Pak MQ Lover,

Diskusi yang hebat. Saya kira kita semua akan setuju dengan diskusi positif.

Saya respons dulu yang bisa saya baca. Soal cable Sony vs Van den hul, saya ada 
sedikit tambahan supaya makin jelas. Pada posting sebelumnya saya sebutkan, 
"Saya coba dengan Sony....". Saya tambahkan, dalam salah satu sesi, saya 
mencoba menggunakannya (sebagaimana sesi sebelumnya) namun dia "gagal dendang". 
Telinga saya nggak tahan (seingat saya waktu itu sesi tube push-pull yang 
dimenangkan Luxman MQ70 Pak Harjono). Saya coba pindahkan posisi si Sony dari 
pre-to-power (semula dari CDP-to-pre), agak mendingan. Namun saya minta Bung AW 
di kamar sebelah untuk meminjamkan kedua interkonek-nya (padahal dia lagi 
pameran). Saya ingat yang satu dipinjamkan UltraFlex (lupa tipenya, kebanggan 
Bung AW), dan satu lagi yang agak hitam besar (saya suka sulit menghafal 
merek/tipe). Yang hitam ini lebih buruk dari Sony untuk posisi yang sama. 
UltraFlex tampak prima untuk posisi CDP-to-pre (sebagaimana uji coba singkat 
saya dan panitia, di arena).

Begitulah, rekan-rekan, semoga nggak kisruh, hehehe.... Oh ya, saya belum 
banyak coba-coba kabel interkonek, baru setingkat "kabel edan Pak Harjono" 
(yang kata yang buat, "prakarya SD") sampai Acoustic Zen yang berbandrol 
sekitar Rp 20 juta saja. Jadi, saya belum pemerhati perkabelan. Internal wiring 
point-to-point saja kami pakai laminated solid copper (alias kawat beremail 
untuk trafo dan koil). Namun ada satu hal yang mungkin bisa saya tarik 
kesimpulan sementara:
  1.. "Proses metalurgi berbicara". Saya menghindari istilah "harga berbicara" 
supaya jangan tambah kacau.
  2.. Kandungan gold significant. Ini "teori berbicara". Boleh percaya boleh 
tidak, menurut kuping saya, kabel berkandungan gold menyumbang "rasa kaya" 
(seperti Rich Audio, hehehe...).
  3.. Poin (1) dan (2) menunjukkan "harga berbicara". Walah.... :(
  4.. Tetapi, kalau saya naikkan poin (3) ke urutan atas (1), diskusi kita 
sudah selesai dari kemarin. Saya tidak ingin diskusi DIY begini "dibantai" 
hanya oleh "urusan harga". Titik.
  5.. Pembangunan "sistem serius" perlu "upaya pencocokkan". Nah ini juga kerja 
DIY yang lain. Pada tahap ini, "preferences berbicara".
Semoga berguna.

Salam dari Cibubur (masih nyambangi Surabaya, ding),
[EMAIL PROTECTED]
Gudang online saya:
- View all: http://www.flickr.com/photos/langsungjadi
- View by category: http://www.flickr.com/photos/langsungjadi/sets/

  ----- Original Message ----- 
  From: MQ LOVER 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Thursday, April 19, 2007 10:42 AM
  Subject: Re: [avifans] to:bang BA, Re: Info CD bagus : Olive Fantasy


  Pak Banu dan kawan2,
  Maaf , kalau komentar saya malah bikin suasana jadi kisruh. Tapi saya nggak 
bermaksud sok tau atau menyinggung temen2 yang suka melakukan riset. Saya Cuma 
mau kalau ajang ini bisa dipakai menjadi diskusi yang positip . Saya bukannya 
tidak setuju pada pendapat diatas tapi sungguh naif kalau suatu kualitas produk 
cuma dilihat dari 1 titik saja. Penggunaan nya saja sudah lain. Bagaimana kalau 
kita balik, Apa kita bisa punya keahlian membelah 1 solid core eterna menjadi 
80-120 strands? Sulit bukan? Dan ini ada cost & know how-nya.Seperti yang Pak 
Alex bilang bahwa kabel listrik bisa dipakai buat kabel speker karaoke atau di 
restoran , kalau saya pikir itu mah sah2 aja karena orang di tempat itu bukan 
audio freak yang mau perhatiin tonal balance, sound stage dll khas standard 
audiophile .Soal cable Sony vs Van den hul saya no comment karena menurut saya 
banyak faktor yang musti di perhatikan karena mungkin pada saat itu cable sony 
sangat match dengan komponent lainnya dibanding Van Den Hul.
  Jika kita pake kabel speaker tsb utk kabel listrik, tdk lama kemudian 
biasanya terjadi oksidasi dan akhirnya lama2 getas. padahal keterangannya 
disitu free oxygen copper wire.
  Kabel apa yang anda pakai, (merek apa)? Kalau ada keterangan diatas OFC benar 
gak tulisan tersebut? Khan kita juga sering dikibulin dengan tulisan dan embel2 
dari suatu merek. Kalau pun perusahaan kabel yang bertanggung jawab dan ternama 
bertulisan OFC yg sesungguhnya, mereka melakukan OFC agar proses oksidasi 
berjalan lebih lambat daripada kabel yang tidak di OFC. Oksidasi tidak bisa 
ditahan, ingat ini logam, kecuali kabel anda pakai stainless steel, aluminium 
s/d titanium dan mana bisa enak dan diaplikasikan u/ kbl speaker? 
  Eterna ndak pake banyak tulisan, bertahun2 awet aja.
  Sesungguhnya eterna/supreme atau merek lain yang masuk 5 besar pun sudah 
terjadi oksidasi, cuma karena solid core, mata kita yang terbatas tidak bisa 
melihatnya tembus dalam solid core tersebut. ( mau bertaruh??? he he he.....) 
   
