Mendengar berita bahwa presiden kita akan mengelilingi Eropah maka dalam benak saya timbul pemikiran bahwa presiden kita yang satu ini dapat menjadi pengembara yang terkenal di muka bumi atau seperti riwayat yang terdapat dalam legenda orang minang, yaitu : RANCAK DI LABUAH. Legenda tersebut menceritakan seorang yang berparas cantik (rancak) senangnya melancong (di labuah). Walaupun dalam pengembaraannya pakaian yang digunakan dipinjam, perhiasan yang dipakai hasil meminjam dari keluarga, sepatu sebagai alas kaki untuk berjalan hasil pinjaman dari teman, kendaraan yang ditumpangi dipinjam, sementara rumahnya reot bahkan akan rubuh karena tidak terurus. Jangan-jangan presiden kita ini sama dengan legenda minang tersebut. Disintegrasi bangsa (rumah yang reot) yang sudah tidak terurus, namun senang berpergian dengan fasilitas utang dan mencari utang. Saya doakan agar negara-negara eropah tidak mengabulkan utang yang dimohon presiden kelak. Saya teringat ucapan ayatullah ekonom Indonesia (Soemitro Djojohadikusumo) ketika dikemukakannya di Singapore bahwa dana dalam negeri masih banyak, dana di pasar klewer saja apabila diinvestasikan akan dapat mengatasi problem ekonomi di sektor riil asal saja keamanan investasi terjamin. Artinya negara ini diurus betul, jangan lempar isu kiri kanan sehingga terkesan rumah kita tidak terurus. Pergi ke Aceh saja hanya beberapa jam pada hal dibutuhkan waktu yang cukup untuk berdialog dengan masyarakat Aceh. Presiden jangan menerima bisikan dari satu orang saja. Wassalam Nenny-c8
