Daftar berita terlampir:
* Hati-hati dengan Normalisasi Sungai
* Gunung Kidul Perlu Mentransfer Teknologi Hutan Rakyat
* Penggundulan Hutan Bisa Dicegah jika Dikelola Rakyat
* Perlu Konsep Pengelolaan Danau Toba 
* Konservasi dan Eksplorasi Delta Mahakam 
* Bapedalda Ancam Tutup Perusahaan Tanpa IPAL
* MA Terima Berkas "Judicial Review" Pembubaran Bapedal


Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di
http://www.terranet.or.id/terramilis.php
http://www.terranet.or.id/berita.php

TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
http://www.terranet.or.id
================================================================



Hati-hati dengan Normalisasi Sungai
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=3770
BANJIR yang kembali menggenangi Jakarta dan sekitarnya awal April ini, membuat 
masyarakat kembali menuntut janji-janji pemerintah untuk menanggulangi banjir. Namun, 
upaya penanggulangan ini juga harus dicermati karena seperti salah satu usulan yang 
berupa normalisasi sungai, sebenarnya tidak efisien dan efektif.

Total usulan-dengan berbagai teknik-menghabiskan dana sekitar Rp 17 trilyun, 
terkonsentrasi pada program jangka pendek dan menengah sekitar 1-6 tahun ke depan 
(Kompas, 7 Februari). Dari jumlah itu, alokasi dana untuk normalisasi sungai mencapai 
hampir 60% atau Rp 9,7 trilyun. Ini suatu jumlah yang sangat banyak. Sungai yang akan 
dinormalisasi meliputi sungai-sungai besar dan kecil di antaranya Sungai Ciliwung, 
Cisadane, Angke, Pesanggrahan, Cipinang, dan Sunter.
(Kompas, 2002-04-14)



Gunung Kidul Perlu Mentransfer Teknologi Hutan Rakyat
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=3773
Belajar dari pengelolaan hutan selama ini, rakyat lebih mampu daripada negara. 
Terbukti banyak hutan negara yang rusak dan kritis. Demikian juga di Gunung Kidul, 
masyarakat justru berhasil membangun lahan kritis menjadi hutan, mengelola dan 
melestarikan.

Masyarakat Gunung Kidul dalam masalah hutan memiliki tradisi kehutanan (indigenous 
knowledge) yang sudah mapan. Bagaimana cara menanam jati, mahoni maupun tanaman lain 
dan kapan harus ditanam serta bagaimana komposisinya sudah menjadi ilmu yang mendarah 
daging. Karena itu, agar hutan terpelihara, pemerintah perlu transfer teknolgi hutan 
rakayat semacam itu.
(Kompas, 2002-04-12)



Penggundulan Hutan Bisa Dicegah jika Dikelola Rakyat
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=3755
Hutan negara di lereng bukit Menoreh, Kulonprogo, banyak yang gundul. Sebagai contoh 
Hutan Dipowono, tampak di sana-sini gundul, sementara itu hutan rakyat di seberangnya, 
kelihatan ijo royo-royo. Seakan-akan tak ada celah tanah kosong, semuanya rimbun 
dengan pepohonan. Itulah pemandangan di hutan Dipowono, Kalibiru, Kecamatan Kokap, 
Kulon Progo.

Petani menginginkan agar diberi legalitas mengelola hutan milik negara dengan bagi 
hasil. Titik terang sudah diberi Menteri Kehutanan Muhammad Prakosa mengenai perizinan 
hutan kemasyarakatan di DIY. Namun demikian, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan 
Yogyakarta Sunardi ketika dikonfirmasi mengatakan jawaban Menteri Kehutanan itu lebih 
ditujukan kepada masyarakat petani Gunung Kidul.
(Kompas, 2002-04-08)



Perlu Konsep Pengelolaan Danau Toba 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=3760
Kawasan Danau Toba cukup memprihatinkan. Untuk itu, diperlukan konsep tata ruang 
dengan mengoptimalkan kawasan hutan lindung dan kawasan hutan produksi tanpa merusak 
ekosistem yang ada. Hal ini disampaikan Menko Pererkonomian Dorodjatun Kuntjorojakti, 
dalam makalah yang dibacakan oleh Deputi Menko Pererkonomian Firman Tambun dalam 
seminar �Strategi Pembangunan Berkelanjutan dan Pengelolaan Kawasan Danau Toba� di 
Hotel Danau Toba Medan, Sumatra Utara, Sabtu (6/4). 
(Koran Tempo, 2002-04-08)



Konservasi dan Eksplorasi Delta Mahakam 
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=3762
BILA terjadi bencana industri di wilayah pesisir, biasanya masyarakat nelayan, para 
petambak udang, dan pembudidaya ikanlah yang terkena langsung dampaknya. Ini pula yang 
terjadi saat musibah kebakaran di sumur minyak dan gas (migas) milik Perusahaan TOTAL 
Fina Elf E&P di Delta Mahakam, Kalimantan Timur, 2 Maret 2002 lalu. Dikabarkan, 
sekitar 500 hektar tambak tidak bisa digarap lagi. (Kompas 3/3)
Penentuan zonasi peruntukan lahan di pesisir memang mutlak harus ditetapkan dahulu, 
sebelum berbagai kegiatan industri dikembangkan. Khusus untuk wilayah Delta Mahakam, 
Kalimantan Timur, penentuan zonasi seyogianya berpihak kepada masyarakat banyak. 
(Kompas, 2002-04-06)



Bapedalda Ancam Tutup Perusahaan Tanpa IPAL
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=3764
Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Semarang mengancam akan 
memberikan rekomendasi kepada Wali Kota Semarang untuk menutup perusahaan yang 
menyebabkan pencemaran lingkungan. Sebelum pengajuan rekomendasi tersebut, Bapedalda 
akan berusaha memberi peringatan kepada perusahaan dimaksud.
Demikian diungkapkan Kepala Bapedalda Kota Semarang Widi Widodo, Jumat (5/4). Hingga 
tahun 2002 ini terdapat 34 kasus pencemaran lingkungan terutama untuk Instalansi 
Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum ditaati oleh perusahaan tersebut. 
(Kompas, 2002-04-06)



MA Terima Berkas "Judicial Review" Pembubaran Bapedal
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=3747
Mahkamah Agung menyatakan menerima berkas perkara permohonan hak uji materiil atau 
judicial review (JR) yang diajukan Tim Advokasi Koalisi Ornop untuk Penguatan 
Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam. Surat terima Nomor 
07/PR/III/07.P/HUM/2002 yang bertanggal 14 Maret 2002 itu ditandatangani Kepala 
Direktorat Tata Usaha Mahkamah Agung M Yulie Bartin Setyaningsih SH. 
Demikian siaran pers Koalisi Ornop untuk Penguatan Institusi Pengelolaan Lingkungan 
Hidup dan Sumber Daya Alam, pekan lalu. 
(Kompas, 2002-04-05)



_______________________________________________
Envorum mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum

Kirim email ke