Akhir-akhir ini, kita sering membaca artikel yang mengulas terjadinya banyak sekali kerusakan di lingkungan kita. Kekayaan hayati dan nabati di hutan, kekayaan minyak dan mineral di perut bumi, dan kekayaan di lautan semuanya dieksploitasi secara besar-besaran dengan cara yang sangat merusak lingkungan. Ratusan ribu ton tanah setiap hari diolah hanya untuk mengambil beberapa gram atau kg logam mulia, hektaran terumbu karang diledakkan untuk memperoleh lebih banyak ikan, limbah setiap hari mencemari udara, sungai dan lautan. Tak kurang tinja ikut andil mencermari air pam. Padahal sebagian besar dari sumber-sumber itu tidak dapat digantikan (non-renewable??). Anehnya, eksploitasti besar-besaran yang seharusnya meningkatkan devisa negara, kenyataannya malah membuat kita menjadi negara peng-utang (debitor) terbesar di dunia. Dengan kata lain, negara yang begini kaya memiliki penduduk termiskin di dunia. "Ayam mati di lumbung padi". Ini menunjukkan adanya ketidak beresan dalam pengelolaan aset negara. Pemerintah selalu dihadapkan pada pilihan yang sulit, apabila ada suatu perusahaan yang merusak lingkungan dihentikan operasinya, maka akan terjadi lebih banyak pengangguran, akan semakin banyak kredit yang macet, akan semakin kacau keadaan masyarakat, akan dikecam negara asal investor. Apabila mega korupsi dibawa kepengadilan, akan habis semua pejabat negara, karena mereka semua tersangkut. Jadi nanti siapa akan mengadili siapa?! Para konglomerat yang ngemplang uang rakyat hidup santai dan bahagia, tanpa beban, sementara rakyat yang sudah tersungkur, dibebani bunga akibat pemerintah harus menarik kembali uang yang dicetak habis-habisan untuk menutup kebutuhan dana dari bank yang di-rush oleh pemiliknya sendiri. Dengan utang yang sudah di atas 140 milyard dolar ini, Indonesia setiap hari masih harus was-was takut kalau tidak dikucuri pinjaman lagi oleh IMF untuk menggerakkan roda ekonominya. Duh Gusti, kulo tobat, tobaaat.... husein anis --------------------------------------------------------------------- Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
