Salut buat rekan2 sekalian yg sudah memberikan argumentasi tentang system matching !
Apa yg Pak Yustinus katakan tentang C1 memang benar, walaupun sulit utk diterangkan secara teori. Secara teori tanpa C1 harusnya suara lebih murni, karena toh rata2 preamp sudah ada output Cap nya. Jadi harusnya tanpa C1 suaranya lebih bagus. Tapi pada kenyataannya yg saya coba selama ini justru kebalikannya. Dengan C1 suaranya lebih enak. Bukan aja di low level. Di High level juga begitu. Dengan memakai Cap suara lebih enak daripada tanpa Cap. Orang2 car audio juga banyak yg merasakan begitu. Makanya banyak yg masih suka memakai Cap di tweeternya walaupun sudah main active. Fungsi cap ini selain utk mengganjal frequency rendah, juga "mewarnai" suara. Jadi Capnya harus yg cukup OK lah. Yg Pak Atok katakan tentang impedance dan sensitivity juga benar sekali. Speaker yg dibilang nominal impedance 8 ohm, bisa turun sampai sekitar 2-3 ohm pada frequency tertentu dan naik mencapai puluhan ohm pada frequency tertentu juga tergantung design crossovernya. Impedance yg naik terlalu tinggi, selain pada resonance frequency driver, akan membuat ampli kerja keras, terutama ampli tabung. Speaker yg khusus didesign utk ampli tabung harus memperhatikan impedance responsenya agar tidak naik terlalu tinggi. Bila perlu ditambahkan notch circuit utk menekan impedance yg naiknya terlalu tinggi. Secara umum ampli yg sanggup mengeluarkan daya 30watt pada 8ohm, cuma sanggup mengeluarkan daya 15watt pada 16ohm. Dan cuma tinggal 7.5 watt pada 32 ohm. P=VxV/Z. Semakin besar Z, semakin kecil P nya utk V yg sama. Bagaimana dengan impedance yg turunnya terlalu rendah ? Tergantung Ampli. Rata2 ampli solid state sanggup bekerja stabil di 2 ohm. Dayanya yg cuma 30watt di 8ohm akan naik menjadi 60watt di 4ohm dan menjadi 120watt di 2ohm. Ampli mobil malah banyak yg bisa stabil di 1ohm. Jadi daya yg cuma 30watt di 8ohm akan naik menjadi 240watt di 1 ohm !!! Makanya jangan heran kalau ampli di mobil ada yg 4.000 watt atau lebih. Itu karena main di 1ohm. Kalau di 8ohm cuma 500 watt aja. Keterbatasan daya ampli di impedance rendah dibatasi oleh kesanggupan ampli tersebut bekerja dengan arus besar. P=IxIxZ. Contoh (dengan memakai rumus P = VxV/Z = IxIxZ) : Daya Ampli = 30watt di 8ohm => I = 1.93A, akan naik jadi 60watt di 4ohm => I = 3.87A dan naik jadi 120watt di 2ohm => I = 7.75A dan menjadi 240watt di 1ohm => I = 15.49A !!! Kalau Amplinya cuma sanggup kerja dengan arus 10A, maka tidak akan mencapai 240watt di 1 ohm, melainkan cuma 100Watt aja. Utk perhitungan sensitivity: Spk yg sensitivity =90dB/Watt/m akan mengeluarkan suara dengan SPL=93dB pada jarak 1m kalau diberi power 2 Watt. Dan SPL=96dB pada jarak 1m kalau diberi power 4watt. Kenaikan SPL=3dB pada setiap kelipatan 2 powernya. Dan akan mencapai 105dB kalau diberikan power 32 Watt. Tapi speaker yg sensitivitynya=96dB akan mencapai SPL=111 dengan power yg sama = 32Watt !!! Utk mencapai SPL yg sama, Speaker yg sensitivitynya=90dB memerlukan power 4x (EMPAT KALI) Power yg dibutuhkan oleh Speaker yg sensitivitynya=96dB. Itu sebabnya pecinta tabung SE watt kecil tetap akan memilih Speaker Fullrange yg rata2 sensitivitynya sekitar 96dB daripada speaker multidriver yg rata2 sensitivitynya 90dB. Speaker Half Open Back yg saya design itu sebenarnya saya design utk Ampli 10Y yg dayanya cuma 1.5 Watt di 8ohm dengan harapan bisa mendapatkan SPL minimal 98-99dB pada jarak 1m. Sensitivity dari Speaker ini sekitar 96.8 dB. Tapi utk amannya saya bilang 96dB aja. Impedance paling rendah dari speaker ini adalah 3 ohm di 800-900Hz. Saya korbankan sedikit impedancenya utk mengejar sensitivitynya. Kalau mau naikkan minimal impedancenya jadi 4ohm, sensitivitynya akan turun 1dB. Saya memilih sensitivity daripada impedance, karena menurut saya impedance 3ohm masih cukup OK utk power2 sekarang. Impedance paling tinggi dari speaker ini adalah 5.2ohm di 4.25K. Impedance rata2 Speaker ini adalah 4ohm. Bukan 8ohm. Kalau power 10Y nya bisa mengeluarkan 3Watt di 4ohm, maka dengan Speaker ini bisa mencapai 100dB di 1m. Argumen Pak Didik tentang selera juri juga ada benarnya. Makanya sering terjadi pro contra setiap ada kontes SQ di car audio. Lain halnya kalau kontes SPL, kemungkinan terjadi pro contra jauh lebih kecil. Selain dari argumen2 yg sudah dilontarkan oleh rekan2 sekalian, saya melihat ada 3 point lagi: - Kondisi Speaker yg belum break in. Speaker Half Open Bafflenya baru saya ganti drivernya 2 hari sebelum dipakai di SAS dengan Driver yg versi baru. Tweeter Fostex T90 nya juga baru datang beberapa hari sebelumnya. Jadi boleh dibilang masih baru. Saya gak tahu kalau speaker ini bakal dipakai di acara SAS, karena memang gak diberitahu sebelumnya :) Saya juga kaget waktu Boss Alex menelpon saya malam hari sebelumnya dan bilang mau pakai besoknya. Berhubung waktunya mepet, saya gak sempat break in lagi. Makanya sewaktu dibunyikan kedengaran kasarnya :) Beberapa rekan dan juri langsung tahu dan bilang ke saya kalau speakernya belum break in ya. Bassnya masih kaku dan mid+Highnya masih kasar :) Kalau speaker TL yg dibawah sudah saya pakai berbulan bulan. Jadi sudah break in. Suaranya sudah stabil. - Speaker yg diatas adalah 3 way, sedangkan yg di bawah 2 way. Jauh lebih sulit mendapatkan posisi speaker yg bagus utk speaker 3 way daripada 2 way, karena crossover pointnya ada 2. Apalagi kalau jarak antara drivernya jauh seperti spk yg diatas itu. Makanya utk versi barunya saya ganti Fostex T-90 nya dengan Fostex FT-96 utk mengurangi masalah ini :) - Ruangan atas jauh lebih besar dari ruangan bawah. Dan ruangan atas ada bentuk piramid di atasnya yg berupa sudut yg otomatis menjadi satu resonance frequency. Jarak dengar di ruang atas juga lebih jauh dari ruangan bawah (pengaruh ke SPL). Semakin kecil ruangannya, suaranya akan semakin solid. Terutama Bassnya. Di mobil (ruangan sangat kecil) malah kita bisa dapat cabinet gain di Bass 6-20dB. Kita kekurangan waktu saat itu. Kalau aja kita diberikan waktu extra 1 jam aja, kita bisa cari posisi yg lebih optimal dengan bantuan alat ukur. Yg jelas banyak terjadi phase problem di speakernya saat itu yg harusnya bisa dikurangi lewat placement dari speaker + pengaturan jarak dan letak tempat duduk jurinya. Dan ini merupakan satu kerugian yg cukup besar buat ampli yg wattnya kecil, apalagi kalau power supplynya juga pas2 an aja :( Terlepas dari kekurangan yg ada, kita boleh bersyukur kalau acaranya bisa berjalan cukup lancar. Terutama utk Pak Didik dan Pak Alex yg sudah mengobarkan begitu banyak waktu dan tenaga utk melancarkan acara BT itu. Next time mudah2an bisa lebih baguslah kalau ada acara lagi :) Salam, Malion
