http://www.kompas.com/kompas-cetak/0003/28/IPTEK/caga10.htm Selasa, 28 Maret 2000 Cagar Alam Dirambah, Sungai Ular Terancam Medan, Kompas Cagar Alam Dolok Tinggi Raja (CA-DTR) dan hutan lindung di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, terus dirambah kelompok-kelompok masyarakat, baik untuk perladangan maupun untuk diambil kayunya untuk dijual. Meski perambahan berlangsung pada sekitar 15 hektar lahan, namun dampak nyata setidaknya tercermin pada debit air Sungai Ular. Hasil pengamatan Kompas di lapangan, Sungai Ular yang membelah Kabupaten Deliserdang dan merupakan salah satu sungai terbesar di Sumut setelah Sungai Asahan itu, selama setahun ini debit airnya cepat menyusut saat musim kemarau. Sebaliknya, sering meluap saat musim hujan. http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=2000032800191940 Selasa, 28 Maret 2000 Rekayasa Genetika, bak Pentas Drama Kontemporer Media Indonesia - Kesra (3/28/00) KONTROVERSI makanan hasil rekayasa genetika, genetically modification atau pangan GM, kian menyerupai pentas drama kontemporer. Alur cerita dan kemampuan akting sang pelakon terlalu maju untuk dipahami penonton awam. Dua pemain utama, perusahaan pangan GM ibarat menyandang peran antagonis yang berhadapan dengan ksatria yang diperankan aktivis LSM konsumen. Para pemain pembantu adalah peneliti, yang asyik dengan segala macam percobaan berdana besar, si aktris panggung yang lain (pemerintah) jadi si peragu dan cocok dijadikan kambing hitam. Pertunjukan menjadi seru karena bumbu intrik politik, perdagangan global, persaingan usaha, dan peran media massa. Sesekali diletupkan sebuah kasus, seperti pencemaran dioksin atau bersarangnya virus di otak sapi. http://www.kompas.com/kompas-cetak/0003/28/IPTEK/indo10.htm Selasa, 28 Maret 2000 Indonesia Hadapi Dilema Penggunaan Produk Transgenik Jakarta, Kompas Sebagai negara pengekspor kedelai, Amerika Serikat tidak membedakan kedelai biasa dengan hasil rekayasa genetika atau transgenik. Sementara Indonesia sebagai pengimpor, sulit mengelakkan kedelai transgenik karena belum mampu memenuhi kebutuhan kedelai dalam negerinya. Satu hal yang juga dilematis adalah, negara berkembang termasuk Indonesia tidak dapat memaksa AS untuk tidak mengekspor kedelai hasil rekayasa genetika. Negeri adidaya yang bukan anggota Convention of Bio Diversity (CBD) itu menyatakan, penggunaan bioteknologi pada tanaman pangan tidak menimbulkan masalah bagi kesehatan. Sementara Indonesia belum memiliki peraturan tentang keamanan pangan, yang antara lain menetapkan memberikan informasi dan membubuhkan label bagi produk impor transgenik. http://suarapembaruan.com/News/2000/03/28/index.html SUARA PEMBARUAN DAILY Pencurian Kayu di Hutan Lindung Pandeglang Pandeglang, 28 Maret Aksi penebangan kayu liar di hutan lindung kaki Gunung Karang yang masuk wilayah Kabupaten Pandeglang dan Serang, dilaporkan semakin meluas. Menurut catatan, luas hutan ini sekitar 3.000 hektare, sedangkan yang gundul sekitar 30 hektare, demikian laporan yang diterima Pembaruan, hari Selasa (28/3). Salah seorang tokoh masyarakat Desa Kaduengang, Kabupaten Pandeglang, Eman menuturkan aksi penebangan liar ini diperkirakan sudah berjalan empat tahun. Setelah pohon-pohon itu ditebang kemudian dipotong menjadi kayu gelondongan. Tiga hari kemudian baru digotong ke jalan raya dan dinaikkan ke atas truk untuk dijual. http://www.kompas.com/kompas-cetak/0003/28/IPTEK/sepu10.htm Selasa, 28 Maret 2000 Menneg LH Sonny Keraf: Sepuluh Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Lahan/Hutan Jakarta, Kompas Setidaknya sepuluh perusahaan yang diduga bertanggung jawab atas pembakaran lahan/hutan yang terjadi belakangan ini, khususnya di daerah Sumatera dan Kalimantan. Dua di antaranya adalah perusahaan milik pengusaha asal Malaysia, dan satu lainnya milik pengusaha Singapura. Semua yang dinilai bersalah akan dikenakan hukuman sesuai peraturan yang berlaku. Demikian penegasan Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) Sonny Keraf hari Senin (27/3) di Kuala Lumpur, Malaysia. Dikatakan, Indonesia sudah membentuk tim khusus untuk menangani masalah pembakaran lahan/hutan ini. "Saya memberi perhatian khusus untuk menghentikan masalah pembakaran lahan/hutan ini, sebab jika kita tidak berhasil, kita akan menghadapi masalah yang sama terus-menerus," tandas Keraf, dalam kunjungan kerja empat harinya ke Malaysia. http://suarapembaruan.com/News/2000/03/28/index.html SUARA PEMBARUAN DAILY Bandara di Taman Nasional Kutai akan Diperluas Samarinda, 28 Maret Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kalimantan Timur) akan mengambil alih Bandar Udara (Bandara) Sangkimah untuk umum setelah memperpanjang landasan pacunya menjadi 1.200-2000 m dari semula hanya 900 m. Bandara ini terletak di Desa Sangkimah, dalam areal Taman Nasional (TN) Kutai. Sangkimah sendiri adalah satu dari tiga desa definitif di TN Kutai, yang telah dihuni ribuan penduduk jauh sebelum kawasan itu ditetapkan sebagai TN Kutai. Dua desa lainnya, Teluk Pandan dan Sangatta Selatan. --------------------------------------------------------- Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik: http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/ --------------------------------------------------------------------- Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
