allo,

he he..iya emang rada ngawur juga tuh orang yang katanya staff ahli, apa nggak pernah 
ngikutin berita iptek dan nggak pernah denger organisme berbasis sulfur nggak yang 
biasa di laut dalem dimana sinar matahari nggak masuk. apalagi mengingat letak 
indonesia di pinggiran pelat geologis,  timbulnya rekahan di dasar laut dimana sumber 
panas dan sulfur dari dalam bumi yang bisa menunjang kehidupan bisa muncul 
kemungkinannya kan besar. disamping itu kejadian di PNG 
(penambangan di pulau misima yang sistem pembuangan limbahnya pake submarine tailing 
disposal) sekitar taon 90-an, malah bikin eksistensi koral di sekitar pulau terancam 
dan membuat krisis air minum.

saya jadi ingin tau seberapa penting usaha pelestarian alam dalam analisa amdal itu 
sendiri? kalau teknik pencegahan lingkungan yang paling betul menurut study amdal, 
masih bikin sungai-sungai sekitarnya steril, namanya nggak feasible donk metode 
pengolahan limbahnya...gimana seh..

bye 

danial



On Tue, 8 Aug 2000 11:16:29 +0700 (JAVT) Kemal Ar Massi <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
>> Senin, 07 Agustus 2000 No. 615 Tahun ke-28
>> 
>> Staf Ahli Mentamben Bidang Lingkungan, Hikman Manaf
>Saya tidak mengerti apakah hikman manaf dan pewawancara ini mengerti laut
>nga' sih karena pertanyaan dan jawaban tersa sangat dangkal dan sarat
>dengan ketidak tahuan,
>Contoh kecil bahwa dibawah lapisan thermocline tidak ada oksigen, tidak
>ada kehidupan! setahu saya (walaupun saya orang awam masalah laut) bahwa
>kelarutan oksigen dalam air itu selalu ada, cuman barangkalai jumlah dan
>konsentrasinya saya yang berbeda-beda. Kandungan oksigen berkurang dengan
>bertambahnya kedalaman, namun tidak berarti dibawah lapisan thermocline
>itu tidak ada oksigen!, bahkan bila secara lebih luas kita membicarakan
>kandungan oksigen, bisa jadi pada suatu perairan yang dalam (deep sea)
>kandungan oksigen menjadi naik kambali (lebih besar dari kedalaman
>sebelumnya) karena ada sumbangan dari aliran pergerakan air laut di daerah
>palung. Belum lagi kita membicarakan fenomena up dan downwhelling dan
>masih banyak paremeter kimia fisika lain yang mempengaruhi keberadaan
>oksigen dalam perairan. 
>Kehidupan dibawah air khususnya dilaut masih terbagi-bagi lagi. Untuk
>wacana yang telah dibahas dibawah ini kita bagi duasaja yaitu organisme
>yang hidupnya tergantungpada sinar matahari dan organisme yang tidak
>membutuhkannya (Tolong baca buku deep sea organism). Ada organisme hidup
>di peairan dalam yang sama sekali tidak membutuhkan sinar matahari secara
>langsung dan jenis ini biasanya mampu menghasilkan sinar sendiri utnuk
>keberlangsungan hidupnya, jadi kesimpulannya ada kehidupan dibawah
>thermocline dan walaupun saya menulisnya kurang komplit tapi tolonglah
>baca-baca dulu buku tentang deep sea kemudian mengeluarkan pernyataan
>seperti dibawah ini. 
>Yah saya sadar dan tahu betul orang-orang yang melakukan kajian tehnis dan
>ekonomis tentang amdal ini bukan orang awam seperti saya, namun saya
>sepertinya tidak bisa memahami hasil-hasil studi mereka yangsudah ahli
>dibidangnya masing-masing.
>
>maaf bila ada yang tidak berkenan.
>
>
>
>Kemal Massi 
>
>
>
>
>> Teoritis, Freeport Bisa Tiru Pembuangan Tailing ala Newmont
>> 
>> MASALAH lingkungan dalam bisnis pertambangan di Indonesia masih tetap
>> belum tuntas, bahkan sejumlah isu baru muncul dan menjadi wacana publik.
>> Salah satu perusahaan tambang yang kerap dihantam masalah lingkungan
>> adalah PT Freeport Indonesia, perusahaan tambang emas dan tembaga di
>> Papua. Isu Freeport semena-mena mengelola tambang kembali mencuat
>> menyusul longsornya Danau Wanagon yang terletak di ketinggian 4.200
>> meter dan sekaligus menewaskan empat orang pekerja. Dari sini muncul
>> lagi persoalan bahwa Freeport membuang limbah tailing yang mencemari
>> sungai-sungai di hilir pembuangan. Bahkan laporan terakhir, limbah itu
>> menumpuk di laut yang dibuktikan oleh temuan Kapal Baruna Jaya.
>> Sebetulnya ada alternatif bagi Freeport untuk membuang limbah
>> tailing-nya, yaitu meniru Newmont Nusa Tenggara di Batu Hijau yang
