Hallo.

Saya tidak tahu apakah isi di email terlampir adalah benar atau hanya fitnah
belaka. Tapi tidak ada salahnya bila rekan-rekan yang menggeluti bidang ini
agar melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

salam,
Eriyawan

======================

From: Hubert Nice <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sunday, July 30, 2000 8:10 PM
Subject: mohon diedarkan kpd. lsm-lsm lain


>Kepada LSM-LSM
>Yang bergerak di bidang
>Konservasi hutan
>
>
>Dengan hormat,
>
>Untuk mewujudkan kepedulian kami terhadap pembataian
>satwa hutan di Indonesia kami masyarakat yang peduli
>bersama ini memberi masukan bahwa salah satu eksportir
>kera terbesar di Indonesia, CV. Labsindo yang
>beralamat di Jl. Jurumudi No. 51, Kebon Besar ,
>Tangerang sejak beberapa 5 tahun terachir melanggar
>peraturan yang berlaku :
>
>Menurut peraturan yang berlaku kera � kera yang
>diekspor ke Amerika dan Jepang untuk industri farmasi
>dan persenjataan harus berasal dari penangkaran, maka
>pemerintah melalui PERHUTANI sejak tahun 1989 telah
>menyediakan pulau Deli di Samudra India/Laut Jawa (
>wilayah Banten ) kepada CV Labsindo dan CV Primates
>sebagai lahan penangkaran
>CV Labsindo sebagai eksportir kera ke Amerika dan
>Jepang 5 tahun terachir ini cukup sukses. Jumlah kera
>yang  diekspor per tahun berkisar 9.000 � 11.000 ekor
>per tahun, sedangkan nilai jual yang tercapai pada
>saat ini US Dollar 500,-
>Hal � hal yang menarik adalah data-data sebagai
>berikut :
>1. Populasi kera  yang berada di penangkaran sama
>sekali tidak tersentuh, sedangkan kera � kera yang
>diekspor oleh CV. Labsindo berasal dari penangkapan
>liar di Sumatera ( dll).
>2. Perhutani yang menurut kontrak berhak menerima
>royalty sejak penandatanganan kontrak dengan swasta
>tidak menerima royalty sedollar pun.
>3. Untuk mendapat seekor kera yang siap diekspor CV.
>Labsindo dan CV Primates harus menangkap tiga ekor
>kera, sebab rata � rata duapertiga dari populasi kera
>yang ditangkap secara liar mati dalam perjalanan atau
>mati di karantina.
>
>Bialamana sejak lima tahun jumlah kera yang diekspor
>oleh CV Labsindo dan CV Primates berjumlah rata � rata
>10.000 ekor pertahun, berarti perusahan � perusahan
>ini telah berhasil menjual 50.000 ekor kera dengan
>nilai ( gross)  ekspor berkisar US Dollar 25.000.000,-
>atau dua puluh lima juta UD Dollar. Lebih mengejutkan
>lagi jika pemerintah yang berhak atas royalti tidak
>mendapat pemasukan sama sekali�..
>Sedangkan jumlah kera yang dibantai untuk mencapai
>penjualan 50.000. ekor per lima tahun bearti berkisar
>150.000. ekor ( Data ini merupakan perhitungan yang
>konservatif, jika kita tidak memperhitungkan jumlah
>kera yang diekspor selama CV Primates telah berdiri.
>CV Primates telah berdiri sejak tahun 1980an dengan
>sasaran pasar peruindustrian farmasi di Amerika dan
>Jepang. )
>
>Pemrintah boleh saja menilai bahwa ekspor kera
>menghasilkan devisa bagi negara, sedangkan kenyataan
>sangat berbeda : Hasil ekspor dari CV. Labsindo dan
>CV. Primates tidak semua diterima di Indonesia, hanya
>sebagian diterima di Indonesia, sebagaian besar
>diterima atas rekening � rekening perusahaan di
>Singapura ( antara lain dengan menggunakan jasa
>Hongkong Shanghai Bank.)
>
>Kepada semua pihak yang peduli baik dari jajaran
>lembaga pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat
>kami mohon agar masukan ini diterima dan kemudian hari
>perusahaan yang tercantum di atas ditindak sesuai
>dengan hukum yang berlaku.
>
>Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima
>kasih,
>
>
>Salam sejahtera.
>30 Juli 2000
>
>
>
>Mantan karyawan CV. Labsindo
>



---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke