From: Tim Relawan Kemanusiaan
Salam,
Dalam bulan Mei ini berbagai komunitas di kota Jakarta mengadakan rangkaian acara
memperingati Tragedi Mei 1998 dan berbagai kasus tindak kekerasan serta penyangkalan
terhadap kemanusiaan. Tujuannya tidak lain untuk menggalang keprihatinan dan dukungan,
serta mengajak segenap lapisan masyarakat memperjuangkan tegaknya keadilan dan
kemanusiaan di negeri ini. Rangkaian acara ini adalah kerjasama komunitas masyarakat
korban dan aktivis kemanusiaan dari berbagai lembaga dan organisasi.
--------------------------------------------------------------------------------
Kami Tetap Perjuangkan Keadilan
Sejarah rezim Orde Baru di Indonesia dimulai dengan pembunuhan massal terhadap ratusan
ribu orang anggota, pengikut, simpatisan dan keluarga yang dituduh terlibat dalam
peristiwa G-30-S. Sejak saat itu kekerasan menjadi cara penguasa mempertahankan
kekuasaannya. Selama 32 tahun ratusan ribu lagi dibunuh, diculik dan ditangkap serta
dijebloskan ke penjara hanya karena ingin ungkapkan pikirannya. Korban berasal dari
segala lapisan, mulai dari pemuda, sampai perempuan dan anak-anak, dari mahasiswa
sampai buruh pabrik dan petani kecil, dari aktivis Islam sampai warga Tionghoa. Tidak
ada jaminan bagi siapa pun untuk tidak menjadi korban, kecuali dengan cara takluk dan
ikuti kehendak penguasa.
Ada banyak kekerasan yang tidak menjadi berita. Orde Baru mengerahkan segala
sumberdaya yang ada, dari tanah sampai manusia, untuk membuat penguasa menjadi makmur
dan langgeng. Di bawah panduan lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank
Dunia, penguasa menerapkan strategi ekonomi mucikari, menjual anak-anak negerinya
untuk keuntungan pribadi dan melunasi hutang segelintir pengusaha. Jutaan anak kini
hidup tanpa pendidikan, menjual tenaga, bahkan melacurkan diri untuk sekedar
menyambung hidup. Jutaan buruh hidup dengan upah yang hanya cukup untuk membeli makan
dua kali sehari, jutaan petani hanya bisa duduk menunggu rezeki karena tanah sepetak
miliknya dirampas, sementara ratusan ribu perempuan hidup menderita di negeri lain
sebagai TKW tanpa perlindungan. Di dalam jerat hutang luar negeri dan penindasan
lembaga keuangan internasional serta negara industri maju, nasib para korban takkan
berubah, dan mungkin akan semakin buruk saja.
Penindasan secara alamiah melahirkan perlawanan. Itulah yang dilakukan jutaan manusia
dari dulu sampai sekarang. Korban pun berjatuhan dan keluarga mereka bergenerasi hidup
menderita. Penguasa bergerak cepat dan menutupi semua kesalahan dan kejahatan dengan
slogan 'keamanan dan ketertiban', 'kehidupan yang harmonis', dan berusaha dengan
segala cara menanamkan keyakinan bahwa perlawanan adalah dosa. Kemenangan 'reformasi'
ternyata belum menyentuh persoalan para korban. Hanya beberapa kasus kekerasan yang
dicatat oleh penguasa baru, dan sedikit sekali yang telah dilakukan untuk menangani
apalagi menyelesaikannya. Luka-luka para korban begitu dalam dan tak cukup dibayar
dengan janji 'rekonsiliasi' dan seruan 'lupakan masa lalu'.
Kini korban bicara, memberitahu masyarakat luas bahwa ada peristiwa yang menyebabkan
penderitaan, bahwa ada korban yang jatuh karena peristiwa itu, bahwa ada pelaku yang
membuat semua itu terjadi, bahwa terlalu sedikit yang sudah dilakukan untuk
menyelesaikan semua itu; dan mengingatkan penguasa bahwa korban ada di hadapan mereka
untuk memperjuangkan keadilan yang menjadi hak mereka. Ini bukan persoalan balas
dendam, tetapi hormat terhadap kemanusiaan menjadi nyata dan kongkret di dalam hormat
terhadap kemanusiaannya. Tidak pernah boleh manusia dikorbankan demi mencapai tujuan
apapun, dan bahwa setiap kejahatan akan menerima sanksi. Hanya dengan cara ini hakikat
Indonesia sebagai sebuah negara hukum mempunyai makna, yaitu bahwa kita semua sepakat
bahwa tidak ada pelaku kejahatan apapun yang berada di atas dan di luar hukum.
