Ok Pak Didik.
Rekan-rekan semua, dari diskusi panjang lebar ini, saya coba ambil kesimpulan, 
berikut:
  1.. Gunakan istilah "dinamika" saja untuk maksud "dynamic range".
  2.. Gunakan istilah "dinamis" saja untuk maksud "ritme".
  3.. Dinamis maupun dinamika tak terkait langsung dengan klas amplifier: A, B, 
maupun C (C untuk dunia RF; anggap saja nggak ada klas ini).
  4.. Dinamika amat ditentukan oleh ayunan (swing) di mana operating voltage 
sebuah amplifier secara tak langsung juga ikut menentukan.
  5.. Karena itu (4), adalah keliru besar jika beranggapan bahwa amplifier 
berbasis vacuum-state kalah dinamika dibanding amplifier berbasis solid-state. 
Yang benar adalah kebalikannya: amplifier berbasis vacuum-state lebih 
berpeluang untuk dirancang lebih berdinamika maupun dinamis dibanding peluang 
dari rancangan amplifier berbasis solid-state.
  6.. Pertanyaan utama sang post-er belum terjawab: apakah chip-amp (gainclone) 
bisa dibuat lebih berdinamika?
Mudah-mudahan kesimpulan ini berhasil merangkum disuksi dan bukan karena 
"akal-akalan" saya semata, heuehehe...
Ada yang ingin menambahkan?

PS: Andai ada rekan yang bersedia menjadi voluntir untuk menarik kesimpulan 
seperti ini pada setiap topik?

Salam dari Cibubur,
Alex
LJ Audio Workshop - www.langsungjadi.com

  ----- Original Message ----- 
  From: Didik W. Adhi 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, January 17, 2009 5:38 AM
  Subject: Re: Bls: [ELPOP-Audio] Re: Cara membuat GC berdinamika???


   
  Lho sudah saya jawab kok...dan sudah selesai.
  Ya justru itu, saya jadi balik bertanya karena rupa rupanya 'dinamika' Pak 
Thomas itu lain dengan 'dinamika' saya. Gitu.. :D
  salam, dwa 
    ----- Original 

Kirim email ke