  Pada beberapa speaker, penggunaan kabel eterna ini katanya lebih enak.Mungkin 
krn DCR nya lebih tinggi sehingga menurunkan damping faktor
  Saya tidak setuju ataupun setuju pada pendapat tersebut, yang penting apa 
yang pakai enjoy/dinikmati.Jadi ini bukan sesuatu yang mutlak, yang kemudian 
teman2 yang lain jadi ikut2an dan menjadi sesuatu yang "harus" dilakukan untuk 
dapat sound yang lebih "enak". Dan juga haruslah diingat, biasanya tastenya dan 
peralatan didunia audio tanpa disadari juga sudah melenceng karena banyak hal, 
maka perlu extra joss dari eterna (kabel listrik yang diangkat derajatnya jadi 
kabel speaker) untuk mem-boost sound yang sudah mampet prett. Ini sesuatu yang 
maksa dan berbumbu, biasanya sih enak pertamanya tapi kemudian jadi eneg 
kemudianJ
   
   Jadi jangan batasi pikiran kita dng berbagai hipotesa, mitos, legenda, dll, 
dll....
  Justru pendapat kabel listrik dijadiin kabel speaker adalah  hipotesa yang 
kebabalasan, mungkin dengan kondisi harga kabel speaker yang mahal dan 
kualitasnya tidak sesuai harapan orang tersebut (tanpa menyadari bahwa dirinya 
atau barang yang ada sebenarnya relatif ngaco sound-nya) maka dia melakukan 
percobaan2 yang tidak ada dasarnya karena tidak didukung riset dan pengetahuan 
yang cukup memadai mengenai metalurgi logam tersebut.
  Jangan2 sebentar lagi ada hipotesa kabel eterna/supreme di gepengin aja 
dengan asumsi atau hipotesa untuk menghilangkan "skin effect" trus dibungkus 
plastik/teflon biar suaranya mungkin bisa lebih bagus daripada  cable yang 
mereknya "Goertz" , "47 labs" atau Nordost  ( lagi2 just kidding he he he.....)
  Namanya juga DIYer ... bebas kok.
  Saya tambahkan Bebas tapi Bertanggungjawab terhadap diri sendiri dan kalau 
bisa tidak merugikan orang lain  tetapi bisa membantu orang lain dengan 
melakukan percobaan2 yang benar  bukan malah menyesatkan.
  Jangan lupa meletakan ampli lebih tinggi drpd speaker supaya aliran elektron 
lebih lancar.
  Mudah2 an ini Cuma becanda tapi kalau serius mah....
  Duh, listrik bukan air pak.Apa jadinya kalau PLN pasang kabel dibawah tanah 
pasti udah di omelin para audiphile yah. Bapak mungkin sebaiknya banyak baca 
literature tentang  listrik dan metalurgy . Nanti sebentar lagi mungkin ada 
hipotesa bahwa sebelah ampli perlu dikasih pompa listrik biar tambah lancar 
lagi alirannya (he he he  just kidding)

  Saya mau sedikit komentar masalah kabelnya.... .walaupun dibilang just 
  kidding oleh pak wiliam tapi saya menganggap serius karena sebelum 
  ini saya juga memnganggap aneh kalau orang ber diy kabel pakai kabel 
  listrik eterna,waste time.Tapi setelah saya melihat sendiri kabel2 kelas 
diatas 100 rb per 
  meter mungkin boleh juga dicoba pak dengan kabel listrik tersebut 
  kenapa??, karena saya melihat Kimber,Harmony, taralabs (omni) mungkin 
  juga merek lain, tembaganya sangat mirip dengan kabel listrik, hanya 
  warna tembaga kebel listrik nya lebih muda.....
  salam
  iwan
   