>> membuang tailing ke laut sedalam 4 kilometer. Namun persoalannya
>> topografi Nusa Tenggara dan Papua sangat berbeda. Untuk mengtahui secara
>> jelas, berikut petikan wawancara dengan Staf Ahli Mentamben Bidang
>> Lingkungan, Hikman Manaf.
>> 
>> Dengan makin kritisnya masyarakat melihat operasional pertambangan,
>> apakah izin untuk perusahaan tambang dalam suatu wilayah bakal semakin
>> diperketat?
>> Betul. Namun meski sudah berjalan lama, tetapi itu dilakukan secara
>> terpusat atau sentralisasi. Nah, dengan adanya UU tentang Otonomi Daerah
>> nanti, maka untuk masalah kelayakan operasional suatu tambang (Amdal)
>> akan dilakukan secara desentralisasi. Baik izin maupun Amdal nantinya
>> akan dilakukan di daerah-daerah.
>> 
>> Baru-baru ini lewat sebuah penelitian, ditemukan logam berat yang
>> berbahaya di palung laut di sekitar laut Papua. Apakah keberadaan logam
>> yang mencemari tersebut sbagai wujud pelanggaran pengusaha tambang
>> terhadap Amdal?
>> Kalau memang ada investigasi dan fakta-fakta yang menyebutkan ada logam
>> berbahaya, tentunya hal tersebut mesti dicermati. Meskipun demikian, ia
>> kembali tetap mesti dilihat, dalam konsentrasi berapa keberadaan logam
>> itu.
>> 
>> Maksud Anda?
>> Kalau disebut logam, di dalam air minum kita sendiri juga ada logam.
>> Hanya keberadaan logam di dalam minuman kita berada pada konsentrasi
>> yang tidak meracuni. Namun demikian, kalau itu penemuan di laut Papua
>> tersebut tetap mesti dilakukan penelitian apakah ambang bahayanya memang
>> merugikan biota di sekitarnya.
>> 
>> Freeport kerap dihantam isu lingkungan. Apakah pemerintah menanggapinya
>> dan melakukan komunikasi intensif?
>> Freeport memang membuang tailing di sungai-sungai, terutama di Sungai
>> Ajkwa. Pembuangan lewat sungai hingga diendapkan di suatu daerah
>> sebenarnya sudah lewat Amdal yang betul dan sudah disepakati pula oleh
>> pemerintah.
>> 
>> Artinya, tidak ada yang keliru dari izin yang dikeluarkan pemerintah
>> terhadap penyaluran limbah tambang tersebut?
>> Sebelum pemilihan alur pembuangan tailing melalui Sungai Ajkwa,
>> sebenarnya sudah dilakukan berbagai studi dengan berbagai alternatif,
>> misalnya dengan membuat Dam di atas gunung. Namun hal ini dianggap akan
>> lebih berbahaya lagi, di mana suatu saat bisa saja mengalami
>> kelongsoran.
>> 
>> Jadi, Anda menganggap pembuangan tailing dengan kondisi topografi
>> seperti alam Timika wajar dilakukan seperti saat ini?
>> Saya kira seperti itu. Sebab, dengan alur seperti saat ini, saya anggap
>> merupakan hal yang paling pas dan tentunya setelah topografi daerah
>> operasional tambang Freeport itu.
>> 
>> Lantas kalau itu dianggap hal yang paling benar, bagaimana dengan
>> kondisi dan kualitas air sungai. Ini tentunya akan berdampak pada
>> masyarakat?
>> Ya, begitulah memang tak ada jalan lain. Sebab, sebelum pihak Freeport
>> menanam modal di situ, mereka melakukan engenering design dilakukan
>> economic feasibility juga dikerjakan, dan kesimpulannya adalah seperti
>> yang ada dalam operasional Freeport sekarang ini.
>> 
>> Tetapi rakyat tetap dirugikan dengan kondisi sungai tersebut?
>> Saya katakan, proses reklamasi yang dilakukan oleh pihak Freeport itu
>> sudah sangat baik. Dengan reklamasi yang baik, kemudian tanah itu
>> ditanami kembali, itu sudah bisa dikembangkan pada pertanian. Ya, memang
>> posisinya sulit karena studi kelayakannya sudah seperti itu.
>> 
>> Artinya, dari feasibility study yang dilakukan memang ini cara yang
>> terbaik?
>> Bagi saya, inilah yang terbaik. Saya sebutkan demikian karena apa yang
>> dilakukan Freeport ini sudah lewat penelitian. Apalagi dengan terjadinya
>> kelongsoran di Danau Wanagon tempo hari, sekarang hampir tiap miinggu
>> pihak Freeport memberikan laporannya kepada pemerintah tentang
>> progresivitas pembenahan di Wanagon.
>> 
>> Pemerintah sempat melarang agar Freeport tidak lagi melakukan pembuangan
>> overburden (bagian permukaan tambang yang digali) sampai mereka selesai
>> melakukan perbaikan dan stabilisasi pada dinding Wanagon yang terjal.
>> Sampai kapan larangan itu berlaku?
>> Freeport kita minta melakukan engineering study untuk bisa membuktikan
>> apakah pembuangan overburden di sana akan tetap aman atau tidak. Sebab,
>> over burden yang dibuang ke sana akan berada di situ sepanjang masa.
>> Freeport mesti bisa membuktikan secara ilmiah bahwa tidak akan terjadi
>> lagi longsor bila dilakukan pembuangan material ke situ.
>> 
>> Artinya, masih ada kesempatan bagi Freeport untuk membuang material ke
>> Wanagon?
>> Masih ada peluang untuk membuang over burden ke sana asal penelitian
>> yang dilakukan Freeport berlangsung secara tepat dan benar.
>> 
>> Bila Freeport melakukan pembuangan tailing lewat sungai, namun ada pula
>> tambang yang membuang tailingnya melalui pipa yang diteruskan ke laut
>> dalam. Sejauhmana perbedaan dampak lingkungan antara keduanya?
>> Di dalam teori lapisan laut ada yang namanya termoklin. Di bawah
>> termoklin tidak ada kehidupan karena sinar matahari tidak tembus ke
>> dalamnya dan juga tak ada kehidupan. Tailing ini, karena tidak ada
>> oksigen di dasar laut itu, maka ia tidak mengambang dan terus membenam
>> ke dasar atau bisa disebut submarine tiling disposal. Sedangkan tailing
>> yang melewati sungai, andaikan merembes ke laut, dia tetap mengambang
>> karena posisinya di permukaan.
>> 
>> Apakah teknik pembuangan tailing melewati pipa dan kemudian menembus
>> laut dalam ini juga dilakukan di negara-negara modern?
>> Di negara modern, pembuangan model submarine tiling disposal ini juga
>> dilakukan dan sudah menjadi model yang baku.
>> 
>> Bagaimana teknis pembuangan tailing seperti ini, dan apakah bisa dijamin
>> sepenuhnya bahwa tailing itu tak bakal mengambang lagi?
>> Begini, ujung pipa yang berada di kedalaman 125 meter tersebut berada di
>> bawah termoklin. Kemudian, karena di laut tersebut ada palung yang
>> kedalamannya mencapai 4 km seperti pada tambang Newmont Nusa Tenggara di
>> Batu Hijau (NTB), tailingnya lalu menggelinding ke dasar.
>> Penggelindingan tersebut juga karena persen solid dari tailing itu juga
>> sudah diatur daya gravitasinya.
>> 
>> Anda yakin bahwa tailing itu akan turun hingga ke dasar dan bagaimana
>> cara memastikannya?
>> Karena dia bukan cairan dan disamping itu dia akan terus mencari
>> keseimbangan menuju ke dasar laut yang dalamnya 4 km tadi. Sama seperti
>> di udara, di mana ada ambang batas hampa, di laut pun pada ke dalaman
>> tertentu juga memiliki kesamaan gravitasi dengan udara.
>> 
>> Lantas kalau sudah ada ketentuan aman untuk melakukan pembuangan
>> tailing, mengapa Freeport sebagai perusahaan raksasa tidak mengikuti
>> seperti yang dilakukan Newmont?
>> Itu tidak bisa. Karena topografi antara Batu Hijau dengan Freeport itu
>> sangat berbeda. Kalau Newmont itu, posisinya memang berada di pantai.
>> Kalau Freeport kan posisinya berada di jarak ratusan kilometer dari
>> pantai. Kalau itu dilakukan, investasinya sangat luar biasa.
>> 
>> Tapi secara teoritis itu bisa dilakukan?
>> Itu bisa dilakukan, tapi sejauhmana batas keekonomiannya. Apakah
>> Freeport merasa membuat seperti yang dilakukan oleh Newmont itu dapat
>> ekonomis atau tidak. Namun yang pasti, kalau itu dilakukan oleh Newmont
>> Nusa Tenggara, hal itu sangat ekonomis.
>> 
>> Anda bisa menyebut orang itu mau berinvestasi bila ia bisa memperoleh
>> untung?
>> Ya dong, kalau ia berinvestasi kemudian justru rugi, tentu orang tidak
>> akan mau. Prinsipnya, setiap investasi mesti menghasilkan keuntungan. l
>> sab
>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>> ---------------------------------------------------------------------
>> Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>> Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>> Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
>> 
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
>
>

**************************************************************
Danial Irfachsyad
[EMAIL PROTECTED]

Department of Chemistry
University of Southampton
************************************************************** 

---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke