> Apakah LEAD bisa memberikan sumbangan pemikiran untuk kasus ini, sudah
terlalu banyak lho kerusakan lingkungan dan kerusakan moral di republik
ini, what can we do to help?  Saya seminggu yang lalu selama 6 hari
keliling Tana Toraja dan Mamasa serta desa-desa kecil, ada yang harus
ditempuh dengan kuda selama 2 hari untuk mencapai ibukota kecamatan.  Yang
paling membuat saya sedih, semua hutan disana yang menurut saya menjadi
sumber kehidupan sudah rusak berat, banyak yang dibakar setelah kayunya
diambil, katanya tidak hanya rakyat tetapi bupati dan aparatnya juga
terlibat.  Tanpa hutan, saya sudah tidak tahu akan jadi apa lagi sebab
energi listrik yang saya bangkitkan dari mikrohidro untuk rakyat
kecil/desa sangat tergantung dari kelestarian hutan sebagai daerah
tangkapan airnya.
Terima kasih

> ----- Original Message -----
> From: LPMA <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Shklist <[EMAIL PROTECTED]>; Rimbawan-Interaktif
> <[EMAIL PROTECTED]>; LINGKUNGAN
> <[EMAIL PROTECTED]>; Kearifantradisional
> <[EMAIL PROTECTED]>; Intiphutan
> <[EMAIL PROTECTED]>; Apksa <[EMAIL PROTECTED]>;
> AliansiMeratus <[EMAIL PROTECTED]>; Adat List
> <[EMAIL PROTECTED]> Cc: Yayat Afianto <[EMAIL PROTECTED]>; Sulaiman
> Sembiring <[EMAIL PROTECTED]>; Sudewi <[EMAIL PROTECTED]>; Sandra
> Moniaga <[EMAIL PROTECTED]>; Sawit Watch <[EMAIL PROTECTED]>;
> Rikardo Simarmata <[EMAIL PROTECTED]>; NGO Movement
> <[EMAIL PROTECTED]>; Nadi2001 <[EMAIL PROTECTED]>; Mering Ngo
> <[EMAIL PROTECTED]>; Mai <[EMAIL PROTECTED]>; M Yayat Afianto
> <[EMAIL PROTECTED]>; Kuleh <[EMAIL PROTECTED]>; Konsorsium
> Pendukung Sistem Hutan Kerakyatan <[EMAIL PROTECTED]>; Kepala Biro Biro
> Humas <[EMAIL PROTECTED]>; Jkpp <[EMAIL PROTECTED]>; JATAM
> (Jaringan Advokasi Tambang) <[EMAIL PROTECTED]>; Huma
> <[EMAIL PROTECTED]>; Hasanuddin <[EMAIL PROTECTED]>; Hasan
> <[EMAIL PROTECTED]>; Eliakim Sitorus <[EMAIL PROTECTED]>; Cliff
> <[EMAIL PROTECTED]>; Chalid
> <[EMAIL PROTECTED]>; Berry Nahdian Forqan
> <[EMAIL PROTECTED]>; Amitri &l
> Sent: Tuesday, February 25, 2003 9:47 AM
> Subject: [AliansiMeratus] Pernyataan Sikap : Masyarakat Adat Dayak
> Meratus
>
>
>>
>> LPMA Borneo Selatan
>> Jl. Cendana I RT. 16 No. 36
>> Banjarmasin 70123
>> Kalimantan Selatan - Indonesia
>> Telp./Fax +62 511 300392
>> Email : [EMAIL PROTECTED]
>>
>>
>> Pernyataan Sikap LMMD KS
>> Kabijakan yang Arogan Terhadap Masyarakat Adat Dayak Meratus
>>
>>
>> Kami sebagai Lembaga Musyawarah  Masyarakat Dayak Kalimantan Selatan
>> mengutuk kebijakan Pemerintah Kabupaten Kotabaru dan Pemprop Kal-Sel
>> yang tidak mau peduli dengan suara masyarakat Suku Dayak Meratus di
>> Kawasan Pegunungan Maratus walaupun sudah kehabisan suaranya mereka
>> menolak PT Scorpion Tambang Emas yang akan barcokol di kawasan
>> Meratus tepatnya di Desa Limbur dan Muara Urie, Haulan dan sakitarnya
>> akankah masyarakat
> mampu
>> bertahan mempartahankan tanah adat nya dengan raksasa besar yang
>> sedang baliur madu dan di tunggang  jin kelaparan  harta tidak lain
>> adalah itu orang Dayak sendiri yang gila  wanita, nama dan pangkat
>> jabatan dsb
> sehingga
>> ia  lupa terhadap masa depannya sukunya  Adatnya, Agamanya ,
>> keluarganya yang sudah lama terjajah kurang lebih 2000 tahun silam di
>> bawah kabijakan penindasan dan terpuruk.
>> Masyarakat adat suku Dayak yang minoritas sehingga Dayak hidup di
>> antara mati di tindas Bangsa nya sandiri di dalam kurun waktu yang
>> cukup lama membuat Dayak menjadi bulan bulanan dan berbagai bentuk
>> pembodohan
> lainnya.
>> Sampai sekarang ini barbagai starategi yang di mainkan untuk
>> menghancurkan suku Dayak di bumi Meratus Kal sel sehingga Masyarakat
>> Dayak merupakan
> lahan
>> yang empuk untuk di kacaukan agar mudah menguasai hutan pegunungan
>> meratus yang kaya dengan isi sumbur daya alam, hutan, batu bara, emas,
>> tanah,
> bijih
>> basi, minyak bumi, batu gamping , dan sarang burung walet semuanya
>> barada
> di
>> kawasan suku Dayak maratus karena itu LMMD KS menyatakan pegunungan
> maratus
>> tidak dapat di tawar tawar lagi untuk diekploetasi oleh HPH kodeco
>> maupun
> PT
>> Bina Banua, PT Antang Gunung Meratus, PT Arutmin, PT Thees Kontraktor
>> Indonesia, PT KEL, PT Andika Swadaya, PT  Panamas, PT Sumpol, Koperasi
>> apapun jua ,termasuk PT Scorpion dan PT. Alamunda, mereka tidak boleh
> masuk
>> ke wilayah pegunungan maratus mangingat hutan itu hutan Lindung dan
>> hutan karamat suku Dayak  apabila di paksakan tidak lain yang akan
>> terjadi
> adalah
>> parang saudara yang tak dapat di elakan lagi dan dasyat dari pada di
>> Kalteng, karena itu jangan  pihak Pemkab suka bermain politik
>> adudomba, strategi mengacak acak masyarakat adat, mempolitisir Hukum,
>> menyiasati UU politik sehingga masyarakat Adat di buat kebingungan dan
>>  menjadi  krisis kaparcayaan terhadap publik padahal  saat ini  negara
>> kita sedang dalam transisi yang mudah terprovokasi  yang saya takutkan
>> akan terjadi konflik baru lagi di kawasan  Kalimantan Selatan
>> khususnya di Kotabaru . Kami selaku pemuda Dayak yang mengharapkan
>> keadilan publik yang sejati dan kebijakan  Ekonomi publik selalu ada
>> keberpihakan kepada masyarakat Adat suku Dayak,  kaum petani, nelayan
>> miskin kota dan kaum buruh .bukan sebaliknya dia barpihak pada
>> kapitalisme sehingga menginjak nginjak hak masyarakat adat  di tiap
>> wilayah tanah adat yang di serobut oleh
> Perusahaan
>> yang ada di kawasan pegunungan maratus selalu ada bremob dan pasukan
> Gegana
>> seolah olah mau perang besar di tiap perusahaan yang ada Aparat aparat
>> nampaknya sangat arogansi menakut nakuti masyarakat pemilik lahan /
>> tanah Adatnya agar di serahkan ke perusahaan tersebut tanpa ganti
>> ruginya yang jelas terhadap tanah adat mareka dengan alasan hukum dan
>> hak nagara serta HGU perusahaan dan juga UUD 45 pasal 33 yang selalu
>> dijadikan pegangan
> untuk
>> menguasai masyarakat, sekali lagi saya mengharapkan  agar samua
>> pengambil kabijakan dapat mengkaji ulang dan melibatkan masyarakat
>> asli jangan orang Dayak yang sudah di imunisasi pengusaha alias  di
>> sogok pangkat , jabatan wanita dsb sehingga mereka berpihak pada
>> penguasa dan pengusaha yang akhirnya merugikan masyarakatnya sendiri.
>>            Demikian pernyataan sikap ini kami buat untuk dapat
> diperhatikan
>> dan menjadi bahan pertimbangan setiap kebijakan yang berkenan dengan
>> masyarakat adat Dayak Meratus khususnya dan masayarakat Kalimanatan
> Selatan
>> pada umumnya.
>>
>>
>>
>>
>> Hantakan, 22 Februari 2003
>> LMMD-KS
>>
>>
>> ZONSON MASRI
>> Ketua Presidium
>>
>> Tembusan :
>> 1. Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI
>> 2. DPR RI
>> 3. Gubernur Kalimantan Selatan.
>> 4. DPRD Tk I Kalimantan Selatan.
>> 5. Bupati Kota Baru
>> 6. DPRD Tk II Kota Baru
>> 7. Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan.
>> 8. Kapolda Kalimantan Selatan
>> 9. Sekretariat AMAN Nasional
>> 10. Komnas HAM Jakarta
>> 11. Aliansi Meratus
>> 12. Arsip
>>
>>
>>
>> ****Aliansi Meratus****
>>
>> To unsubscribe from this group, send an email to:
>> [EMAIL PROTECTED]
>> Pengelola : Indok YCHI ; E-mail : [EMAIL PROTECTED]
>>
>>
>>
>> Your use of Yahoo! Groups is subject to
>> http://docs.yahoo.com/info/terms/
>>
>>
>
>
>
> -------------------------------------------------------------------------
---
> Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan menangkan hadiah
> masing-masing Rp 250.000 tunai
> -------------------------------------------------------------------------
---
> _______________________________________________
> Envorum mailing list
> [EMAIL PROTECTED]
> http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum



_______________________________________________
Envorum mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum

Kirim email ke