Ini bukan masalah nasionalisme. Orang-orang tertentu di "Jakarta" sejak dulu
itu sudah tergiur oleh emas freeport. Sekelumit orang-orang edan itu yang
menyetujui adanya Kontrak Karya semestinya tidak berpikiran materialisme.
Merekalah yang pantas disebut kambing hitam. Merekalah yang seharusnya
memaparkan keuntungan Freeport kepada publik (KARENA INI ASSET BANGSA
BUNG!), merekalah yang seharusnya membangun jalan-jalan di Irian Jaya sampai
ke pelosok kampungnya. Sebenarnya kalau Papua merdeka boleh aja. Tapi adili
dulu penguasa-penguasa Freeport dan orang - orang yang mengeruk untung
darinya. Kalo saya sebagai orang Papua sangat merasa njengkel, gila melihat
kelakuan orang luar yang datang seenaknya..eh.. mencemari lagi
sungai-sungainya....

Rakyat Papua..aku berharap engkau bersabar barang sebentar saja...demi
sebuah lagu dari Sabang sampai Merauke.




----- Original Message -----

From: Tri Wisono <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, June 06, 2000 11:11 PM
Subject: [envorum] Re: [Re: [envorum] Papua Merdeka dan Pemanfaatan SDA]


Rekan Gunawan,
Terus terang saya sangat sedih sekali melihat tulisan anda mengenai masalah
Papua. Selain miskin akan nasionalisme anda terlihat cebderung untuk tidak
memecahkan masalah. Masalahnya adalah ada sebagian masyarakat di Papua yang
ingin merdeka dan dan sebagian besar rakyat Indonesia ingin tetap utuh
bersatu, anda sebagai Candidate PhD ya mbok memberikan solusi atau
alternative
agar perpecahan tidak terjadi bukannya malah memihak. Dari segi lingkungan
apakah ini akan lebih bagus, belum tentu juga Mike, coba anda lihat berkas
berkas DUAP di Perth mengenai kasus BHP di Papua New Guinea yang di mulai
sejak mereka baru merdeka. Sekarang BHP di sana bangkrut karena tidak dapat
membayar biaya perbaikan lingkungan dari aktivitas penambangan mereka. Di
kita
permasalahannya adalah terlalu banyak oknum yang cendikiawan dan bukan
masalah
masalah structure dan masalahnya tidak sesederhana antara beli Nike atau
beli
koteka. Jangankan orang korup di Jakarta, Ausie (yang sampai sekarang takut
akan invasi dari utara dan perlu si Moree merekrut 30.000 tentara cadangan
dalam tahun ini) pasti ikut terlibat di kongres tersebut, namanya juga
politik.
Bagaimana kalau situ mempelajari teknis pelaksanaan reconsiliation di Ausiee
yang saya lihat sangat berhasil tanpa perlu mendukung Aborigin (Papua !!),
kan
bisa di aplikasikan di negara kita yang tercinta ini.
Saya mohon agar kita orang lingkungan selain idealis akan lingkungan juga
idealis akan nasionalis kalau tidak nasib kita akan seperti opurtunis LSM
yang
ada. Mari kita baca bukunya David Suzuki "Naked ape to Superspecies" di situ
terlihat jelas kepentingan mendukung gerakan sporadis atas nama kerusakan
lingkungan yang dilakukan perusahan maha besar di dunia.   Sekali lagi saya
minta maaf kalau terlalu keras tapi jangan sampai "teori perpecahannya
londo"
di pakai lagi untuk menghancurkan kita. Kita masih punya utang kepada anak
cucu kita untuk "mengembalikan" Timtim .

Tri

____________________________________________________________________
Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]



---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke