan di bank konvensional, karena banyak anggota masyarakat Islam yg 
mengkritik pricing pembiayaan bank syariah tapi perbuatannya yaitu menabungnya 
di bank konvensional.

Ada suatu hal yg terpenting yg harus terus menerus diberikan adalah memberikan 
edukasi kepada kalangan masyarakat mengenai keunggulan konsep pembiayaan bank 
syariah dibandingkan dg konsep kredit bank konvensional dg system bunganya 
yaitu walaupun mungkin pricing bank syariah agak mahal pada start awalnya tapi 
tidak seperti di bank konvensional yg berfluktuatif tinggi.

Masih banyak sekali anggota masyarakat khususnya kalangan pengusaha yg belum 
mengerti akan hal tsb , mereka banyak yg terjebak pada tingkat suku bunga 
rendah pada saat pengajuan awal kredit di bank konvensional baik untuk modal 
kerja usaha ataupun untuk Konsumtif seperti KPR, setelah berjalan 1 atau 2 
tahun tiba-tiba tingkat suku bungan naik tinggi tidak terduga, akibatnya 
seringkali terjadi kredit macet. 

Kalau mau bukti, silahkan saja seraching di google keluhan-keluhan anggota 
masyarakat yg terjebak bunga tinggi kpr bank konvensional.

Bukti lain yitu pada tahun 1998, saya bekerja di salah satu perusahaan retail 
market terbesar di Indonesia karena kenaikkan tingkat suku bunga pinjaman s/d 
70% maka perusahaan retail tsb harus rela diambil alih oleh bank konvensional.

Masalah target pangsa pasar 5% untuk bank syariah, menurut pendapat saya 
pribadi tidak perlu terburu-buru yg harus didahulukan adalah menjaga produk - 
produk bank syariah baik tabungan maupun pembiayaannya agar tetap sesuai dg 
koridor syariah, jangan sampai terburu-buru mengejar target 5% ternyata 
konsepnya s/d bank konvensional, misalnya dg seenaknya merubah pricing harga 
jual yg sudah disepakati di awal akad pembiayaan atau mengenakan denda 
keterlambatan yg sangat memberatkan bagi si peminjam.

Demikian, mohon maaf atas segala kekurangan.
Salam Ukhuwah

Alihozi http://alihozi77.blogspot.com




--- In [email protected], M Said Fathurrohman <muh.s...@...> 
wrote:
>
> Dengan ungkapan lain,
> 
> silahkan bandingkan secara lengkap fitur dan harga antara bank syariah
> dengan bank konvensional. mau yang keliatan murah di awal, tapi "bunga
> sewaktu-waktu bisa berubah", atau yang mahalan dikit tapi pasti.
> 
> Tapi maklum pak Ali, konsumen kan lebih mudah membandingkan harga daripada
> fitur. Jelasin fitur butuh mulut berbusa, kalau banting harga cukup
> bandingin angka. Makanya, barang China yang murah laris manis walau dipakai
> sebentar rusak.
> 
> Lebih bagus lagi sih kalau bank syariah bisa lebih bagus dan lebih murah,
> insya Alloh target pangsa aset 5% cepat tercapai.
> 
> ------
> Muhamad Said Fathurrohman
> Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga
> id.linkedin.com/in/msaidf
> 
> 
> 2010/4/20 ali <ali.h...@...>
> 
> >
> >
> > Salam rekan-rekan milis MES Yth,
> >
> > Menurut saya yg sudah lama mengamati praktek bank syariah di tanah air,
> > anggota masyarakat baik kalangan akademisi,pengamat maupun kalangan
> > pengusaha yg masih membandingkan pricing bank syariah dg bank konvensional
> > merupakan suatu hal yg menandakan pola berfikir (mindset) yg belum terlepas
> > dari system bunga.
> >
> > Merupakan suatu yg tidak adil membandingkan antara pricing bank syariah dan
> > bank konvensional karena keduanya mempunyai filosofi yg berbeda.
> >
> > Pada tulisan-tulisan artikel saya yg lalu saya sudah menceritakan bagaimana
> > system bunga membuat kalangan pengusaha tidak bisa merencanakan keuangannya
> > dg baik karena dihantui dg kenaikan suku bunga pinjaman yg tiba-tiba tinggi
> > (padahal pada saat akad kredit suku bunga yg dikenakan rendah), yg
> > pengaruhnya kepada kenaikan pembayaran angsuran ke bank konvensional. Hal
> > ini yg diakibatkan oleh terjadinya krisis ekonomi seperti pada kejadian
> > krisis tahun 1998 dan krisis global th 2008 lalu.
> >
> > Coba bandingkan dg system bank syariah apakah diperbolehkan menaikkan harga
> > jual yg telah disepakati pada saat akad, pada saat terjadinya krisis tsb ?
> > tentu saja tidak boleh bukan ? Inilah yg menyebabkan beberapa pengusaha yg
> > mulai mengerti system perbankan syariah mulai mengalihkan pinjamannya ke
> > bank syariah, karena menginginkan perencanaan keuangan yg lebih baik.
> >
> > Perbankan syariah sudah banyak yg berdiri, alangkah bijaksananya kalau kita
> > mau membandingkan pricing itu adalah antara bank syariah yg satu dg bank
> > syariah lain jangan membandingkan pricing bank konvensional.
> >
> > Mohon Maaf Atas Segala Kekurangan,
> > Salam Ukhuwah
> >
> > Alihozi http://alihozi77.blogspot.com
> >


Kirim email ke