http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=2000080900194221
          Rabu, 9 Agustus 2000    

Tolak Teknologi Nuklir untuk Hasilkan Energi
Media Indonesia - Kesra (8/9/00)

JAKARTA (Media): Greenpeace dan Indonesian Climate Action Network mengimbau pemerintah 
untuk
memastikan bahwa suatu mekanisme pendanaan internasional yang berhubungan dengan isu 
perubahan
iklim tidak disalahgunakan untuk teknologi pembangkit energi yang kotor dan tidak 
lestari. 

Imbauan tersebut mengemuka dalam acara The Indonesia Roundtable Discussion on Climate 
Change di
Jakarta, kemarin. 

Mekanisme pendanaan model baru ini, kata Karl Mallon dari Greenpeace Internasional, 
adalah Clean
Development Mechanism (CDM) atau mekanisme pembangunan bersih yang diatur dalam 
``Kyoto Protocol
on Climate Change.`` 

CDM ini, jelasnya, mengizinkan negara industri untuk berinvestasi dalam proyek-proyek 
di negara
berkembang. Tujuannya untuk mereduksi emisi gas rumah kaca dan mengklaim `kredit` atas 
reduksi
tersebut dalam memenuhi target pengurangan emisi mereka. 

Sayangnya, ujar Mallon, banyak negara dan industri sedang memasukkan teknologi tak 
terbarui seperti
nuklir, batu bara, dan penyerap karbon dalam skema CDM. 

``Para pelobi nuklir dan batu bara sedang berupaya mengubah CDM jadi semacam subsidi 
baru bagi
proyek mereka,`` ujar Mallon. 

Alasannya sangat jelas. Penggunaan batu bara, kata dia, menurun sebanyak 5% tahun lalu 
dan industri
nuklir sudah sekarat di Barat. Mereka ingin membuang teknologi kotor itu ke negara 
berkembang. 


---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke