Waduh, Idenya bagus sekali ....sayang enggak kepikir waktu saya
dilamar....tapi bisa dilakukan kapan saja kan ..;) . Lalu bagaimana
kelanjutan seruan tersebut ?
Saya dan suami, suka sekali makan buah Mangga Gedong Sutiran (Suntiran) atau
Gincu, itu mangga gedong yang warnanya hingga merah keungguan. Sekarang
sangat sukar dijumpai dan bila ada harganya mahaaal sekali sehingga kami
pernah dua kali nyoba 'menyemaikan', maksudnya agar bisa ditanam, tapi gagal
terus. Rasanya, caranya tidak berbeda dengan yang ditulis Pak Eka di bawah.
Mungkin saya perlu step by stepnya penyemaian yang lebih detail. Pak Eka
atau ada yang bisa bantu ?
Terima kasih juga atas info beberapa tanaman yang bermanfaat, kebetulan
saya sedang ngumpulin juga.
Salam,
Wiwien chrt-8
-----Original Message-----
From: Eka Budianta <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Saturday, January 22, 2000 5:05 AM
Subject: [envorum] Pohon Pengantin
>Teman-teman dari WALHI Lampung mengedarkan seruan bupati M. Nurdin agar
>para pengantin menanam 2 pohon sebagai syarat pernikahan. Berita ini
>bagus dan perlu dijadikan kebiasaan dan kebjiaksanaan di mana saja.
>Kalau tidak punya kebun dan tidak punya pekarangan, bisa ditanam dalam
>pot. Kecuali kalau mau tanam kelapa, yang memang secara tradisional
>biasa ditanam oleh pengantin di banyak tempat.
>Pohon-pohon lain yang baik untuk pengantin usul saya antara lain:
>Sawo (bagus di Lampung), pohonnya kuat, tumbuh puluhan tahun, selalu
>perlu regenerasi. Pohon salam, jambu-jambuan dan bunga besar seperti
>cempaka, magnolia, sapatodea, saputangan, flamboyan juga baik. Bibitnya
>bisa dicari di mana saja. Bunga Kenanga (ditanam oleh Jamal Gawi,
>aktivis lingkungan dari Banda Aceh, ketika menyunting perempuan cantik
>di Bogor). Buah Klengkeng (terutama untuk di pegunungan) Ayah dan ibu
>saya menanamnya ketika mereka menikah di Batu, Malang, Agustus 1954.
>Sekarang, hampir 50 tahun, buahnya tambah lebat.
>Untuk teman-teman di Kalimantan, silakan tanam Tenggaring dan Kesturi.
>Itu sudah jarang dan buahnya terhitung mahal. Teman-teman Kawanua dan
>Ambon saya tawarkan matoa. Boleh juga kenari dan sawo ambon (Licania
>tomentosa). Licania ini rasanya unik, baunya harum dan sangat disukai
>hewan pemakan buah. Kalau ada yang tahu khasiatnya, tolong dilengkapi
>posting ini.
>Saya usulkan juga supaya waktu pacaran mulai bikin bibit sendiri.
>Caranya dengan menanam biji buah kesukaan setelah dimakan. Kalau anda
>makan durian, alpukat, nangka, rambutan, dan mangga, tanam bijinya.
>Anda bisa menyemaikan biji buah kesukaan dalam botol bekas air minum
>Aqua. Kalau sudah besar dipindahkan ke halaman atau pot, sesuai tempat
>yang ada. Jadi yang pertama, pastikan tiap kekasih punya buah favorit
>masing-masing. Lantas tanam dan peliharalah baik-baik sampai
>pohon-pohon itu berbuah, manis, lezat, bergizi dan berlimpah-limpah.
>Selamat menanam!
>
>EKA BUDIANTA
>Pencinta Pohon
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
>
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]