http://suarapembaruan.com/News/2000/10/21/index.html SUARA PEMBARUAN DAILY Sistem Kuota Penangkapan Ikan Oleh TRIDOYO KUSUMASTANTO dan ARIF SATRIA da isu menarik berkaitan dengan rencana pemerintah untuk menerapkan sistem kuota dalam penangkapan ikan. Tujuannya adalah melindungi nelayan kecil dari perusahaan kapal besar (Suara Pembaruan, 6/9/2000). Meski ini baru merupakan rencana, namun penting untuk dikaji. Apakah sistem kuota ini tepat untuk diterapkan di Indonesia saat ini? Nampaknya untuk memahami masalah ini perlu digali lebih jauh genealogi teoretiknya serta menganalisis berdasarkan pengalaman empirik negara-negara yang telah menerapkannya. Dengan demikian, dapat tergambar prospek penerapan sistem kuota ini dalam konteks perikanan Indonesia. http://suarapembaruan.com/News/2000/10/21/index.html SUARA PEMBARUAN DAILY Ekosistem Terumbu Karang Indonesia di Era Milenium Baru Tabel 1 Status ekosistem terumbu karang di Indonesia dan beberapa negara ASEAN sebagai perbandingan. Kategori didasarkan pada prosentase (%) penutupan coral hidup dalam transek >75% (sangat baik), 50-<75% (baik), 25-<50% (sedang) dan <25% (buruk). Oleh ZAINAL ARIFIN ada tanggal 23-27 Oktober 2000, Kota Denpasar, Bali, akan dibanjiri oleh lebih dari 1.200 peneliti dan pakar terumbu karang kaliber dunia dari seluruh penjuru benua. Selama 5 hari, di kota itu akan digelar International Coral Reef Symposium (ICRS) dengan tema "Menjembatani Riset dan Pengelolaan untuk Pembangunan Berkelanjutan" (Bridging research and management for Sustainable Development). http://suarapembaruan.com/News/2000/10/21/index.html SUARA PEMBARUAN DAILY Pemda Irja Diminta Bentuk Dewan Kelautan Daerah Jayapura, 21 Oktober Departemen Kelautan dan Perikanan minta Pemda Provinsi Irian Jaya membentuk Dewan Kelautan Daerah, guna membantu Dinas Perikanan setempat mengelola/mengamankan potensi kelautan di Irja. http://suarapembaruan.com/News/2000/10/21/index.html SUARA PEMBARUAN DAILY Anggota DPR Laporkan Sekjen Dephutbun ke Polisi Jakarta, 21 Oktober Anggota DPR/MPR, Rosyid dengan didampingi kuasa hukumnya, AP Malau SH melaporkan Sekjen Departemen Kehutanan dan Perkebunan, Suripto dalam kasus pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya, Jumat (20/10) siang, di Jakarta. http://kompas.com/kompas-cetak/0010/21/DAERAH/dolo19.htm >Sabtu, 21 Oktober 2000 Dolog Sumsel Ingkar, Harga Beras Anjlok Palembang, Kompas Harga beras petani di sentra Pemulutan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, kembali anjlok ke tingkat Rp 1.600 per kilogram dari semula Rp 1.900-Rp 2.000. Penurunan harga ini terjadi karena Depot Logistik (Dolog) Sumsel mengingkari janjinya membeli beras dari petani.Pada tanggal 21 September 2000, Presidium Dolog Sumsel yang dipimpin Teddy Yanuar Rachman menyatakan menghentikan pembelian beras dari pengusaha. Pernyataan resmi tersebut disampaikan Teddy di depan Komisi B DPRD Sumsel dan disaksikan sejumlah wartawan, termasuk Kompas. Namun, Rabu (18/10) lalu ternyata Dolog mengalihkan pengadaan beras lewat pengusaha. http://kompas.com/kompas-cetak/0010/21/EKONOMI/gili13.htm >Sabtu, 21 Oktober 2000 Akibat Praktik Sindikat Giliran Petani Karet Menjerit Pontianak, Kompas Setelah petani padi, kali ini giliran petani karet menjerit. Sistem tata niaga yang dibentuk Deperindag, bukan menolong