Jakarta, 13 Mei 2000
--------------------------------------------------------------------------------
JADWAL ACARA
Kampus Universitas Atmajaya
Sabtu, 13 Mei 2000 - pukul 10.00-15.00
KEKERASAN NEGARA DAN UPAYA PENYELESAIAN
Seminar Terbuka
Asmara Nababan (Komnas HAM)
Luhut Pangaribuan (Pengacara)
Nursjahbani Katjasungkana (LBH-APIK)
Monolog
Agus Nur Amal
Aksi Simpatik (Tabur Bunga)
Konperensi Pers
Klender
Gedung Pertanian
Bekas Yogya Plaza
Jl I Gusti Ngurah Rai No. 18-20
Klender - Jakarta Timur
Minggu, 14 Mei 2000 - 10.00-16.30
MENOLAK KEKERASAN DENGAN MEMPERINGATI TRAGEDI MEI 1998
Pentas Seni
Kebon Singkong
Klender
Paduan Suara
Paguyuban Keluarga Korban
Monolog
Agus Nur Amal
Pembacaan Puisi
Saut Sitompul
Pemutaran Film
Tragedi Mei dan Semanggi 1998
Dialog Publik
Sandyawan Sumardi
Munir, SH (KONTRAS)
Esther Indahyani Yusuf (SNB)
Makan Siang Bersama
Long March ke eks Yogya Plaza
Doa Bersama Lima Agama
Tabur Bunga
Forum Kemanusiaan Slipi
PERSAUDARAAN ANTAR ETNIK DAN AGAMA
Pelataran Parkir Slipi Jaya
Sabtu, 20 Mei 2000 - 16.00-17.30
Doa Bersama
Pementasan Lagu
Anak STM-FK
Pembacaan Puisi
Keluarga Korban
Aula Gereja Maria Bunda Karmel
Jl Karmel Raya No. 2
Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Minggu, 21 Mei 2000 - 10.00-13.00
Pemutaran Film
Tragedi Mei 1998
Dialog Terbuka
Hilmar Farid (TRK)
Sandyawan Sumardi
Tasnim Yusuf
Paguyuban Keluarga Korban
Esther Indahyani Yusuf (SNB)
Depok
Gedung Balai Rakyat
Bangau Raya
Jl Nusantara, Depok I
Minggu, 21 Mei 2000 - 13.00-17.00
MEMBANGUN PERADABAN TANPA KEKERASAN
Sarasehan
Paguyuban Keluarga Korban
Azas Tigor Nainggolan (TRK)
Maria Hartiningsih
Pementasan Seni
Sanggar Akar
Monolog Agus Nur Amal
Pementasan Musik Komunitas Ciliwung
Barak Depok
Agung Cs
Arswendi Nasution
Kelompok Rakyat Biasa Tangerang
Jl Gotong Royong
Larangan Indah Ciledug
Tangerang 15154
Sabtu, 27 Mei 2000 - 19.00-21.30
KEKERASAN TIDAK MENYELESAIKAN MASALAH
Doa Bersama
Yusuf Ghazali
Pementasan Teater
Sanggar Akar
Monolog
Agus Nur Amal
Pembacaan Puisi
Saut Sitompul
Pementasan Musik
Komunitas Ciliwung
Kelompok Rakyat Biasa
Pasar Minggu
Balai Rakyat Pasar Minggu
Jl Ragunan Raya
Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Minggu, 28 Mei 2000 - 10.00-22.00
TEBARKAN CINTA BUKAN KEKERASAN
Bazaar
Pementasan Musik
Sanggar Akar
Monolog
Agus Nur Amal
Kerabi
Pementasan Teater
Sanggar Akar
Pementasan Musik
Komunitas Ciliwung
Komunitas Pasar Minggu
Komunitas Poltangan dan Salihara
Pembacaan Puisi
Saut Sitompul
Pemutaran Film
Tragedi Mei 1998
Kesaksian Keluarga Korban
Pementasan Teater
Agus Nur Amal
--------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------