  Pak Iwan,
  Sekali lagi pak, dengan hormat, jangan memilih kabel apapun pakai mata. Tapi 
trust your ear seperti temen2 DIY bilang. Metalurginya aja sangat berbeda. Kita 
juga harus hormati mereka yang sudah banyak riset dan ksh input dan hasil untuk 
kita seperti Pak Harry dengan Star cable nya. Bayarlah mereka dengan pantas. 
Kalaupun tidak cocok, ya jangan beli. Kecuali Bapak bisa punya dan jadi pembuat 
kabel international contoh "Super Cable" dan bisa buktikan bahwa kabel riset 
kita bisa worth penny of money dan bagus untuk diaplikasikan .

  Salam,
  William


  [EMAIL PROTECTED] wrote:

      ----- Original Message ----- 
      From: Paul Yahya 
      To: [EMAIL PROTECTED] 
      Sent: Wednesday, April 18, 2007 5:02 PM
      Subject: Re: [avifans] to:bang BA, Re: Info CD bagus : Olive Fantasy


      Saya mau coba ah....buat kabel spiker dgn kabel ETERNA....
      beli dimana tuh brg ? di toko listrik biasa kah ?...itu brg yg biasa 
dinamain kabel listrik NYM yg 1.5mm kah ?


      PJ
    Pak PY,
    Nggak enak hati juga mau ngaku.... Di Surabaya sekitar 2001-2002 kami pakai 
kabel listrik (2x1,5mm serabut) untuk instalasi speaker di beberapa proyek 
karaoke/restoran (kelas atas, dengan equipment yang bertabur branded), dan 
nggak ada masalah tuh. Bagus-bagus saja. Cuma di Surabaya yang terkenal bukan 
Eterna (merek ini rupanya lebih menguasai Jakarta; banyak di jual di Glodok, 
Lindeteves, M2, Kenari Mas, dll.). Bagus juga pakai Supreme. Kalau ikuti 
kebiasaan hi-end untuk proyek begini, wah bandar bisa rugi besar, hehehe...

    Waktu BT di Chex 2005, saya dicibiri banyak pihak (walau saya pura-pura 
nggak tahu) gara-gara saya memakai kabel merah-hitam yang harganya cuma Rp 10 
ribu (waktu itu). Lihat 
http://www.flickr.com/photos/langsungjadi/447195991/in/set-72157600000966702/.

    Contoh lain adalah interkonek. Saya coba memakai Sony Jepang yang cuma 
berharga Rp 10 ribu perak/pair 1,5 meter di gelanggang BT di hotel bertabur 5 
bintang itu. Edan memang. Banyak yang kaget; Karena banyak yang belum tahu 
kalau si Sony ini sudah melibas Van den Hul sekelas Rp 2 juta sewaktu blind 
test oleh teman-teman di Solo (sebelum BT Chex 2005).

    Kita kadang lupa soal apa yang sering saya sebut "peruntukkan" (purpose). 
Kecocokkan interkonek bisa saja berbeda antara koneksi CDP to pre-amp dan 
pre-amp to power. Begitupun kabel speaker: bisa berbeda antara untuk keperluan 
tube dan SS, push-pull dan single-ended, multi-driver speaker dan single-driver 
full range.

    Tapi jangan ikuti saya yang kurang begitu peduli dengan kabel-kabel. Saya 
pembuat amplifier dan speaker set, bukan pembuat kabel. Soal kabel-kabel, saya 
belajar dari Harry (eks Audio Forum di M2 Mall). Dia yang membuat Star Cable 
yang sempat jualan ke Jepang. Hebat. Saya belum bisa masuk Jepang. Jepang yang 
masuk ke saya, hehehe...

    Salam dari Cibubur (lagi di Sby, ding),
    [EMAIL PROTECTED]
    Gudang online saya:
    - View all: http://www.flickr.com/photos/langsungjadi
    - View by category: http://www.flickr.com/photos/langsungjadi/sets/ 












------------------------------------------------------------------------------
  Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
  Check out new cars at Yahoo! Autos. 


------------------------------------------------------------------------------
  Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
  Check out new cars at Yahoo! Autos.  


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition.
  Version: 7.5.446 / Virus Database: 269.5.2/766 - Release Date: 4/18/2007 7:39

Kirim email ke