Terimakasih pak, tips yang bagus dan jelas, saya Pak Jo, warga baru di sini, 
diy pemula.


  ----- Original Message ----- 
  From: Winbert Hutahaean 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, December 18, 2008 10:29 PM
  Subject: Re: [ELPOP-Audio] Re:to:pak Winbert, koleksi ph baru




    
  >>>> Kalo mau cari turntable second apa saja yang harus diperhatikan, ada 
toko yang jual barang second gak? kisaran harganya berapa pak? 

  Halo Pa (siapa ya...?)

  Toko yg jual barang second ada pak. Untuk yg kualitas bawah (500rb-1.5jt) 
bisa ke Jalan Surabaya (Jkt) atau taman Puring (Jkt) atau pasar loak manapun. 
Di kota lain, saya rasa setiap pasar loka pasti ada yg jual...tapi soal 
kondisinya...itu pertanyaan lain.

  Untuk yg midlle upper dan upper class, saya rasa setiap butik audio (toko 
audio kelas atas) pasti jual. Karena Tunrtable itu abrang investasi, dans 
eperti halnya mobil, harganya tidak mudah jatuh. Maka itu, toko audio besar 
tetap saja mau jual/beli TT second.

  Singkatnya untuk mengecek TT second, hal utama yg harus diperhatikan:

  (1) Putarannya stabil atau tidak (lihat strobe lamp atau gunakan print out 
strobe yg bisa di download dari internet). Kestabilan pada kecepatan 33 atau 45 
ditunjukkan dengan kestabilan (diamnya) titik yg bertuliskan 33 atau 45

  (2) Kelurusan arm. Gunakan mata telanjang untuk lihat bentuk arm.

  (3) Kenormalan fungsi cartridge (rumah jarum). Hanya bisa dilakukan dengan 
uji-dengar

  (4) Keutuhan jarum. Gunakan kaca pembesar untuk melihat apakah bentuk jarum 
masih benar. Juga bisa dilakukan dengan uji-dengar

  (5) dll...mungkin Pa Wiyono bisa tambahkan

  Itu hanya langkah sederhana dan ketika kita hanya membeli TT kelas bawah 
(500rb-an). Kalau sudah beli di atas 2jt-an, tentu seperti juga beli mobil, 
harus cek lebih teliti lagi pada hal-hal yg lebih detail. Saya sendiri tidak 
pakai TT kelas ini, shg tidak tahu detailnya. 

  Sekedar saran saya,... mulai lah bermain TT pada kelas yg bawah. TT anda juga 
adalah investasi. Ketika kuping sudah cukup baik, maka meningkatlah pada TT 
kelas menengah. TT yg pertama tetap bisa dilepas kok....

  Utamakan perbaikan/peningkatan pada jarum + cartridge dan penyediaan pada 
software-nya alias Piringan Hitam. Di sini uang akan keluar lebih 
derassss.....he..he...

  Banyak orang punya TT dgn harga > Rp 25jt, tapi hanya punya  5-7 PH. 
Tujuannya hanya sebagai kosmetik/pajangan bukan untuk dengar musik. Saya rasa 
jangan sampai menjadi orang yg seperti gini.... he...he..


  winbert
  www.winbert.co.cc



  _______________________________________

  Mencari Piringan Hitam (PH) Rock, Progressive, Metal, Blues, Jazz, Country, 
Pop, Punk, New Age, New Wave, dll? kunjungi www.piringanhitam.co.cc utk koleksi 
langka. List tersedia


    ----- Original Message ----- 
    From: jo 
    To: [email protected] 
    Cc: [email protected] 
    Sent: Thursday, December 18, 2008 9:53 AM
    Subject: Re: [ELPOP-Audio] Re:to:pak Winbert, koleksi ph baru


    Pak Winbert,
    Kalo mau cari turntable second apa saja yang harus diperhatikan, ada toko 
yang jual barang second gak? kisaran harganya berapa pak?

    thanks,


      ----- Original Message ----- 
      From: Winbert Hutahaean 
      To: [email protected] 
      Sent: Thursday, December 18, 2008 3:29 AM
      Subject: [ELPOP-Audio] Re:to:pak Winbert, koleksi ph baru



      >>>>kaset ph masih diproduksi lagi gak ya? maksud saya misalkan gw mau 
cari kaset phnya peterpan, dll ada yg jual?


      Jangan bilang "kaset ph" dong....he...he.. karena ga ada itu. Mungkin yg 
tepat "piringan PH".


      Secara massal piringan hitam Indonesia yg terakhir dicetak adalah tahun 
1987-88. Bisa dibilang begini, karena saya punya PH Soundtrack "Catatan Si Boy 
2" (from Musica Records) yg diedarkan disekitar tahun itu.

      Setelah tahun itu, tidak ada lagi PH Indonesia yg ditujukan untuk maksud 
komersial, selain PH yg dimaksud untuk tujuan diskotik. PH diskotik berbeda 
dengan PH massal karena versi musiknya telah di remix menjadi disko.

      Hingga tahun 1990-an  masih banyak musik disko dangdut dan rock yg 
diproduksi dengan pencetakan dilakukan di singapura.

      Namun sejalan dengan semakin canggihnya alat putar CDJ (Compact Disc utk 
DJ), di mana features yg selama ini hanya ada pada turntable (PH) akhirnya juga 
ada di CDJ, maka fungsi PH semakin hilang. Dengan CDJ terbaru saat ini, kita 
sudah bisa scratch, beat mixing, speed adjustment, etc. sehingga banyak orang 
yg berpikir buat apa belanjan $25 utntuk 1-2 lagu, padahal (biasalah orang 
kita...) bisa mengcopy atau download dari internet.

      Praktis sekarang fungsi PH di disko tidak ada lagi dan HANYA dipakai oleh 
DJ-DJ lama dan DJ yg sangat fanatik dengan fungsi/suara PH, seperti halnya kita 
yg di dunia audiophile.

      Untuk album barat, PH baru masih dicetak namun dalam jumlah terbatas dan 
itupun tidak semua album. Untuk album jazz, voca, rock masih banyak dikeluarkan 
versi PH nya. tapi untuk album Pop atau New Wave, maka jangan harap ada lagi 
versi PH. 

      Ini bisa ditarik benang merah logisnya bahwa pendengar musik pop jarang 
sekali berkaitan dengan dunia audiophile, sehingga tidak terlalu peduli dengan 
tetek-bengek kerumitan PH. 

      Semoga membantu.

      cheers,

      winbert
      www.winbert.co.cc

      _______________________________________

      Mencari Piringan Hitam (PH) Rock, Progressive, Metal, Blues, Jazz, 
Country, Pop, Punk, New Age, New Wave, dll? kunjungi www.piringanhitam.co.cc 
utk koleksi langka. List tersedia!!


   

Kirim email ke