Daftar berita terlampir:
* Pemerintah Bersikap Hati-hati Mengembangkan Tanaman Transgenik
* Tingkatkan Kesadaran Peduli Lingkungan Masyarakat
* Sampah Ini Milik Kita, Olahlah
* Tepat, Substansi Pencabutan Wewenang Pemda
* Sampah pun Butuh Kejelasan Sistem   


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Pemerintah Bersikap Hati-hati Mengembangkan Tanaman Transgenik
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=3447
Pemerintah hanya mengizinkan pengembangan tanaman pertanian transgenik untuk tanaman 
kapas . Produk-produk hasil pertanian transgenik yang masuk ke Indonesia melalui impor 
akan diterima dengan prinsip kehati-hatian. 
Menteri Pertanian Bungaran Saragih mengungkapkan hal tersebut saat ditemui usai 
mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan 
(Menko Polkam) Susilo Bambang Yudhoyono dan beberapa bupati di Sumatera Utara, dan 
kepala polda se-Sumatera di Medan, Selasa (5/3). Rapat koordinasi yang juga dihadiri 
oleh Gubernur Sumatera Utara, T Rizal Nurdin tersebut membahas tentang konflik dalam 
perkebunan berskala besar.
(Kompas, 2002-03-06)



Tingkatkan Kesadaran Peduli Lingkungan Masyarakat
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=3448
Presiden Megawati Soekarnoputri menyatakan, keterlibatan masyarakat sebagai 
stakeholders dalam kegiatan pelestarian lingkungan akan memberikan arti strategis, 
karena masyarakat akan selalu ikut memelihara dan menjaga hasil kerja mereka.
"Khusus mengenai konservasi daerah tangkapan air di Danau Toba, saya meminta Gubernur 
membantu dan memberi arahan kepada para bupati untuk seluas mungkin menyertakan 
masyarakat. Dengan melibatkan masyarakat, pemerintah daerah juga menghemat biaya," 
ujar Megawati dalam acara Pencanangan Penghijauan Daerah Tangkapan Air Danau Toba dan 
Peresmian Monumen Letjen (Purn) TB Simatupang yang berlangsung di Hotel Tiara Medan, 
hari Minggu (3/3) lalu. Presiden didampingi Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno dan 
Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim. 
(Kompas, 2002-03-06)



Sampah Ini Milik Kita, Olahlah
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=3438
Entah bagaimana perhitungan persisnya, yang pasti menurut data Dinas Kebersihan Pemda 
DKI Jakarta tahun 2000, setiap hari timbunan sampah Jakarta mencapai 25.650 meter 
kubik, yang terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) sekitar 22.500 meter kubik. 
Sisanya, 3.150 meter kubik perhari tidak terangkut ke TPA. 

Sampah yang tidak terkelola akan tersebar ke lingkungan: Membuat daya dukung 
lingkungan menjadi rusak, bau, dan bibit penyakit yang ada di sampah beterbang ke 
udara. Air yang dikandung sampah juga masuk ke tanah mencemari sumber air, dan sampah 
yang masuk ke sungai terbawa hingga ke laut mencemari pesisir dan teluk. 
(Koran Tempo, 2002-03-05)



Tepat, Substansi Pencabutan Wewenang Pemda
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=3434
Implementasi Pencabutan SK Menhut 051 Harus Jelas

Substansi pencabutan wewenang pemerintah daerah (Pemda) dalam SK Menhut 
05.1/Kpts-II/2000 tentang Kriteria dan Standar Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan 
(IUPHH) dan Perizinan Pemungutan Hasil Hutan pada Hutan Produksi Alam tersebut dengan 
luas maksimal 50.000 hektare (ha), sudah tepat.

Tetapi, pemerintah harus menjelaskan bagaimana implementasi pencabutan SK tersebut 
yang dinilai disalahgunakan baik oleh Pemda maupun pengusaha. Dengan demikian, Pemda 
dan masyarakat setempat tidak merasa terancam dan kehilangan pendapatannya. Namun, 
dapat mendukung maksud pemerintah pusat dalam kelestarian hutan. 
(Suara Pembaruan, 2002-03-04)



Sampah pun Butuh Kejelasan Sistem   
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=3436
MANUSIA dan sampah tak pernah bisa dipisahkan. Setiap hari, di seluruh dunia, manusia 
memproduksi lima liter sampah. Tidak peduli bayi atau orang dewasa. Di daerah Khusus 
Ibukota (DKI) Jakarta saja, setiap hari diproduksi 25.000 meter kubik tumpukan sampah. 
Hendak dikemanakan semua sampah tersebut?

�Ibarat sebuah tempat tinggal, DKI Jakarta adalah rumah yang memiliki ruang tamu indah 
tapi tidak punya WC,� ungkap Ir. Sri Bebasari, peneliti sistem pengelolaan sampah di 
Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan, Badan Pengkajian dan Penerapan 
Teknologi (BPPT) memberi ilustrasi. Terlebih lagi dengan rencana penutupan Tempat 
Penampungan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi. 
(Sinar Harapan, 2002-03-04)



_______________________________________________
Envorum mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum

Kirim email ke