Kalau boleh saya tambahkan,

Bisa dicoba juga menggunakan bass-trap

Atau pilihan lainnya nambah single subwoofer. Karena dengan single subwoofer 
naruhnya bisa dimana saja (untuk mendapatkan hasil bass terbaik di titik 
dengar) tanpa mengganggu staging speaker depan. Tinggal nyetel-nyetel frequency 
dan delaynya.

Salam:
Ragil Hastomo
www.javatraveller.co.id/oxygen/


  ----- Original Message ----- 
  From: [EMAIL PROTECTED] 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, November 24, 2006 5:17 PM
  Subject: Re: [ELPOP-Audio] Floorstanding speaker



  ----- Original Message ----- 
    From: Indra S Ekoputro 
    To: [email protected] 
    Cc: [EMAIL PROTECTED] 
    Sent: Friday, November 03, 2006 1:54 PM
    Subject: [ELPOP-Audio] Floorstanding speaker


    Saya ingin nanya ke om berkaitan dengan
    sistem hifi saya. Saya menggunakan Pioneer DV-686A
    sebagai sumber suara (termasuk juga video), amplifier
    mosfet 2x100W (homebrew) klas A dan tanpa tone
    control, serta sepasang floorstanding speaker
    (homebrew setiap speaker terdiri dari 2 VIFA mid-bass
    dan 1 tweeter audax). Dengan susuan seperti ini,
    suaranya jernih sekali (menurut saya). Saya jarang
    sekali memasang tone control. Semuanya saya taruh di
    ruangan ukuran 3m x 6m. 

    Masalahnya, jika saya mendengar 3m dari speaker suara
    bass terasa kurang, tetapi jika saya dengan di luar
    pintu ruangan (7m), suara bass sangat kental sekali
    dan pas. Bagimana saya harus memodifikasinya? Masa
    ruangan yang harus saya gedein ?!!!!!!



    .
  Pak Indra,
  Maaf, saya terlambat merespons. Dispersi bass secara teori adalah 
omni-directional, tidak seperti treble (nada tinggi). Namun dalam praktik, 
speaker placement atau posisi dengar (sweet-spot) akan mempengaruhi energi bass 
yang kita dengar. Energi bass dapat saja mengalami cancelation (pengurangan) 
atau sebaliknya penguatan (boosting), tergantung di mana/bagaimana penempatan 
speaker serta akustik ruang dengar. Di rumah, saya juga mengalami hal serupa: 
bass terasa lebih mantap kalau saya berada di tangga living room, atau malah di 
dalam kamar mandi tamu, sambil jongkok membaca koran, hehehe.

  Masalahnya adalah, lantas di mana kita sebagai pendengar akan memilih sweet 
spot? Kalau seperti yang sekarang, di mana mungkin Anda sudah mendapatkan 
posisi terbaik untuk tonal balance, vocal, staging & depth, tetapi bass berada 
di posisi lain. Ya inilah trade off. Tips saya barangkali adalah coba set 
kembali posisi speaker. Anda dapat memulainya dengan, melebarkan/menyepitkan 
jarak keduanya, kemudian mencari jarak terbaik dengan dinding belakang. Untuk 
hal kedua ini, tergantung daripada posisi port (lubang angin) spekaer Anda, 
apakah di depan atau di belakang. Ketiga, mengseset ulang tingginya --meskipun 
Anda menggunakan f/s.

  Keempat, tentu saja tidak menyarankan Anda untuk memperbesar ruangan... :( 
Saya lebih menyarankan untuk mencoba mengubah letak mebeler dan lukisan di 
ruang dengar.

  Salam,
  [EMAIL PROTECTED]


   

Kirim email ke