tetapi mencekik mereka. Disinyalir, ada praktik sindikat di dalam mata rantai perdagangan karet dari petani ke pabrik. Harga jual getah karet di gudang pabik pengolahan Rp 4.200-4.500 per kg, tetapi yang dinikmati petani kareta maksimal Rp 1.900 per kg, ada juga yang di bawah angka itu. http://kompas.com/kompas-cetak/0010/21/IPTEK/bape10.htm >Sabtu, 21 Oktober 2000 Bapedalda Terancam Dilikuidasi Jakarta, Kompas Dengan akan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), kewenangan penilaian Amdal akan diserahkan pada daerah. Dalam rangka menunjang desentralisasi kewenangan itu, seharusnya fungsi kelembagaan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) diperkuat. Sayangnya, yang terjadi di beberapa daerah, Bapedalda justru terancam dilikuidasi atau dilebur dengan instansi lain, dengan alasan antara lain keterbatasan dana. http://kompas.com/kompas-cetak/0010/21/IPTEK/prog10.htm >Sabtu, 21 Oktober 2000 Kerja Sama Jerman-Indonesia Program "Adopsi" Orangutan Terus Ditingkatkan Samarinda, Kompas Perkumpulan Persahabatan Jerman-Indonesia bekerja sama dengan Proyek Reintroduksi (PRO) Wanariset Samboja, Kabupaten Kutai (Kalimantan Timur), melakukan kerja sama dalam bentuk kampanye pelestarian orangutan pada masyarakat Jerman, selain juga terus menggiatkan pendanaan proyek ini dalam bentuk program "adopsi" orangutan. Usaha ini dilakukan dalam rangka menyelamatkan kehidupan kawasanan satwa langka Kalimantan ini, yang kini makin terdesak keberadaanya. Kondisi tersebut akibat parahnya kerusakan kawasan hutan di Kalimantan, baik karena eksploitasi, konversi, maupun bencana kebakaran. Primata Kalimantan ini bahkan juga menjadi incaran pemburu liar dan perdagangan gelap satwa-satwa langka dan liar. http://kompas.com/kompas-cetak/0010/21/IPTEK/musa10.htm >Sabtu, 21 Oktober 2000 Musa Gurning Peroleh Penghargaan "Walhi Award" Medan, Kompas Musa Gurning (74), warga Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, terpilih sebagai penerima penghargaan "Walhi Award" di bidang lingkungan hidup yang diberikan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Ia memperoleh penghargaan atas kegigihannya berjuang melalui organisasi yang dipimpinnya, Suara Rakyat Bersama (SRB), memprotes keberadaan PT Inti Indorayon Utama (PT IIU) yang dinilai merusak dan mencemari lingkungan. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Mo ndaftar : [EMAIL PROTECTED] Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik: http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/ -------------------------------------------------------------------------------------------------------- http://www.indomedia.com/bpost/102000/21/index.htm PT Meranti Bakar Hutan Badaruddin Kembali Turunkan Tim Muara Teweh, BPost Bupati Barito Utara kembali akan menurunkan tim terkait, yakni Dinas Perhutanan dan Konservasi tanah (PKT), Dishutbun dan Bapedalda untuk mengecek kembali adanya dugaan pembakaran hutan oleh PT Meranti Sembada. Hasil laporan pihak dinas PKT tentang pembakaran hutan di areal eks perusahaan PT Barito Pasifik Lumber (BPL) itu sudah diterima. "Namun saya perlu mengecek kembali guna mengungkap kebenarannya," kata Bupati H Badaruddin, Rabu (18/10). --------------------------------------------------------------------- Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
