rekan2 yth
beberapa waktu yang lalu saya mengirimkan posting ke millis dengan topik "cerita saya" dan saya tidak menduga akan mendapat respon yang begitu beragam baik melalui millis maupun japri, pikiran saya waktu itu sederhana, hanya sekedar bercerita tanpa maksud apapun. saya mengucapkan terima kasih atas tanggapan dari rekan2 baik yang memberi dukungan moral maupun yang mempunyai pendapat berbeda.
setelah membaca & mencermati berbagai tanggapan yang masuk, secara singkat saya perlu menjelaskan beberapa hal sebagai berikut :
1. saya memang bermaksud memasyarakatkan uC dengan jalan yang bisa saya tempuh, berusaha menempatkan uC sebagai 'agama', sebagai 'ruh' masyarakat kita di mana (bangsa) kita identik dg ketinggalan teknologi. ibarat membangun rumah saat ini saya sedang membangun pondasi, dan pondasi itu adalah uC.
2. seputar kursus gratis, saya menggambarkan begini, dengan berpegang pada poin 1 maka saya harus membumikan 'agama' yang masih ada di 'langit', bukankah waktu pertama kali AGAMA turun banyak orang tidak merasakan manfaatnya karena belum mengenalnya ?. soal gratis ? seumpama, saya pasang tarip mahal sesuai standar umum orang tidak ada yg datang. saya pasang tarip murah yg datang sedikit, saya pasang tarip super murah yg datang banyak tapi saya merasa terusik karena seolah uC identik dengan (biaya) murahan, mendingan di gratis sekalian malah menempatkan dia (uC) ditempat terhormat. ini menurut saya. pertimbangan lain, saya sudah mengeluarkan uang puluhan juta untuk sarana & prasarana, bahkan karena keterbatasan anggaran mejapun saya bikin pakai tangan saya sendiri, kalau kemudian 'jualan' saya tidak laku apa saya harus menutupnya ? dari pada jalan di tempat bukankah lebih baik jika dijadikan 'pesantren' mikrokontroler.
3. saya minta maaf kepada rekan2 (senior) yg barangkali memiliki tempat pelatihan berbiaya, saya memahami posisi rekan2. dalam kursus gratis ini saya hanya meletakkan dasar2 tentang uC dan menanamkan kesan bahwa uC itu mudah dan menyenangkan, selebihnya jika ingin belajar lebih jauh itu bukan porsi saya walaupun saya tidak menolak untuk itu (menarik biaya).
4. saya bukan orang kaya, keseharian saya mbantu mertua belanja sembako dll dipasar dan dijual lagi di warung kecil milik mertua, antar jemput istri kerja, nyapu, ngepel, nyuci piring, dan masih nunut mertua karena kebetulan istri saya anak tunggal dan tidak punya pembantu. selebihnya ngajar 'santri' belajar uC.
5. saya terbuka bagi siapa saja yang ingin bertukar pikiran untuk memasyarakatkan uC, bila perlu monggo silakan datang ke tempat saya. sekali saya sungguh minta maaf kepada rekan2 (senior) yang mungkin kurang berkenan dengan langkah saya. terima kasih.
 
salam,
unggul


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke