Teman-teman,
ada tanggapan?

Salam,
Ovi
++++++++++++++++++++++++++++
>GOOD GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA KELAUTAN
>Oleh
>Rokhmin Dahuri
>
>
>Salah satu tantangan mendasar bagi bangsa Indonesia untuk keluar dari
>kemelut krisis moneter dan ekonomi, dan kemudian membangun kembali
>segenap bidang kehidupan menuju masyarakat yang maju dan makmur, adalah
>bagaimana menggali dan mendayagunakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi
>baru.
>Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau sekitar
>17.508 buah dan garis pantai sepanjang 81.000 km, Indonesia dikenal
>dengan kekayaan sumberdaya alam yang melimpah. Sumberdaya dapat pulih
>(renewable resources), seperti perikanan tangkap, perikanan budidaya
>pantai (tambak) dan marikultur, mangrove, terumbu karang, padang lamun,
>dan rumput laut pada umumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Demikian
>juga halnya dengan sumberdaya tak dapat pulih (non-renewable resources),
>seperti minyak dan gas bumi, dan mineral lainnya serta jasa-jasa
>lingkungan (environmental services), yang meliputi energi, kawasan
>rekreasi dan pariwisata masih banyak yang belum terjamah oleh kegiatan
>pembangunan. Dengan perkataan lain, dari sisi kemampuan memproduksi
>(supply capacity) barang dan jasa pesisir dan lautan, sesungguhnya
>Indonesia memiliki potensi pembangunan yang masih besar dan terbuka
>lebar untuk berbagai pilihan pembangunan.
>Sementara itu, dari sisi permintaan kebutuhan manusia akan produk dan
>jasa lingkungan pesisir dan lautan, diyakini akan berlipat ganda di
>masa-masa mendatang.  Hal ini berdasarkan pada beberapa alasan utama,
>yaitu: jumlah penduduk dunia yang terus meningkat, kesadaran umat
>manusia akan arti penting produk makanan laut (seafood) bagi kesehatan
>dan kecerdasan, dan semakin berkurangnya sumberdaya alam di darat bagi
>keperluan pembangunan.
>Oleh karena itu, jika dikelola dengan tepat dan benar, sumberdaya
>pesisir dan lautan sesungguhnya dapat menjadi tumpuan dan sumber
>pertumbuhan baru bagi pembangunan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan
>guna mewujudkan masyarakat yang maju dan mandiri serta adil dan makmur. 
>Lebih dari itu, melalui sentuhan IPTEK dan manajemen profesional serta
>sumberdaya manusia yang handal, sumberdaya pesisir dan lautan juga dapat
>didayagunakan dalam membantu bangsa Indonesia untuk keluar dari jebakan
>krisis ekonomi dan moneter yang sejauh ini masih menggayuti kita sebagai
>bangsa.
>Di balik prospek yang sangat menjanjikan tersebut, pengalaman bangsa
>Indonesia membangun sumberdaya pesisir dan lautan selama kurun waktu PJP
>I selain telah menghasilkan sejumlah keberhasilan (seperti dalam bentuk
>peningkatan perolehan devisa, pendapatan asli daerah, dan penyerapan
>tenaga kerja), juga menyisahkan berbagai permasalahan mendasar yang
>dikhawatirkan dapat mengancam kesinambungan pembangunan itu sendiri.
>Berbagai kasus seperti pencemaran perairan di Teluk Jakarta, Selat
>Malaka, Surabaya dan kota pantai lainnya, kondisi tangkap lebih
>(overfishing) yang menimpa beberapa stok ikan di pantai utara jawa,
>Selat Bali, Selat Malaka dan laut Sulawesi; degradasi fisik habitat
>pesisir utama (mangrove dan terumbu karang); abrasi pantai; konflik tata
>ruang dan kemikinan masyarakat pesisir, merupakan indikator bahwa
>pelaksanaan pembangunan sumberdaya pesisir dan lautan di Indonesia
>cenderung ke arah yang tidak optimal dan berkelanjutan. 
>Sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia dan semakin
>langkanya sumberdaya alam di daratan, memaksa manusia untuk mencari
>alternatif sumberdaya alam selain di daratan. Ditinjau dari perspektif
>pembangunan berkelanjutan (sustainable development), kondisi lingkungan
>dan sumberdaya alam wilayah pesisir dan lautan Indonesia berada di
>persimpangan jalan (at the cross-road).  Di satu sisi masih banyak
>wilayah pesisir dan lautan yang belum dimanfaatkan secara optimal atau
>bahkan belum tersentuh oleh kegiatan pembangunan, seperti pada umumnya
>kawasan Pantai Barat Sumatera, Pantai  Selatan Jawa, Samudera Hindia,
>Laut Natuna, Laut Sulawesi sampai Teluk Tomini, Laut Banda, dan ZEEI
>serta Samudera Pasifik.  Secara umum kualitas lingkungan kawasan-kawasan
>tersebut masih relatif baik dan mempunyai sumberdaya alam yang melimpah
>serta beragam, sehingga berpeluang besar untuk dimanfaatkan dalam rangka
>memenuhi kebutuhan hidup manusia dan pembangunan ekonomi nasional. Di
>sisi lain terdapat beberapa kawasan pesisir dan lautan yang padat
>penduduknya dan tinggi intensitas pembangunannya, seperti di Pantai
>Utara Pulau Jawa, Selat Malaka, Selatan Sulawesi, dan Bali.
>Kecenderungan pembangunan sumberdaya pesisir ke arah yang tidak
>berkelanjutan (unsustainable development), sebagaimana diuraikan di
>atas, pada dasarnya disebabkan karena paradigma dan praktek pembangunan
>yang selama ini diterapkan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip
>pembangunan berkelanjutan (sustainable development).  Pola pembangunan
>pesisir dan lautan dalam kurun PJP I cenderung bersifat ekstratif,
>kepentingan ekonomi pusat lebih diutamakan daripada ekonomi masyarakat
>setempat (pesisir), dan penuh kesenjangan.  Kecenderungan tersebut
>terjadi karena selama ini pengaturan penyelenggaraan pembangunan
>sumberdaya pesisir dan lautan jauh dari kebaikan (good governance),
>antara lain seharusnya bersifat partisipatif, transparan, dapat
>dipertanggungjawabkan (accountable), efektif dan efisien, pemerataan,
>dan mendukung supremasi hukum.
>Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa jika paradigma
>dan pola/praktek pengelolaan pembangunan sumberdaya wilayah pesisir dan
>lautan seperti yang berlaku sampai saat ini, dikhawatirkan bangsa
>Indonesia tidak dapat memanfaatkan sumberdaya kelautan secara optimal,
>efisien dan berkelanjutan bagi sebesar-besar kemajuan dan kesejahteraan
>bangsa.  Oleh karena itu, harus dilakukan reformasi paradigma (paradigm
>shift) dan pola pembangunan kelautan.  Reformasi ini meliputi perubahan
>(perbaikan) seperangkat kebijakan yang bersifat teknis dan bersifat
>pengaturan (governnace).
>Dalam rangka memanfaatkan sumberdaya kelautan bagi kepentingan
>pembangunan ekonomi nasional secara optimal, efisien, dan berkelanjutan
>(on an optimal, efficient and sustainable basis), maka secara teknis
>perlu dilaksanakan beberapa kebijakan mendasar berikut:
>1. Perlu penyesuaian (optimasi) tingkat pembangunan menurut daya dukung
>lingkungan wilayah (kawasan) dan potensi lestari (sustainable capacity)
>sumberdaya alam terbarukan (renewable resources).
>2. Perlu pengembangan tata ruang pembangunan pesisir dan lautan serta
>Budidaya Laut.
>3. Perlu rehabilitasi kawasan-kawasan pesisir/lautan yang telah
>mengalami kerusakan, baik karena pencemaran, sedimentasi,
>overeksploitasi sumberdaya, maupun perusakan habitat secara fisik.  
>4. Internalisasi biaya eksternalitas ke dalam setiap kegiatan
>pembangunan.
