From: "jamal gawi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: LEAD Associate dan HAM di Aceh
Date: Fri, 03 Sep 1999 19:26:20 PDT
>From: "Eriyawan" <[EMAIL PROTECTED]>
>To: "jamal gawi" <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Mohon komentar anda !
>Date: Thu, 2 Sep 1999 08:24:21 +0700
>
>Mohon komentar anda dan dikirimkan ke alamat [EMAIL PROTECTED]
>
>salam,
>Eriyawan
Assalamualaikum w.w.,
Salam buat keluarga besar LEAD.
Saya mendapat sebuah email yang diforwardkan oleh Mas Eri, yang
ternyata isi email tersebut menyebut-nyebut nama saya di dalamnya.
Saya sebenarnya juga mengikuti terus diskusi (agak pasif)di envorum.
Tetapi akhir-akhir ini saya sering di lapangan (Hutan)sehingga
tidak bisa mengikuti informasi terakhir di envorum.
Berikut ini tanggapan saya terhadap email saudara Saiful Mahdi:
> >Pak Rahendrawan:
> >Saya kebetulan kanal dengan associate LEAD di Aceh: Pak Burhanuddin
>(FKIP Unsyiah), dan Pak Jamal A. Gawi (F.Pertanian). Saya sangat
heran
>dan menyayangkan bahwa mereka tidak begitu concern dengan aspek HAM
di
>Aceh (sejauh yang saya tahu).
Terima kasih atas tanggapannya.
Nama saya bukan Jamal A. Gawi, tetapi Jamal M. Gawi.
Saya agak kaget anda menilai saya tidak concern dengan masalah HAM di
Aceh.
Saya concern dengan masalah HAM di Aceh.
Tetapi anda juga pasti tahu bahwa saat ini banyak sekali rekan
rekan mahasiswa ataupun LSM di Aceh yang bergerak di bidang HAM.
Sebagian mereka sudah sangat profesional dan punya kontak yang luas.
Jadi saya melihat perjuangan HAM di Aceh sudah cukup terwakili.
Keprihatinan saya terhadap HAM di ACeh kan tidak mesti dengan
membuat LSM baru di bidang HAM. Atau berteriak seperti yang dilakuakn
oleh
yang lainnya.
Saya saat ini (setahun terakhir) berdomisi di Medan dan ikut secara
aktif
berurun rembuk tentang masalah Aceh dengan pemuka masyarakat
Aceh di Medan. Saya terus mengikuti perkembangan ini.
Tetapi fokus saya saat ini adalah menyelamatkan Kawasan Ekosistem
Leuser (Taman Nasional Gunung Leuser) yang sedang mengalami bencana
akibat
ulah HPH, perambah hutan, dll. Kasus ini juga hampir sama gawatnya
dengan
masalah HAM. Kalau Kawasan ini Rusak, maka sekitar
3 Juta orang baik di Aceh mapun SUMUT akan menghadapi bencana
kekurangan air
baik untuk irigasi maupun untuk kebutuhan domestik. Banji besar
(dimusim
hujan) sedang mengancam ACeh. Jadi saya juga bekerja untuk sebuah
tujuan
mulia. Apakah menurut anda memperjuangkan supaya 3 juta orang tetap
terpenuhi kebutuhan air dll, dan harta benda mereka selamat dari
banjir,
tidak ada hubungannya dengan HAM??????
Apakah menurut anda memperjuangkan supaya masyarakat disekitar hutan
mendapatkan hak-haknya kembali yang telah di injak-injak oleh
pemerintah
orde baru bukan perjuangan HAM!!!!!!!!!!!
ANda terlalu naif!!!!
Jadi marilah kita bagi kapling kerja. Teman-teman yang bergerak
di bidang HAM (kaitan dgn Militer), silahkan berjuang terus. Beri juga
kesempatan kepada Saya untuk fokus menyalamatkan hutan Aceh untuk
masyarakat
Aceh dan Dunia.
>Seperti pernah saya sampaikan di forum
>ini, kayaknya penggiat lingkungan di YPB-LEAD lebih peduli
"lingkungan
>hidup" an sich dan agak lupa dengan makhluk "hidup" bernama manusia.
>Tidak seperti WALHI atau WWF. Walhi Aceh misalnya, adalah salah satu
>garda depan gerakan lingkungan sekaligus HAM di Aceh.
Anda kelihatannya memang belum mengerti Philosophi LEAD (mas eri, adri
tolong dikirim brosur LEAD ke teman kita ini).
Teman-teman di LEAD bergerak hampir di semua lini.
Ada yang bekerja untuk lingkungan hidup.
ada yang bekerja untuk kaum kumuh dan miskin di kota.
ada yang bekerja untuk orang miskin di desa.
ada yang bergerak di bidang HAM (bisa macam-macam)
ada yang bergerak dibidang reformasi kebijakan untuk lebih
berpihak kepada rakyat kecil dan tertindas.
Ada yang menyelamatkan hutan termasuk manusia yang ada di sekitarnya.
ada yang menulis berita... di koran...di majalah... dimana saja...
ada yang berusaha menghijaukan corporate policy...
Dan banyak lagi....
LEAD itu bukan Walhi atau WWF. Jadi tidak perlu sama dengan Walhi
atau WWF. Biarlah masing-masing berjuang menurut caranya sendiri.
Mungkin yang dibutuhkan koordinasi.
> >Jelas ini hanya pandangan saya sebagai orang awam isu lingkungan
dan
>hanya mengenal dari jauh asociate LEAD yang ada di Aceh tersebut.
> >Apakah karena mengobok-obok masalah lingkungan lebih "aman" dari
pada
>isu HAM? Wallahualam bis sawab.
Saya tidak menanggapi alinea di atas, karena anda terlalu naif!!
> >
> >Saya yang dhoif,
> >Saiful
Wassalam,
Jamal
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
dan di http://www.egroups.com/list/envorum