>5. Penerapan Retribusi atas Setiap Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan, dan
>dana retribusi tersebut dipergunakan untuk kegiatan pelestarian
>lingkungan. 
>6. Laut sebagai Milik Rakyat yang Harus dikelola secara Co-Management
>7. Laut Harus Dianggap sebagai Bagian dari Ekosistem Global.
>8. Peningkatan Penguasaan dan Penerapan IPTEK serta SDM Kelautan baik
>untuk tahap eksplorasi; produksi (pemanfaaan, eksploitasi); penanganan
>pasca panen; pemasaran serta manajemen secara keseluruhan. 
>Kemudian untuk dapat mengimplementasikan segenap kebijakan teknis di
>atas, maka perlu dilakukan reformasi (perbaikan) tata aturan
>(governance) dalam pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan.  Oleh
>karena itu, untuk sampai kepada suatu good governance dalam sektor
>kelautan harus ada perubahan yang mendasar dalam beberapa hal berikut:
>a. Kriteria Keberhasilan Pembangunan yang lebihj berkelanjutan
>lingkungan.
>b. Keberadaan lembaga tunggal yang mampu mengkordinasikan segenap
>kegiatan yang ada di wilayah pesisir dan lautan, terutama pada tahap
>perencanaan dan pemantauan serta evaluasi. Hal ini dapat berupa
>Departemen Kalautan (Maritim), atau Departemen Perikanan dan Kelautan.
>c. Perubahan peraturan dan perundang-undangan yang lebih memihak kepada
>kepentingan rakyat kebanyakan daripada hanya melindungi kepentingan
>segelintir orang/pengusaha.
>d. Perlu undang-undang pemerintah daerah yang memberikan kewenangan
>lebih besar kepada daerah dalam hal pengelolaan sumberdaya pesisir dan
>laut, dan memberikan perimbangan keuangan yang adil.  
>e. Masing-masing daerah harus segera membuat suatu rencana tata ruang
>untuk menghindari terjadinya konflik kepentingan, sesuai dengan
>kewenangan yang dimiliki; peraturan tentang pemanfaatan sumberdaya
>hayati secara optimal dan lestari; dan peraturan mengenai pengendalian
>pencemaran serta pengendalian perusakan fisik habitat pesisir.
>f. Pemerintah yang akan datang harus memiliki keberanian politik
>melakukan dan membuat berbagai kebijakan secara transparan, adil,
>efisien dan bertanggung jawab.
>g. Komponen bangsa lainnya, yaitu masyarakat, swasta dan pihak-pihak
>yang berkepentingan juga harus berperan aktif dan terlibat dalam segenap
>proses kebijakan yang dilindungi oleh undang-undang.  Di sini peran
>media masa sangat penting.
>h. Hukum sebagai institusi tertinggi harus benar-benar ditegakkan dan
>semua pihak harus tunduk dan berada di bawah hukum tersebut. 
>i. Pengetahuan, pemahaman, dan kepedulian akan arti penting dan
>strategis sumberdaya pesisir dan lautan bagi pembangunan nasional,
>sehingga perlu dipelihara kelestariannya perlu terus disebar-luaskan ke
>berbagai kalangan, khususnya para anggota legislatif, kalangan pengambil
>keputusan di pemerintahan maupun swasta.
>j. Perlu dibangun sistem informasi kelautan yang terpercaya dan sesuai
>dengan kebutuhan para pengguna (users' needs).
>
>------------------------------------------------------------------------
>
>eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/en-gov
>http://www.egroups.com - Simplifying group communications
>
>
>
>
>
>------------------------------------------------------------------------
>Click Here to apply for a NextCard Internet Visa and start earning
>FREE travel in HALF the time with the NextCard Rew@rds Program.
>http://clickhere.egroups.com/click/449
>
>
>
>eGroups.com home: http://www.egroups.com/group/lingkungan
>http://www.egroups.com - Simplifying group communications
>
>
>
>


___________________________________________________________________
Mulai langganan: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]
atau di http://www.egroups.com/list/envorum

Kirim email ke